
WANITAINDONESIA.CO – Keberhasilan seorang perempuan dalam menapaki puncak karier di sektor strategis bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan buah dari perjuangan panjang untuk menghadirkan kemajuan yang setara dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Sosok Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) periode 2024–2029, Ir. Diana Kusumastuti, M.T., menjadi representasi nyata bagaimana keteguhan hati seorang perempuan mampu memberikan dampak signifikan pada pembangunan infrastruktur nasional yang kini kian inklusif (terbuka bagi semua kalangan) dan berkelanjutan.
Dalam momen penganugerahan AMKI Kartini Award 2026, Diana yang menerima penghargaan sebagai Penggerak Infrastruktur Berkelanjutan sempat mengungkapkan rasa syukur sekaligus kerendahan hatinya. Baginya, setiap perempuan hebat yang berdiri di panggung kehormatan saat ini merupakan penerus napas perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah membuka jalan agar perempuan bisa sejajar dan saling melengkapi dengan kaum laki-laki dalam membangun bangsa.
“Saya bersyukur karena yang hadir di sini sebagian besar adalah wanita-wanita perkasa dan hebat. Tidak mungkin kita ada di sini tanpa perjuangan Ibu Kartini yang memperjuangkan kaum wanita agar bisa setara. Kini, kita bisa menjadi pendamping dan sejarah bersama laki-laki untuk membangun Indonesia tercinta dari segala aspek,” ungkap Diana.
Sepanjang perjalanan kariernya, Diana dikenal sebagai sosok yang sangat teliti dalam merancang kebijakan pembangunan. Baginya, membangun sebuah negara tidak hanya soal menyusun beton dan aspal, tetapi juga tentang bagaimana manfaat dari infrastruktur tersebut dapat dirasakan hingga ke generasi mendatang. Ia menekankan bahwa setiap langkah yang diambil oleh para pemimpin perempuan harus memiliki makna dan kegunaan nyata guna mendukung keberlanjutan hidup masyarakat luas.
Ketulusan Diana dalam mengabdi juga terlihat dari pandangannya mengenai eksistensi (keberadaan) perempuan di ruang publik. Ia percaya bahwa perempuan tidak berkembang sendirian, melainkan melalui ekosistem yang saling mendukung. Kehadirannya di jajaran pemerintahan bukan sekadar simbol, melainkan sebuah pengingat bahwa perempuan memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mengelola sektor teknis yang selama ini sering dianggap sebagai dominasi kaum pria.
Menutup pernyataannya, Diana berharap agar semangat pemberian apresiasi terhadap perempuan ini terus berlanjut dan berkembang menjadi sebuah gerakan yang memberikan manfaat luas bagi tanah air. Ia meyakini bahwa dengan kolaborasi yang harmonis antara laki-laki dan perempuan, visi Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera akan lebih cepat terwujud melalui kerja keras yang dibarengi dengan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. (gdi)




