Begini Pesan Menpar Kepada Generasi Penerus Untuk Kembangkan Pariwisata Indonesia

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri Upacara Wisuda Poltekpar Bali, Kamis, (22/10/2026). Kemenpar

WANITAINDONESIA.CO — Keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya diukur dari megahnya fasilitas atau deretan angka kunjungan semata. Ada nilai, jiwa, serta kearifan lokal yang menjadi akar pembeda agar kepariwisataan suatu bangsa tetap bernyawa dan tumbuh secara berkelanjutan (sustainable).

Pesan mendalam tersebut digaungkan langsung oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri acara wisuda Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali pada Kamis (22/10). Di hadapan para wisudawan yang siap melangkah ke dunia kerja, beliau menegaskan pentingnya memegang teguh identitas budaya di tengah terbukanya peluang karier internasional yang makin menjanjikan.

“Ingatlah, keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi posisi yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat saudara hadirkan bagi masyarakat,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu.

Widiyanti mengungkapkan bahwa menjunjung tinggi kearifan lokal merupakan landasan penting bagi pembangunan sektor pelesiran yang selaras dengan kelestarian lingkungan dan budaya. Di Pulau Dewata misalnya, terdapat filosofi Tri Hita Karana yang mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam sekitarnya.

Baca Juga :  Begini Kata Putri Indonesia Untuk Melindungi Generasi Penerus Di Jagat Maya

Untuk menjawab tantangan zaman, Kementerian Pariwisata sendiri terus berupaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing global demi memenuhi kebutuhan industri yang berkembang pesat. Langkah ini ditempuh melalui penguatan pendidikan di Poltekpar, di mana pemerintah secara konsisten meningkatkan kualitas pendidikan vokasi serta memperluas kesempatan bagi para mahasiswa untuk menimba pengalaman langsung di ranah internasional.

Bukti nyata dari komitmen tersebut terlihat dari data periode Juli 2024–Juli 2027, di mana sebanyak 1.021 mahasiswa Poltekpar tercatat mengikuti program magang di luar negeri. Angka tersebut setara dengan 14,36 persen dari total keseluruhan mahasiswa yang menjalani program magang. Tak hanya itu, para lulusannya juga kian menunjukkan kiprah di tingkat internasional, salah satunya lewat Program Apprentissage Restauration Indonésie France (ARIF) di Prancis yang terjalin atas kerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis, Institut Français d’Indonésie, dan CFA Poitiers.

Kehadiran SDM unggulan bertaraf internasional ini diharapkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mampu memperkuat momentum tren positif pelesiran Tanah Air yang terus melonjak. Pada 2025, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menembus 15,39 juta atau tumbuh 10,80 persen, sementara wisatawan nusantara (wisnus) mencatatkan pergerakan fantastis sebanyak 1,2 miliar perjalanan atau meningkat 17,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Untuk Negeri "Pikachu's Indonesia Journey" Dukung Industri Pariwisata Indonesia Menjadi Ekosistem Yang Lebih Baik

Laju positif ini terus berlanjut sepanjang Januari–Agustus 2026 dengan raihan 10,58 juta kunjungan wisman, naik 5,38 persen dari periode yang sama tahun lalu. Di tengah guncangan gejolak geopolitik global, capaian luar biasa ini berhasil menempatkan Indonesia pada posisi kedua terkuat di antara lima kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Pertumbuhan kunjungan tersebut juga berbanding lurus dengan peningkatan pengeluaran para pelancong. Pada semester I 2026, rata-rata belanja wisman selama berlibur naik 6,36 persen dibandingkan periode serupa di tahun sebelumnya. Tingkat konsumsi yang semakin tinggi ini secara langsung menyokong penerimaan devisa negara, di mana pada 2025 devisa pariwisata membukukan angka 18,27 miliar dolar AS (sekitar Rp305,47 triliun) dan berlanjut hingga semester I 2026 dengan raihan 8,43 miliar dolar AS (sekitar Rp140,95 triliun).

Baca Juga :  Menpar Widiyanti Ajak Dunia Rayakan Kekayaan Kuliner Nusantara di BBTF 2026

Laju pesat kepariwisataan turut menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 yang rata-rata berada di atas 5 persen. Sektor ini memberikan sumbangan yang nyata, di mana pada 2025 kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 4,78 persen atau setara Rp1.138,90 triliun, sementara pada semester I 2026 berkontribusi dalam kisaran 4,02 hingga 4,90 persen terhadap PDB nasional.

Kinerja manis ini kian memperkuat kepercayaan para penanam modal (investor). Realisasi investasi pariwisata pada 2025 melonjak drastis 56,05 persen menjadi Rp73,56 triliun, lalu berlanjut positif pada semester I 2026 dengan nilai Rp39,68 triliun atau naik 16,64 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tingginya aliran modal tersebut pada akhirnya membawa dampak sosial yang begitu nyata, salah satunya dengan keberhasilan menyerap hingga 25,91 juta tenaga kerja pada 2025.

Perjalanan panjang memajukan kepariwisataan nasional kini ada di tangan generasi muda yang berilmu dan berbudaya. Mampukah kita terus membawa kehangatan kearifan lokal Indonesia untuk memikat dan menginspirasi dunia? (Gdi)