BINUS School of Computer Science Raih Peringkat Kedua Terbaik Indonesia, Siapkan Generasi Muda Siap Hadapi Era AI

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dunia kerja digital kini berubah jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu.

WANITAINDONESIA.CO – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dunia kerja digital kini berubah jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. Menariknya, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi di dunia. Namun di balik kemajuan tersebut, tersimpan tantangan besar: kebutuhan talenta digital yang belum terpenuhi.

Menurut berbagai laporan global, Indonesia diproyeksikan mengalami kekurangan hingga tiga juta talenta digital pada tahun 2030. Artinya, industri tidak hanya membutuhkan lulusan yang memahami teknologi dasar, tetapi juga generasi muda yang mampu membangun sistem AI, menjaga keamanan siber, hingga menciptakan inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Menjawab tantangan itu, BINUS University melalui School of Computer Science menghadirkan pendekatan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan industri masa kini. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga dibiasakan berpikir layaknya engineer profesional sejak awal masa studi.

Baca Juga :  "Samsung Galaxy S25 Series Taat TKDN, Pre-Order Segera Dibuka!"

Program seperti AI-Driven Development hingga cybersecurity dirancang bersama ribuan mitra industri aktif agar materi pembelajaran selalu relevan dengan perkembangan teknologi global. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bagaimana teknologi bekerja dalam situasi nyata, termasuk menghadapi tantangan bisnis dan dinamika dunia kerja digital.

Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI selaku Dean School of Computer Science BINUS University menegaskan bahwa pihaknya ingin membentuk talenta yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu memimpin transformasi digital di masa depan.

Prestasi tersebut semakin diperkuat lewat pencapaian membanggakan dalam QS World University Rankings by Subject 2026 bidang Computer Science and Information Systems. School of Computer Science BINUS University berhasil meraih posisi kedua terbaik di Indonesia secara keseluruhan.

Baca Juga :  Aksi Nyata Siswa-siswi BINUS SCHOOL Simprug, Konser Amal Symphony of Love Himpun Ratusan Juta

Pencapaian ini bukan sekadar soal peringkat akademik. Penilaian QS juga mempertimbangkan reputasi di mata industri global, kualitas riset, hingga tingkat kepercayaan perusahaan terhadap lulusan. Dengan kata lain, pengakuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa lulusan BINUS dinilai siap memenuhi standar kompetensi pasar kerja digital internasional.

Tak hanya unggul di atas kertas, mahasiswa BINUS juga dibekali pengalaman praktis melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi dunia seperti Apple dan Microsoft. Mereka aktif mengikuti hackathon, kompetisi ICPC, hingga berbagai innovation challenge yang mengasah kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan inovasi di bawah tekanan kompetisi global.

Bagi banyak orang tua, memilih jurusan teknologi kini bukan lagi sekadar mengikuti tren, tetapi juga tentang memastikan masa depan karier anak tetap relevan di era digital. Data menunjukkan, sebanyak 80,1 persen lulusan sarjana BINUS telah bekerja saat kelulusan, sementara 36,2 persen lainnya berhasil berkarier di perusahaan global.

Baca Juga :  Mengungkap Keajaiban Galaxy Z Flip6: Ciptakan Konten Unik dengan Fitur AI Baru

Kini, alumni School of Computer Science BINUS telah tersebar di berbagai negara seperti Singapura, Amerika Serikat, Belanda, hingga Australia dengan profesi bergengsi mulai dari software engineer, AI engineer, data scientist, cybersecurity specialist, hingga product manager.

Di era ketika teknologi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, pendidikan yang mampu menjembatani kebutuhan industri dan kompetensi nyata menjadi semakin penting. School of Computer Science BINUS University menunjukkan bahwa kualitas pendidikan digital bukan hanya tentang mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi masa depan yang siap bersaing di panggung global. (wib)