​Dedikasi Annisa Pohan Yudhoyono untuk Keluarga dan Kesehatan Jantung Indonesia

Sejak resmi dilantik sebagai Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) masa bakti 2024–2029 pada 1 November 2024, Annisa membawa angin segar dalam kampanye pencegahan penyakit jantung di Indonesia. (Foto : Desi)

WANITAINDONESIA.CO — ​Tak hanya dikenal sebagai publik figur, sosok Annisa Larasati Pohan, S.E., M.M. selalu berhasil mencuri perhatian masyarakat. Wanita kelahiran Boston, Amerika Serikat ini menjadi figur perempuan inspiratif yang menyelaraskan peran domestik dengan pengabdian sosial yang berdampak luas. Sejak resmi dilantik sebagai Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) masa bakti 2024–2029 pada 1 November 2024, Annisa membawa angin segar dalam kampanye pencegahan penyakit jantung di Indonesia.

​Dalam acara peluncuran KAMPANYE NASIONAL HARI JANTUNG SEDUNIA 2026: “DON’T MISS A BEAT” yang digelar melalui konferensi pers di Kantor YJI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (23/9/2026), Annisa menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat mengenai penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD) yang kerap menjadi silent killer.

Di bawah kepemimpinannya, YJI mengusung komitmen untuk tidak sekadar menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, melainkan aktif turun langsung melalui aksi jemput bola. Beliau percaya bahwa deteksi dini tidak boleh menunggu orang datang ke rumah sakit, melainkan harus hadir lebih dekat ke komunitas, tempat kerja, hingga daerah-daerah yang selama ini jarang tersentuh layanan kesehatan.

Baca Juga :  Teh Manis Hangat Bisa Cegah Serangan Jantung

​Melalui layanan pemeriksaan kardiovaskular keliling secara gratis, istri dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini menjelaskan bahwa YJI menyediakan fasilitas pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga penggunaan alat echo portable untuk menjangkau masyarakat umum.

Foto : Desi

Selain itu, YJI meluncurkan program skrining penyakit jantung rematik (PJR) yang menargetkan 8.000 anak dan remaja di berbagai wilayah Indonesia. Tak berhenti pada pengumpulan data, YJI memberikan solusi nyata berupa rujukan medis dan bantuan pengobatan gratis bagi pasien anak dari keluarga prasejahtera, khususnya penderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

Baca Juga :  Aston Kartika Grogol Hadirkan “Stay & Sweet Getaway”: Liburan Manis untuk Keluarga Tercinta

​Dalam setiap kesempatan, ibu dari Almira Tunggadewi Yudhoyono dan Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono ini tak pernah lelah menyuarakan ajakan Panca Usaha Jantung Sehat yang disingkat SEHAT, yaitu Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hadapi dan atasi stres, Awasi tekanan darah, serta Teratur berolahraga. Pesan kesehatan ini bukan sekadar narasi organisasi, melainkan prinsip hidup yang ia terapkan secara personal.

Annisa menceritakan bagaimana pengalaman pengawasan tekanan darah secara rutin saat menjalani masa kehamilan menjadi pelajaran berharga baginya tentang betapa vitalnya deteksi dini. Kesadaran akan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular tersebut menjadi landasan utama baginya dalam menjaga kesehatan keluarga kecilnya.

​Perannya sebagai seorang ibu semakin memperkuat naluri keibuannya saat turun ke lapangan. Rasa empati yang mendalam terpancar saat ia berinteraksi langsung dengan pasien-pasien anak penderita PJB. Beliau mengungkapkan rasa harunya setiap kali bertemu dengan anak-anak penderita PJB yang harus berjuang keras demi memiliki harapan untuk sembuh dan meraih cita-cita mereka.

Baca Juga :  Peringati Hari Ibu, Keluarga Besar Wirawati Catur Panca Bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Kunjungi 6 Tokoh Pejuang Perempuan

Bagi Annisa, setiap anak Indonesia berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat. Nilai-nilai kasih sayang yang ia curahkan di rumah kini meluas menjadi energi besar untuk merangkul ribuan anak-anak di seluruh pelosok negeri. Melalui dedikasinya di Yayasan Jantung Indonesia serta kehangatannya dalam membina rumah tangga, Annisa Pohan Yudhoyono membuktikan bahwa ketulusan, kepedulian sosial, dan peran sebagai seorang ibu dapat berjalan seiring untuk menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat Indonesia. (Des)