WANITAINDONESIA.CO – Dompet Dhuafa gelar Konsolidasi Relawan Nasional (KRN) 2035 di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara pada Jumat (07/11/2025).
Dompet Dhuafa membuka KRN 2025 di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah. Sebanyak 110 peserta dari 28 provinsi yang berasal dari Aceh hingga Papua.
Acara berlangsung selama tiga hari. Mulai dari Jumat (07/11/2025) hingga Minggu (09/11/2025).
Para peserta menginap di rumah warga yang telah bermitra dengan Dompet Dhuafa. Hal ini bertujuan untuk memperkuat peran serta kerelawanan dalam hubungannya masyarakat, karena relawan adalah masyarakat dan mereka juga harus berkontribusi untuk masyarakat.
Para peserta menerima bekal ilmu transformatif yang meliputi penanggulangan kebencanaan, pelayanan sosial, dan pelayanan dakwah. Hal ini merupakan inti semangat Dompet Dhuafa.
Melalui acara ini Dompet Dhuafa mempertunjukan aksi penanggulangan bencana yang komprehensif: Disaster Management Center (DMC) unjuk gigi dengan Collapse Structure Search and Rescue (CSSR), Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) dengan pelayanan dapur keliling dan layanana pemulasaraan jenazah, dan Corps Dai Domper Dhuafa (Cordofa) dengan pelayanan bimbingan rohani/spiritual.
“Semoga tiga hari ke depan kegiatan ini bermanfaat. Karena tanpa relawan, Dompet Dhuafa tidak ada artinya. Tanpa relawan, kita tidak bisa menebar manfaat dan kebaikan,” ujar Deputi Direktur II Program Sosial, Kemanusiaan dan Dakwah Dompet Dhuafa, Siti Rusmiyati dalam sambutannya.
Pada hari kedua peserta dan Dompet Dhuafa akan merumuskan pedoman kerelawanan yang dibimbing oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pedoman ini nantinya menjadi rujukan hingga prinsip semangat dan tindakan kerelawanan. Baik untuk Domper Dhuafa maupun untuk kerelawanan secara umum.
DI hari ketiga, para peserta bersama tim Dompet Dhuafa melakukan berbagai aksi sosial mulai dari bersih-bersih jalanan, bersih-bersih masjid dan pelayanan medis gratis.

“Alhamdulillah berkat relawan-relawan hebat dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri, yang satu diantaranya adalah yang sangat niat perannya adalah Dompet Dhuafa,” ucap Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar dalam sabutannya.
“Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa, karena kita bicara urgensi (kerelawanan) itu sangat-sangat urgensi. Saat terjadi gempa (atau bencana) yang paling pertama hadir (membantu) adalah relawan,” lanjutnya.
Dengan berlangsungnya KRN 2025 diharapkan menjadi ikhtiar ID Humanity Dompet Dhuafa dalam meningkatkan kapasitas dan memperkuat solidaritas relawan yang tersebar di seluruh Indonesia. (adv)