Cegah Stunting Melalui Pos Gizi

Pos Gizi upaya cegah stunting melalui 4 hal penting (Foto : Istimewa)

WanitaIndonesia.co, Jakarta – “Protein Hewani Cegah Stunting” menjadi tema Hari Gizi Nasional 2023.

Hal tersebut menjadi konsen bersama karena
23% bayi baru lahir mengalami stunting disebabkan ibu hamil mengalami kekurangan gizi dan anemia.

Setelah lahir, angka kejadian stunting meningkat signifikan pada usia 6-23 bulan, disebabkan kurangnya asupan protein serta pola asuh makan (parenting) yang tidak tepat.

Hal ini sejalan dengan hasil Studi Kasus Gizi Indonesia (SSGI) 2021 yang menunjukkan bahwa 47,5% Baduta (Bawah Dua Tahun) 6-23 bulan belum mengonsumsi makanan gizi seimbang, khususnya protein.

Selain permasalahan kurangnya asupan protein dan pola asuh, hingga kini permasalahan gizi di Indonesia masih terbilang kompleks. Ada tiga beban utama dalam menghadapi masalah gizi, yaitu stunting, wasting (kekurangan gizi) dan overweight (kelebihan gizi).

Sebagai upaya menangani permasalahan gizi di Indonesia, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa melalui kolaborasi pentahelix menggulirkan berbagai program dan kegiatan.

“Salah satunya melalui program Pos Gizi, yang bertujuan untuk mencegah stunting melalui pendekatan perubahan perilaku gizi yang baik. Pos Gizi mengajarkan
4 hal penting seputar perilaku pemberian makan, pengasuhan anak, kebersihan lingkungan dan pribadi, serta mencari pelayanan kesehatan, “Ujar drg. Martina Tirta Sari selaku Kepala LKC-DD Pusat.

drg. Martina menjelaskan sepanjang tahun 2022 LKC-DD telah melangsungkan program Pos Gizi di 11 titik yang tersebar di 9 provinsi di Indonesia. Aceh, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan 3 titik di Jawa Barat.

Sebelas titik ini telah berhasil mampu memulihkan anak-anak kurang gizi yang diidentifikasi di dalam masyarakat, memungkinkan keluarga mempertahankan status gizi anak di rumah masing-masing secara mandiri, dan mencegah kekurangan gizi pada anak-anak yang akan lahir kemudian dalam masyarakat.