DBS BERSIAP Muliakan Disabilitas Masuk Industri Kerja

Ki-ka : CEO & Founder Konekin Indonesia, Marthella Sirait, peserta program DBS BERSIAP, Ketua Tim Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Sains, dan Teknologi RI, Dewi Wulandari, Callan Rahmadyvi Triyunanto, peserta terbaik, dan Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika. Foto: Istimewa.

WANITAINDONESIA.CO, Jakarta – Sejak pertama diluncurkan DBS BERSIAP terus memberikan dampak nyata bagi para pesertanya masuk dunia kerja dengan dukungan keterampilan, kepercayaan diri, dan semangat baru.

Program DBS BERSIAP merupakan implementasi nyata dari pilar keberlanjutan Bank DBS Indonesia yang ketiga “Impact Beyond Banking (menciptakan dampak melalui, serta melampaui lingkup perbankan, dalam perjalanannya untuk menjadi Best Bank for a Better World. Pilar dilandasi oleh dua fokus yaitu mengakselerasi inklusivitas, dan menyediakan kebutuhan dasar, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Sejumlah alumni tahun sebelumnya sukses berkarir di dunia kerja, baik di sektor swasta, serta lembaga publik, dan mereka terus mengembangkan karirnya secara mandiri. Capaian ini menjadi bukti bahwa dengan kesempatan, dan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas memiliki potensi besar, untuk berkontribusi secara profesional.
Program DBS BERSIAP kembali menorehkan langkah penting dalam upaya mewujudkan dunia kerja yang inklusif, lewat “Graduation DBS BERSIAP 2025”.

Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran, sebanyak 50 peserta dari berbagai ragam disabilitas dinyatakan resmi sebagai alumni program, dan siap berkontribusi di dunia kerja dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan semangat baru.

Prosesi kelulusan dihadiri oleh Head of Group Strategic Marketing & Communications PT. Bank DBS Indonesia, Mona Monika, CEO & Founder Konekin Indonesia, Marthella Sirait, Ketua Tim Pembelajaran, Perwakilan Direktorat Pembelajaran Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dewi Wulandari, serta para lulusan dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Bersama Menko PM, PNM Bangun Kemandirian Disabilitas Lewat Rumah Inklusif Kebumen

Data United Nations Indonesia menunjukkan terdapat 38,8 juta penduduk Indonesia yang tergolong sebagai penyandang disabilitas. Data Kementerian Ketenagakerjaan 2024 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Penyandang Disabilitas baru mencapai 20,14 persen.
Data ini menunjukkan masih terbatasnya akses penyandang disabilitas terhadap dunia kerja. Ini alert bagi semua pihak untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, dan setara.

Menjawab tantangan tersebut, program DBS BERSIAP kolaborasi Bank DBS Indonesia dengan Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin) terus berlanjut. Bertujuan untuk membekali anak-anak muda Indonesia penyandang disabilitas, dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.
Sejak diluncurkan di 2024, DBS BERSIAP terus berkomitmen untuk menghadirkan pelatihan yang relevan, aksesibel , dan berdampak nyata.

Mona Monika menjelaskan, “Kolaborasi lewat program DBS BERSIAP menunjukkan untuk menciptakan dunia kerja yang inklusif adalah tanggung jawab bersama. Kami percaya, Inklusi tidak berhenti pada pembukaan akses, tetapi juga pada upaya membangun lingkungan yang benar-benar memahami kebutuhan beragam individu.”

“Lewat pendekatan pelatihan yang disesuaikan dengan potensi peserta disabilitas, kami ingin membantu mereka jadi lebih siap untuk memasuki dunia kerja yang kompetitif, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa penyandang disabilitas memiliki kapasitas yang luar biasa untuk berkontribusi, “tambahnya.

Baca Juga :  Goresan Cantik Jemari Anak Disabilitas Buktikan Kreativitas Tanpa Batas

Program merupakan langkah nyata untuk menjembatani dunia pendidikan, pelatihan, dan kesempatan kerja yang lebih setara.
Selama 1,5 bulan, peserta yang terdiri dari mahasiswa, dan fresh graduate penyandang disabilitas mendapatkan pembekalan berbagai topik pelatihan. Mulai dari etika kerja, literasi keuangan, dan investasi hingga pola komunikasi di lingkungan profesional.

Tak kalah menarik, mereka juga dibekali dengan keterampilan yang relevan dengan tren kebutuhan pasar kerja saat ini. Seperti pemanfaatan teknologi Generative AI untuk meningkatkan produktivitas, serta dasar-dasar penggunaan Microsoft Excel untuk mendukung analisis data di tempat kerja.

Salah satu peserta terbaik DBS BERSIAP, Callan Rahmadyvi Triyunanto mengajak Ari Lastina, Head of, Cards and Loan Business PT Bank DBS Indonesia, dan Riany Agustina, VP of Impact Beyond Banking, PT Bank DBS Indonesia berlatih bahasa isyarat.
Foto: Istimewa

DBS BERSIAP Selaras Program Pemerintah 2025

Tahun Ini sebanyak 50 peserta telah mengikuti rangkaian sesi mentoring , dan workshop yang dipandu langsung oleh 80 karyawan Bank DBS Indonesia sebagai mentor, dan fasilitator.
Dalam kegiatan ini, para mentor berbagi wawasan, pengalaman, dan keahlian untuk membantu peserta mengembangkan potensi diri, dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program sukarelawan karyawan Bank DBS Indonesia “People of Purpose”, di mana karyawan didorong untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui melalui kontribusi berbasis layanan, serta keahlian.

Baca Juga :  CIX selesaikan lelang portfolio kredit karbon sukarela berbasis alam pertama di dunia dengan perusahaan global terkemuka

Program DBS BERSIAP juga sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah 2025 yang menempatkan kesetaraan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas sebagai prioritas nasional, termasuk akses peningkatan pekerjaan, pelatihan keterampilan, dan pembangunan infrastruktur yang ramah disabilitas.

Pada prosesi kelulusan, peserta diajak mengikuti dua sesi pembelajaran lanjutan Career Panel Discussion “Bangun Personal Branding, dan Raih Karir Impian, serta Interactive Inclusive Session “Belajar Bahasa Isyarat Bersama Teman Tuli”.
Career Panel menghadirkan perwakilan Bank DBS Indonesia, fasilitator, serta alumni BERSIAP. Mereka berbagi pengalaman tentang cara membangun personal branding yang inklusif, menyusun CV, dan portofolio hingga menghadapi wawancara kerja dengan percaya diri.

Sesi pembelajaran bahasa isyarat dipandu oleh Teman Tuli Callan Rahmadyvi Triyunanto. Dia merupakan salah satu peserta terbaik program DBS BERSIAP.
Momen ini memberikan pemahaman baru bagi peserta untuk memahami pentingnya komunikasi yang setara di lingkungan kerja.

“Sebagai mitra pelaksana, Konekin berperan penting dalam merancang kurikulum, mendampingi peserta, serta memastikan seluruh proses berlangsung secara aksesibel, dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan disabilitas. Lewat kolaborasi Konekin, dan Bank DBS Indonesia, kami berharap dapat mendorong lebih banyak pihak, untuk turut serta membangun masyarakat adil, dan berdaya, demi mewujudkan #MenujuIndonesiaInklusif, “pungkas Marthella Sirait.