Deteksi Dini Kekurangan Zat Besi pada Anak, Ini Tanda dan Solusinya

Cara Mudah Mendeteksi Anak Kekurangan Zat Besi. (Foto: Siloam Hospital)

Wanitaindonesia.co, Jakarta – Kekurangan zat besi pada anak dapat dikenali melalui gejala yang cukup mudah diidentifikasi. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) menyebutkan bahwa beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai antara lain anak tampak lesu, lemah, berwajah pucat, sulit berkonsentrasi, mudah terkena infeksi, dan mengalami penurunan nafsu makan.

Zat besi memiliki peran penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu komponen sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Selain itu, zat ini juga berkontribusi besar dalam menjaga stamina dan mendukung proses metabolisme tubuh anak.

Baca Juga :  Bank Indonesia dan Dompet Dhuafa Jateng Sukses Gelar Khitan Massal

Kekurangan zat besi berisiko menimbulkan anemia, kondisi yang dapat menghambat tumbuh kembang serta aktivitas harian anak. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah pemberian susu fortifikasi.

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Sukiman Rusli, Sp.PD, menjelaskan bahwa susu fortifikasi yang mengandung zat besi dan vitamin C bisa menjadi pilihan praktis untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

“Susu mengandung kalsium, protein, vitamin D, dan zat besi, yang berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh,” kata dr. Sukiman.

Baca Juga :  Sensasi Nitrogen Cair Es Krim Molecular Gastronomy

Menurutnya, satu gelas susu fortifikasi mampu memenuhi sekitar 10% kebutuhan zat besi harian anak, sehingga mudah diintegrasikan dalam pola makan sehari-hari.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa zat besi tidak hanya penting untuk mencegah anemia, tetapi juga menunjang sistem kekebalan tubuh dan perkembangan otak, khususnya pada anak usia sekolah.

“Banyak yang mengeluh lelah dan sulit fokus, ternyata mereka kekurangan zat besi,” ujar dr. Sukiman, menyoroti pengaruh defisiensi zat besi terhadap produktivitas anak.

Selain itu, dr. Sukiman yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Jakarta Utara menyatakan bahwa manfaat susu tidak terbatas bagi anak-anak saja, tetapi juga penting untuk orang dewasa dan lansia.

Baca Juga :  Dompet Dhuafa Tingkatkan Gizi Anak Sekolah dengan Program Sayur Sehat

“Kandungan kalsium, protein, dan zat besi dalam susu mendukung kesehatan tulang, fungsi otot, dan energi tubuh,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa susu hanyalah salah satu elemen dari pola makan sehat. Ia menganjurkan penerapan gizi seimbang dan gaya hidup aktif untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. (Wib)