
WANITAINDONESIA.CO – Di saat himpitan ekonomi yang kian sulit sebagian masyarakat jelata bertahan dengan menjual perak miliknya.
Setahun belakangan Media sosial dipenuhi dengan postingan video transaksi jual-beli perak secara COD di berbagai daerah di Indonesia seperti Jobedetabek, Jawa-Barat,Jawa Tengah, Jawa Timur, Pontianak, dan Bali. Toko Emas klasik Sriwijaya & Omega di Caruban, Jawa Timur, Puntisuri Pontianak hingga Raja Emas yang outletnya tersebar di berbagai kota besar Indonesia berlomba-lomba menarik gairah masyarakat agar menjual perak miliknya dengan tawaran harga terbaik.
Sejak fenomena naiknya harga perak, masyarakat menjadi sangat diuntungkan. Mereka mendadak “kaya” setelah menjual perak miliknya.
Tertarik dengan fenomena tersebut Wanitaindonesia.co terjun langsung melakukan transaksi untuk turut merasakan euforia masyarakat kecil.
Banyaknya tayangan/utas video memperlihatkan beragam momen transaksi COD perak, dilakukan Ayu di sejumlah fasilitas umum.
Endingnya beragam perhiasan seperti cincin, kalung, gelang, sirkam (penahan rambut) tusuk konde, sisir juga ada koin Belanda bergambar Ratu Willhemina hingga peranti saji seperti piring, mangkuk, cangkir, hingga bokor diubah menjadi uang tunai dengan nilai transaksi terkecil ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Terdengar doa dari pembeli agar rezeki yang didapat keduanya menjadi berkah, yang kemudian disambut ucapan terima kasih penjual dengan getar suara bahagia.
Yang menarik dari tangkapan video tersebut sebagian besar penjual perak adalah rakyat jelata, dengan beragam profesi sebagai ojol, buruh, IRT bahkan bocil. Mereka mencoba peruntungan akan benda yang ditengarai sebagai perak dengan satu asa, pulang dengan membawa banyak uang.
Euforia cuan perak disebabkan pengaruh krisis global serta naiknya harga perak. Dahulu perak kerap dipandang sebelah mata, karena nilainya jauh di bawah emas. Paska kelangkaan emas, perak dianggap sebagai logam alternatif karena fleksibilitasnya. Selain dijadikan perhiasan, peranti saji maupun alat pembayaran, industri manufaktur dunia membutuhkan perak dalam jumlah yang sangat besar.
Perak merupakan logam konduktor listrik yang memiliki panas terbaik. Sifatnya reflektif, dan antibakteri. Hampir semua teknologi modern serta semua sektor energi hijau sangat tergantung kepada perak yang dijadikan sebagai material.

Kode Yang Dipalsukan
Turut merasakan fenomena perak yang menjadi produk dagangan seksi, Wanitaindonesia.co menelusuri lebih jauh ihwal bisnis perak yang dilakukan oleh perorangan maupun unit usaha besar seperti toko emas.
Dibantu kerabat, Wanitaindonesia.co janjian dengan pembeli yang menamakan usahanya tersebut Ayu Silver.
Ayu Silver di akun Tiktok Ayu.Silver kerap memposting hasil transaksi pembelian perak dalam bahasa sederhana namun mendalam. Berbagai bentuk perhiasan seperti cincin, kalung, gelang, juga koin, hingga peralatan rumah tangga bermaterial perak diperlihatkan di tayangan, kemudian wanita muda dengan vibes positif itu akan mengeluarkan batu gosok serta air keras penguji perak.
Perhiasan, koin atau barang yang hendak dijual kemudian di tes. Salah satu sisi atau bagian ujung digosokkan ke permukaan batu. Tak hanya satu ada 4 hingga lima cincin. Agar tak tertukar, perhiasan yang telah digores ke permukaan batu akan disusun menyesuaikan dengan urutan.
Langkah selanjutnya, Ayu menuangkan cairan penguji perak yakni acid satu sebanyak satu hingga 2 tetes kemudian menambahkan larutan acid 2. Tak lama terlihat beragam reaksi. Ada hasil goresan logam yang hilang tak berbekas, ada pula yang terlihat putih tapi tak ada yang mengapung di permukaan dikenal sebagai alpaka. Jika berubah hijau itu pertanda tembaga.
Namun Ayu, dan penjual akan bungah saat hasil gosokkan bereaksi dengan tampilan warna putih kental yang sebagian mengapung. “Yeah….ini pertanda barangnya perak murni. Barang yang bukan perak akan dikembalikan langsung ke penjual. Sedangkan untuk perak jika berupa perhiasan dengan hiasan batu, batunya akan dicopot mengunakan peralatan berbeda. Untuk cincin yang diikat dengan teknik ikatan gigi bajing, ujung ikatannya akan dijepit, dan ditarik hingga batu terlepas memakai gunting kuku.
Sedangkan yang dilem, bagian bawah cincin yang tembus ke batu akan dimasukkan ke dalam ring sizer (alat pengukur cincin) kemudian dengan bantuan obeng kecil, dia akan mengetuk-ngetuk bagian bawah batu tersebut menggunakan palu hingga batunya lepas.
Tugas berikut, Ayu akan menimbang jumlah perak memakai timbangan digital kecil. Bila tak banyak yang ditimbang, perhiasan atau koin diletakkan langsung di permukaan timbangan. Namun bila jumlahnya terlihat banyak, semuanya akan dimasukkan ke dalam gelas plastik agar tak berceceran.
Setelah ditimbang kini proses penghitungan harga penjualan dengan mengalikan total berat perak dengan nominal harga perak di kisaran antara Rp.20.000 hingga Rp. 25.000. Kemudian berlanjut ke proses penyerahan uang hasil penjualan.
“Mau tahu harga pergram perak murni yang ditetapkan Ayu? kadar perak tinggi kisaran 925, 99,9 persen dihargai flat Rp. 25.000, sedangkan kadar perak rendah 75, 80 persen dikisaran Rp.20.000.
Endingnya yang paling banyak disukai penjual, dan penonton, Ayu akan membayar tunai dengan lembaran uang puluhan ribu atau nominal seratus ribu rupiah yang disusun menyerupai bentuk kipas. Terlihat jumlah uang yang cukup besar disertai ucapkan pembeli “Lancar terus bosku! Semoga berkah rezekinya. Kemudian dijawab oleh penjual “Amin alhamdulillah. Terima kasih.

Bahagia Bisa Jadi Anugerah
Selama proses COD berlangsung dari uji perak hingga transaksi tunai, Ayu akan mengabadikan momen-momen tersebut yang pada hari berikutnya akan diunggah di medsos miliknya Tiktok Ayu.Silver.
Video saat bertransaksi perak hampir setiap hari dibagikannya. Terbukti lewat strategi bisnis COD, minat masyarakat untuk menjual perak mengalami peningkatan signifikan.
Wanitaindonesia.co tertarik untuk melakukan janji jual- beli sekaligus wawancara. Bermodal perak koleksi, ditentukan melting potnya di sekitaran stasiun kereta api Karet pukul 15.00 WIB.
Saat bertemu tampilan Ayu tak terlihat seperti pengepul yang lazim dijumpai di kaki lima. Perempuan energik ini terlihat sangat percaya diri. Berpenampilan modis mengenakan blus dengan padanan jeans cutbray.
Tasnya stylish tapi bukan berisi tablet, laptop atau peralatan makeup, melainkan batu penguji perak, cairan penguji perak, timbangan digital, hasil cod perak dengan berbagai bentuk, dan ukuran serta uang tunai dalam jumlah besar. Yang membuat kaget, dia datang sendiri menemui orang yang baru dikenalnya untuk bertransaksi.
Karena tak confidence untuk melakukan transaksi di area Stasiun maupun area terbuka umum, Wanitaindonesia.co mengajak Ayu melipir ke Rumah Makan Padang dekat Stasiun Karet.
Inipun setelah kami melakukan survei soal kepadatan pengunjung dengan mempertimbangkan aspek keamanan.
Ayu surprised karena belum pernah menjumpai pembeli yang meminta di tempat komersil. “Biasanya aku COD di di dalam stasiun, atau di taman. Lokasinya di area publik yang kerap dilewati orang. Aku jongkok saja bersama penjual.”
Selama melakukan COD di dalam stasiun serta ruang terbuka di dekat stasiun, aku belum pernah ditegur maupun dilarang. Aku usahakan tak terlalu mencolok, dan mengganggu penumpang.
Menurut Ayu setelah rutin mengupload COD perak, ia banyak mendapatkan pesan dari masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Mereka tertarik untuk menjual perak miliknya.
Untuk meningkatkan hasil pembelian perak, Ayu bekerja dengan tiga sistem yakni COD, transaksi di rumahnya di kawasan Bekasi dimulai setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 10.00 kemudian lanjut malam hari mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Transaksi di rumah umumnya dilakukan bagi masyarakat Bekasi, dan sekitarnya. Atau bila ada penjual yang memiliki peralatan masak maupun saji perak dalam jumlah banyak, yang tak memungkinkan bila dilakukan di tempat umum.
Khusus untuk penjual perak yang berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Jawa Timur, dan Jawa Tengah, Ayu menerapkan sistem pembelian amanah dengan pengiriman. Penjual tak perlu ragu untuk mengirimkan perak mereka ke alamat rumahnya di Bekasi.
Proses cek perak dilakukan transparan lewat video.
Jika ada barang yang dikirim ternyata bukan perak serta batuan dari perhiasan perak yang telah dicopot, akan dikirimkan kembali ke penjual.
Transaksi dilakukan lewat transfer setelah proses jual beli selesai.
Lantas perak apa saja yang dibeli Ayu? Apapun itu jenisnya kecuali perak granul (perak murni kadar 99,9 persen berbentuk butiran kecil).
Yang penting ada kandungan peraknya. Tak bermasalah bila bentuknya sudah rusak, jelek sudah terpotong-potong, patah, penyok tak berbentuk serta menghitam, pastinya akan dibeli Ayu dengan harga yang bagus.
Ketika melakukan uji perak dengan perhiasan yang di bawa oleh Wanitaindonesia.co, hasilnya mengecewakan. Ciri perak yang lazim ditandai dengan stempel, warna khas serta oksidasi tak menjamin bahwa perhiasan tersebut adalah perak!.
Nyata dua gelang dengan cap 295 tersebut palsu! Selain ada juga bagian tertentu seperti pengait, pinggiran gelang atau kalung yang materialnya ternyata bukan terbuat dari perak. Selain itu ada pula perhiasan yang di bagian tertentu terbuat dari perak sedangkan bagian lainnya yang teksturnya keras tak mengandung perak.
Penting bila pembaca Wanitaindonesia.co hendak membeli atau berinvestasi perak hanya membeli di toko terpercaya, ada surat atau sertifikatnya. Jangan mudah percaya klaim pedagang ya!
Agar tak sia-sia sebelum transaksi, Ayu mewajibkan penjual untuk mengirim foto atau video barang yang hendak dijual.
Maklum saja karena harganya sedang tinggi, transaksi mudah, dan cepat sebagian masyarakat sering halu.
Mereka kerap menganggap material logam yang serupa perak seperti alpaka atau perak nikel yang merupakan campuran logam tembaga, nikel, dan seng. Atau logam berlapis perak yang desainnya dibuat menyerupai barang perak, dan dianggap mengandung perak tinggi.

Sensasi Seksi Perak
Karenanya ujicoba perak, wajib dilakukan dengan memakai air keras. Agar tak terperdaya, khusus untuk peralatan rumah tangga, Ayu akan melakukan dobel cek. Setelah di tes dengan air keras, Ayu akan memotong barang perak menjadi dua atau hingga beberapa bagian.
Ini dilakukan untuk mengecek material di dalamnya. Menurut Ayu peralatan rumah tangga jarang mengandung perak murni. Umumnya dicampur dengan logam lain seperti tembaga.
Tujuannya jelas agar produk yang diproduksi terlihat kokoh, kuat serta tidak mudah penyok dikarenakan hendak digunakan untuk aktivitas sehari-hari secara berulang. Oleh karenanya khusus untuk peralatan rumah tangga, Ayu menyarankan agar ada kode perak di belakangnya seperti 800 untuk buatan lokal serta kode angka 20,40,90, dan 100 khusus pada peralatan makan merek Gero buatan Belanda serta beberapa kode lainnya seperti gambar hewan.
Namun Ayu tak akan menolak, bila peranti yang akan dijual tak ada kode khusus tersebut. Karena pada produk perak vintage, sebagian tak mencantumkan kode. Asal terlihat proses oksidasi, warnanya mengarah ke perak serta memiliki desain yang khas, Ayu dengan senang hati akan menguji kadar peraknya.
“Dari seluruh hasil pembelian, keseluruhan perak yang berhasil aku kumpulkan akan dilebur dijadikan perak batang. Karenanya aku selalu antusias dengan tiga konsep transaksi yang aku jalankan.”
“Bertemu dengan pelanggan serta pembeli baru senantiasa membuat energiku selalu berlimpah. Layaknya seperti keluarga, kami intens berkomunikasi. Cerita asal-usul koleksi sering membuatku merasa terkesan.”
“Bagaimana tidak, perak berupa sendok, mangkuk berukuran sedang, sumpit, tempat tisu yang sudah tertimbun lama di lemari kayu usang, bentuknya itu kan terlihat tak menarik. Hitam dikarenakan proses oksidasi.”
“Karena dianggap tak memiliki nilai, barang-barang usang tersebut hendak dijual ke pembeli barang rongsok. Bahkan ada sebagian pemilik yang hendak membuangnya begitu saja, “terang Ayu.
“Beruntung mereka rajin melihat unggahanku di Tiktok, kemudian terinspirasi untuk mengetahui lebih dalam kandungan perak pada barang-barang usang di rumah.”
“Barang yang awalnya dipandang sebelah mata kemudian dibersihkan memakai sabun, dan spons lembut. Ada juga yang melakukan tes kadar perak menggunakan cairan kimia, “beber Ayu.
“Terbukti perak yang berpenampilan tak menarik tersebut nilainya tembus hingga puluhan juta rupiah!
Ayu bersyukur karena bisa menjadi penyalur rezeki dari Allah ke masyarakat. Hal yang tak kalah menyenangkan ia mendapatkan circle pertemanan. Bertambah teman baik tentunya akan menambah besar peluang hadirnya rezeki baru, usia yang berkah serta hal-hal positif lainnya.
“Selama melakukan transaksi, aku selalu dipertemukan dengan banyak orang-orang baik.
Ini menepis anggapan akan keselamatanku karena harus sendirian bertransaksi langsung dengan orang yang tidak dikenal, di area publik, kerap berpindah-pindah tempat, “terangnya.
Terlebih keseluruhan aktivitas tersebut menggunakan transportasi umum. Di dalam tas tersimpan uang tunai dalam jumlah besar serta produk perak yang sangat berharga. Risikonya sangatlah besar, terutama ihwal keamanan diri. “Alhamdulillah selama bertransaksi semuanya lancar, dan aman-aman saja.”

Kelebihan Bayar & Koleksi Istimewa
Ayu menceritakan pengalaman tak menyenangkan, bikin sesak. Salah seorang penjual perak mendapat pembayaran yang lebih besar dari uang yang seharusnya dia terima.
“Waktu itu transaksi ditangani adikku. Ia hendak aku didik menjadi pembeli perak handal. Ketika melakukan tes kadar perak serta proses penimbangan aku lakukan sendiri. Namun dikarenakan ada transaksi di tempat lain yang waktunya berdekatan, aku buru-buru pergi, dan mempercayakan kepada adikku.”
Bokor perak kusam yang setelah ditimbang, dan dihargai satu juta rupiah, nilainya jadi bertambah besar Rp.1.700.000. “Hal ini dikarenakan adikku tak cermat menghitung uangnya. Berharap ibu penjual itu jujur, Ayu ternyata harus mengikhlaskan kelebihan pembayaran tersebut, di karenakan nomor hape ibu tersebut sudah tidak bisa dihubungi, “kenang Ayu.
Namun demikian dirinya merasa bersyukur, karena lebih banyak mendapat pengalaman serta interaksi yang menyenangkanu dengan para penjual.
“Tujuanku mulia, ingin membantu masyarakat di tengah jeratan krisis ekonomi yang seolah tak berkesudahan. Masyarakat yang memiliki barang perak, apapun jenisnya kecuali perak granul Mereka bisa menjualnya langsung atau lewat pengiriman tanpa proses yang berbelit-belit, juga tanpa perasaan sungkan karena konsep transaksinya sangat merakyat. Selain itu aku juga berkeinginan buat mengumpulkan perak sebanyak-banyaknya, “beber Ayu.
“Pernah terjadi pada seorang bapak. Ia abai tak mengirimkan foto barang. Datang dari lokasi jauh dengan membawa sekresek cincin pria. Sekilas aku yakin bahwa ring pada cincin yang dibawanya tersebut bukan perak.”
“Tak hendak memutus asa, aku tetap menguji kadar perak pada sebagian cincin sembari edukasi singkat, ciri-ciri perhiasan perak yang bernilai ekonomi. Ternyata benar kesemua ring cincin yang dibawanya bukan terbuat dari material perak!”
“Beruntung ia memakai cincin yang setelah dites, ternyata mengandung perak kadar tinggi. Karena tak ingin pulang tanpa membawa uang buat keluarga di rumah, bapak tersebut akhirnya menjual cincin yang dipakainya. Alhamdulillah dia bisa tersenyum lega, pulang dengan membawa uang total 350.000 ribu rupiah.”
“Karenanya penting bagi penjual untuk mengirimkan foto, dan video singkat barang-barang perak yang akan dijual, guna memastikan bahwa barang tersebut berpotensi mengandung perak atau tidak. Kasihan kalau jauh-jauh sudah datang ternyata hasilnya nihil.”
Sebagai wanita, Ayu kerap terpikat akan keindahan produk perak yang dibelinya. Untuk desain yang indah dengan kadar perak tinggi umumnya berasal dari para bangsawan zaman dahulu. Rakyat jelata desain peraknya lebih sederhana. Andai memiliki motif hias bentuknya juga kurang elok dipandang. Untuk produk masa kini sebagian datang dari luar seperti Timur-Tengah. Di sana banyak diproduksi peranti saji maupun peralatan makan.
Agar keindahan perak dengan desain cantik tersebut abadi, Ayu tak akan meleburnya tapi disimpan sebagai barang koleksi. “Aku telah mendapatkan perak dengan desain unik seperti sepatu, ornamen hewan berujud bandul kalung, dan beragam hiasan dekoratif yang memiliki desain nan cantik, “tutupnya. (*)




