Cara Tepat Cuci Buah dan Sayur Menurut Kepala Koki

Sebelum mencuci buah dan sayur sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut untuk memastikan tidak mengganggu kesehatan saat diolah dan dikonsumsi. gdi

WANITAINDONESIA.CO – Kesadaran akan gaya hidup sehat kini kian meningkat, salah satunya ditandai dengan tingginya konsumsi bahan makanan segar di tengah masyarakat. Namun, sebelum Anda mengolah buah dan sayuran segar tersebut menjadi hidangan yang menggugah selera, ada satu langkah awal wajib yang sama sekali tidak boleh ditawar, yaitu mencuci seluruh bahan pangan tersebut hingga benar-benar bersih. Langkah mendasar ini sangat krusial demi membebaskan asupan harian kita dari sisa kotoran, bakteri berbahaya, serta paparan zat kimia pembasmi hama (pestisida).

Sayangnya, meski terdengar sederhana, masih banyak orang yang belum memahami metode pembersihan yang saksama dan efektif. Menanggapi persoalan pelik tersebut, Kepala Koki HelloFresh, Michelle Doll Olson, membagikan sebuah rahasia dapur yang sangat praktis namun memiliki hasil yang luar biasa optimal. Langkah cerdas ini tidak membutuhkan cairan pembersih khusus berbahan kimia yang mahal, melainkan hanya memanfaatkan bahan alami yang biasa tersimpan rapi di dapur Anda.

“Anda selalu bisa menaruh sayuran dan buah-buahan di dalam mangkuk dengan beberapa sendok teh cuka,” ujar Michelle Doll Olson memberikan formula andalannya.

Baca Juga :  Sayur Lodeh Labu Telur Puyuh

Menurut penjelasan sang ahli masak seperti dikutip dari media eatingwell.com, penggunaan cuka yang telah diencerkan dengan air bersih terbukti sangat ampuh untuk menyapu bersih koloni bakteri yang menempel di permukaan luar buah dan sayuran. Campuran sederhana air dan cuka putih ini dinilai sudah lebih dari cukup untuk menyiapkan hidangan segar seperti selada ataupun menu sayuran pendamping lainnya.

Michelle Doll Olson menambahkan sebuah penegasan yang melegakan, bahwa ramuan tersebut akan membersihkan apa pun yang tidak ingin Anda makan. Guna memaksimalkan hasil pembersihan, penggunaan alat pengering sayur khusus dapat diterapkan pada sayuran berdaun, sementara sikat pembersih lembut bisa dipakai untuk merontokkan tanah yang membandel pada sayuran jenis umbi-umbian (sayuran akar).

Menariknya, koki profesional ini juga membeberkan sebuah trik tidak biasa yang sangat spesifik ketika menghadapi buah lemon. Selain mencuci bagian kulit luarnya, ia kerap menambahkan satu ritual unik sebelum memproses buah kuning segar tersebut ke dalam racikan menu masakan ataupun minuman segar musim panas.

“Saat saya menggunakan lemon dalam masakan, saya akan membakarnya di atas api terbuka, dan itu akan membakar lilin yang tidak ingin saya rasakan, dan membuat rasanya jauh lebih intens,” tutur Michelle Doll Olson membagi rahasia kelezatan masakannya.

Baca Juga :  Sayur Labu Siam

Melalui teknik pembakaran singkat di atas api langsung tersebut, lapisan lilin pengawet yang kerap menempel pada kulit lemon akan luruh seketika, sekaligus melepaskan kandungan minyak esensial alami yang membuat aroma dan cita rasa lemon menjadi berkali-kali lipat lebih kuat.

Di samping teknik pembersihan bahan pangan, Michelle Doll Olson juga mengingatkan pentingnya aspek kebersihan diri sebelum menyentuh makanan, sebuah prinsip dasar yang sempat ia peragakan secara langsung di hadapan publik dalam acara Festival Musik BottleRock di Napa Valley. Ia menekankan bahwa mencuci tangan dengan sabun adalah gerbang utama untuk mencegah terjadinya perpindahan bakteri secara tidak sengaja dari satu benda ke benda lain (kontaminasi silang). Melakukan pembersihan bahan pangan secara menyeluruh akan menjadi sia-sia jika kondisi tangan sang juru masak masih dalam keadaan kotor.

Langkah preventif lainnya yang wajib diperhatikan untuk menghindari ancaman penyakit yang ditularkan melalui makanan (penyakit bawaan makanan) adalah dengan memastikan buah dan sayur dicuci sebelum dipotong.

Baca Juga :  Sayur Daun Ubi Tumbuk

Memotong bahan makanan dalam kondisi kotor justru akan membuat kotoran dari kulit luar terbawa oleh mata pisau ke bagian dalam daging buah atau sayur yang berair, sehingga akan jauh lebih sulit untuk dibersihkan kembali. Hal ini juga berlaku pada penggunaan peralatan dapur seperti papan alas memotong (talenan) yang tidak boleh dipakai berulang kali sebelum dicuci bersih. Terakhir, cucilah selalu bahan pertanian segar Anda sesaat sebelum menyimpannya di dalam lemari es bersama bahan makanan lainnya agar kesegaran dan kebersihannya tetap terjaga dengan aman.

Menjaga kemurnian apa yang masuk ke dalam tubuh kita adalah bentuk investasi terbaik bagi kesehatan jangka panjang. Dengan meluangkan waktu sejenak untuk menerapkan langkah pembersihan yang tepat ini, Anda tidak hanya sedang menyajikan hidangan yang lezat di atas meja makan, melainkan juga tengah membentengi sistem kekebalan tubuh seluruh anggota keluarga dari ancaman penyakit yang tidak kasat mata. (Gdi)