Cantik, Cerdas, dan Hemat Energi: Tips Dapur Efisien ala Chef Igun Gunawan di Tengah Ancaman Krisis Global

WANITAINDONESIA.CO – Isu krisis energi global kini tak lagi terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Pemerintah pun mulai mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di rumah tangga. Menariknya, perhatian terhadap isu ini juga datang dari dunia kuliner. Technical Chef produsen tepung beras, Chef Igun Gunawan, berbagi tips sederhana namun berdampak besar untuk menghemat energi di dapur.

Bagi perempuan modern yang aktif mengurus keluarga sekaligus peduli pada masa depan, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah ruang kecil yang bisa memberi kontribusi besar terhadap efisiensi energi. Menurut Chef Gun—sapaan akrabnya—perubahan kecil dalam kebiasaan memasak bisa menjadi langkah nyata menghadapi ancaman krisis energi global.

“Banyak orang mengira krisis energi itu urusan pemerintah atau industri besar. Padahal, dapur rumah tangga juga punya peran penting. Cara kita memasak setiap hari sangat menentukan,” ujarnya.

Mulai dari Kebiasaan Sederhana

Chef Gun menyoroti kebiasaan yang sering terjadi di dapur: menyalakan kompor sebelum semua bahan siap. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi ternyata menjadi salah satu penyebab pemborosan LPG yang paling umum.

Sering kali, kompor sudah menyala sementara bahan masakan masih dipotong atau disiapkan. Tanpa disadari, gas terus terbuang percuma. Jika dilakukan setiap hari, dampaknya bisa cukup besar, baik bagi pengeluaran rumah tangga maupun konsumsi energi nasional.

Teknik Masak yang Lebih Efisien

Perempuan masa kini juga dituntut cerdas dalam mengelola waktu dan energi. Chef Gun menyarankan teknik sederhana seperti merendam bahan makanan sebelum dimasak. Cara ini dapat mempercepat proses pemasakan sekaligus mengurangi penggunaan gas.

Teknik tradisional yang selama ini dianggap biasa ternyata memiliki manfaat besar dalam efisiensi dapur. Dengan waktu memasak yang lebih singkat, penggunaan LPG pun menjadi lebih hemat.

Kompor Bersih, Hemat Gas

Selain kebiasaan memasak, kondisi peralatan dapur juga tak kalah penting. Kompor yang kotor atau burner yang tersumbat sisa minyak dan kuah masakan dapat membuat pembakaran tidak sempurna.

Ciri yang paling mudah dikenali adalah warna api. Api biru menandakan pembakaran optimal, sementara api kuning menunjukkan adanya masalah yang bisa menyebabkan gas terbuang sia-sia.

Perawatan kompor secara rutin bukan hanya membuat dapur lebih rapi dan higienis, tetapi juga membantu menjaga efisiensi energi di rumah.

Api Besar Bukan Berarti Lebih Cepat

Masih banyak anggapan bahwa api besar akan mempercepat masakan matang. Chef Gun menegaskan bahwa hal ini adalah mindset yang perlu diluruskan.

Api sedang justru lebih stabil, panas lebih merata, dan energi yang digunakan lebih efisien. Hasil masakan pun biasanya lebih sempurna, baik dari segi rasa maupun tekstur.

Perempuan, Dapur, dan Ketahanan Energi

Chef Gun percaya bahwa kekuatan rumah tangga Indonesia terletak pada kesadaran kolektif. Jika jutaan dapur di Indonesia mulai menerapkan pola memasak hemat energi, dampaknya akan sangat besar bagi ketahanan energi nasional.

Perempuan sebagai pengelola dapur memiliki peran penting dalam gerakan ini. Dari dapur yang sederhana, kontribusi besar bagi masa depan energi Indonesia bisa dimulai.

“Kita mungkin tidak bisa mengendalikan konflik dunia, tetapi kita bisa mengendalikan cara kita menggunakan energi di rumah. Dari dapur, perubahan besar bisa dimulai,” tutup Chef Gun. (wib)