WANITAINDONESIA.CO – Berwisata menggunakan motor listrik (molis) memang menawarkan sensasi berkendara yang senyap, ramah lingkungan, dan hemat biaya. Namun, karena infrastruktur pengisian daya belum semasif SPBU, perencanaan yang matang adalah kunci agar perjalanan Anda tetap chill dan bebas drama “dorong motor”.
Berbeda dengan kendaraan roda dua berbakar bensin maka motor listrik membutuhkan perencanaan yang matang. Di sini penting untuk perencanaan rute (the power of mapping).
Jangan asal berangkat. Berbeda dengan motor bensin, Anda harus memetakan titik henti berdasarkan sisa baterai.
- Cek Titik SPKLU/SPBKLU: Gunakan aplikasi seperti PLN Mobile atau aplikasi khusus merk motor Anda untuk melihat titik pengisian atau penukaran baterai (battery swap) di sepanjang rute.
- Prinsip 80/20: Usahakan sudah menemukan tempat pengisian daya saat baterai menyentuh angka 20%. Jangan menunggu sampai merah, karena performa motor biasanya akan menurun (turtle mode) untuk menghemat daya.
Kemudian yang juga harus diperhatikan adalah mengenali jarak tempuh realitas karena terkadang berbeda dengan spesifikasi motor listrik. Jika brosur motor Anda mengatakan jarak tempuhnya 100 km, biasanya itu adalah hasil tes dengan kecepatan stabil di jalan rata. Padahal di objek wisata banyak tanjakan yang berpotensi menguras baterai motor.
- Faktor Pengurang: Tanjakan curam, berboncengan, tekanan ban rendah, dan kecepatan tinggi akan menguras baterai lebih cepat.
- Estimasi Mandiri: Kurangi sekitar 15-20% dari klaim pabrikan untuk mendapatkan jarak tempuh aman yang lebih realistis untuk touring.
Penting juga memperhatikan gaya berkendara karena motor listrik membutuhkan gaya berkendara yang kalem. Kalau Anda biasa bergaya kendara agresif sebaiknya ditinggal jauh-jauh memakai motor listrik meski lebih hemat.
- Gunakan Mode Berkendara yang Tepat: Gunakan Eco Mode di jalan datar dan beralihlah ke Sport/Turbo Mode hanya saat butuh tenaga ekstra untuk menyalip atau menanjak.
- Manfaatkan Regenerative Braking: Jika motor Anda memiliki fitur ini, manfaatkan pengereman motor untuk mengisi ulang sedikit daya saat jalanan menurun.
- Konsistensi Gas: Hindari menarik gas secara mendadak (hentakan). Akselerasi yang halus jauh lebih efisien bagi kontroler dan baterai.
Kemudian sebelum berangkat perhatikan tekanan ban pastikan sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Kondisi ban yang kurang angin membuat motor Anda akan lebih boros mengonsumsi baterai. Kemudian perhatikan agar kondisi baterai kendaraan Anda benar-bemar prima (tidak kembung) yang membuat mogok di tengah jalan.
Pengisi daya portabel wajib dibawa jika rute Anda minim stasiun penukaran baterai (untuk charging di kafe/penginapan). Serta jangan lupa membawa kabel panjang untuk mengantisipasi sumber daya berlokasi agak jauh dari parkir kendaraan.
Kemudian apabila saat difperjalanan mendapati kondisi jalan yang becek bahkan banjir. Pastikan perhatikan hal berikut:
- Hindari Genangan Tinggi: Jangan menerjang banjir yang tingginya mencapai dek motor atau merendam area baterai dan dinamo (hub motor).
- Cek Seal Karet: Pastikan penutup lubang charging tertutup rapat sebelum menembus hujan.
- Keringkan Sebelum Charge: Jika motor basah kuyup, lap area soket pengisian hingga kering sebelum mencolokkan listrik untuk menghindari korsleting.
- Pro-Tip: “Cari tempat istirahat yang ‘Ramah Molis’. Sambil Anda makan siang atau ngopi selama 1 jam, Anda bisa menambah daya sekitar 15-20% menggunakan charger portable di kafe tersebut. Jangan lupa minta izin terlebih dahulu kepada pemilik tempat.”
Jika drama tetap terjadi dan baterai habis total:
- Mode Netral: Pastikan Anda tahu cara memindahkan motor ke mode netral agar bisa didorong atau di-stut tanpa merusak sistem magnetik pada dinamo.
- Simpan Kontak Towing: Simpan nomor layanan darurat dari pabrikan motor Anda atau layanan derek motor lokal. (Gdi)





