
WANITAINDONESIA.CO — Siapa sangka, lembaran kertas biasa yang dirangkai secara presisi bisa bertransformasi menjadi karya seni tiga dimensi bernilai tinggi hingga mencetak omzet senilai 2.000.000.000 rupiah. Berawal dari usaha skala kecil, PT Ika Cipta Harmoni atau Ichinogami Papercraft Expert berhasil mencatatkan lonjakan pertumbuhan hingga 400 persen. Keberhasilan menembus pasar bisnis ke bisnis (B2B), badan usaha milik negara, hingga instansi pemerintah ini menjadi bukti nyata bagaimana inovasi kriya kertas ramah lingkungan mampu memikat perhatian pasar secara luas.
Langkah lompatan bisnis Ichinogami tidak terlepas dari dorongan berkelanjutan yang diberikan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya bersama Hub Usaha Mikro Kecil Jakarta Raya. Melalui bantuan mesin cetak mutakhir dan pendampingan manajemen keuangan yang terstruktur, kapasitas produksi usaha ini melonjak drastis dari 10.000 unit menjadi 100.000 unit per bulan. Sertifikasi standar nasional Indonesia keamanan mainan anak yang difasilitasi PLN semakin memperkuat kepercayaan para mitra usaha.
Pendiri Ichinogami Papercraft Expert, Putri Ayu Pratami, mengungkapkan bahwa dukungan tersebut menjadi titik balik penting dalam perjalanan operasional perusahaan. Kemandirian produksi yang kini dimiliki membuat alur pengerjaan menjadi jauh lebih cepat dan efisien.
“Sebelumnya kami sangat bergantung pada vendor percetakan luar sehingga waktu pengerjaan lambat dan biaya produksi tinggi. Berkat dukungan mesin cetak dari PLN UID Jakarta Raya dan pendampingan Hub UMK Jakarta Raya, kami kini lebih mandiri secara operasional, mampu melayani pesanan small batch (kelompok kecil) dengan lebih cepat, dan dipercaya oleh lebih dari 40 klien korporasi aktif,” ujar Putri Ayu Pratami.
Di samping penguatan kapasitas produksi, nilai unggul dari kriya kertas tiga dimensi ini terletak pada komitmennya terhadap lingkungan. Seluruh produknya memanfaatkan 100 persen kertas ramah lingkungan (eco paper) yang telah mengantongi sertifikasi internasional Programme for the Endorsement of Forest Certification dan Forest Stewardship Council. Inovasi hijau juga diterapkan dengan mengubah buku panduan cetak menjadi kode respons cepat (QR code) interaktif yang menghemat hingga 50.000 lembar kertas setiap tahun, memanfatkan sisa lokakarya menjadi karya seni baru, serta menyiapkan program pengembalian kemasan bekas.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa pola pembinaan yang diterapkan fokus pada kemandirian dan penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha lokal.
“Bagi kami, keberhasilan pembinaan bukan hanya ketika bantuan diberikan, tetapi ketika UMK mampu berkembang, semakin mandiri, dan memiliki daya saing. Ichinogami menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Ini menjadi contoh bagaimana inovasi dan prinsip keberlanjutan dapat menciptakan nilai tambah bagi usaha,” jelas Moch. Andy Adchaminoerdin.
Komitmen berwawasan lingkungan ini mengantarkan Ichinogami menjadi salah satu pionir yang berhasil menyusun Laporan Keberlanjutan Mandiri berlandaskan Panduan LESTARI, sekaligus menjadi kandidat unggulan PLN Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Awards 2026 untuk kategori Usaha Mikro Kecil Terbaik.
Kisah perjalanan Ichinogami membuktikan bahwa ide kreatif yang dipadukan dengan prinsip kelestarian lingkungan serta pengelolaan manajemen yang tepat sanggup membuka jalan menuju kesuksesan finansial yang luar biasa. Kiranya rekam jejak inspiratif ini dapat menjadi pemicu semangat bagi para pelaku usaha kreatif di seluruh tanah air untuk terus berinovasi, berani melakukan transformasi hijau, dan membuktikan bahwa produk kriya lokal mampu bersaing di pentas industri nasional. (Gdi)




