Bantuan Popok hingga Pembalut untuk Penyintas Gempa Flores

Bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari popok bayi, pembalut wanita, popok dewasa, masker wajah, hingga tisu basah antibakteri.

WANITAINDONESIA.CO – Ketika bencana melanda, kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal menjadi perhatian utama. Namun, kebutuhan sanitasi dan kebersihan pribadi juga tak kalah penting, terutama bagi bayi, perempuan, dan lansia yang harus tinggal di pengungsian.

Kondisi tersebut menjadi perhatian PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) yang menyalurkan bantuan produk sanitasi dan higienitas untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari popok bayi, pembalut wanita, popok dewasa, masker wajah, hingga tisu basah antibakteri.

Gempa Flores Tinggalkan Dampak Besar bagi Warga

Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores berdampak pada aktivitas masyarakat serta sejumlah fasilitas umum.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga akhir Agustus 2026 mencatat lebih dari 10 ribu gempa susulan terjadi setelah gempa utama. Sebanyak 35 di antaranya memiliki kekuatan di atas Magnitudo 5,0.

Baca Juga :  Tempuh Jalur Laut, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Sembako Bagi Penyintas Gempa di Pulau Palue

Sementara itu, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 140 orang meninggal dunia. Kerusakan juga terjadi pada lebih dari 100 ribu rumah serta lebih dari 2.000 fasilitas kesehatan dan sekolah.

Situasi tersebut membuat puluhan ribu warga harus bertahan di tempat-tempat pengungsian sementara dengan fasilitas yang serba terbatas.

Di tengah kondisi itu, akses terhadap air bersih dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) menjadi tantangan tersendiri. Bagi perempuan yang sedang menstruasi, ibu dengan bayi, maupun lansia, keterbatasan fasilitas sanitasi dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin sulit.

Oleh karena itu, ketersediaan produk kebersihan pribadi di lokasi pengungsian menjadi salah satu kebutuhan penting selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

Baca Juga :  Dompet Dhuafa Terjunkan Tim Sisir Wilayah Terdampak Gempa NTT yang Juga Runtuhkan Masjid Kubah Merah Putih

Popok dan Pembalut Disalurkan ke Dua Lokasi

Bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari popok bayi, pembalut wanita, popok dewasa, masker wajah, hingga tisu basah antibakteri.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, Unicharm mendistribusikan sejumlah produk sanitasi ke dua titik penerima bantuan. Produk yang disalurkan antara lain popok bayi MamyPoko, pembalut wanita Charm, popok dewasa Lifree, masker, serta tisu basah MamyPoko.

Bantuan tersebut diberikan kepada RSUD Manggarai untuk digunakan oleh pasien dan warga yang mengungsi. Sebagian lainnya disalurkan bagi masyarakat terdampak di Kecamatan Reok melalui Polres Manggarai.

Bagi warga di pengungsian, keberadaan produk seperti popok dan pembalut bukan sekadar soal kenyamanan. Produk tersebut berkaitan langsung dengan kebersihan diri dan kebutuhan kesehatan sehari-hari, terutama ketika fasilitas sanitasi belum sepenuhnya pulih.

Perwakilan RSUD Manggarai, Zeni, mengapresiasi bantuan yang diberikan.

Menurutnya, produk sanitasi harian menjadi kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.

Baca Juga :  Jelajah Wisata Labuan Bajo: Menikmati Keindahan Alam dan Budaya Indonesia Timur

Ia menilai bantuan tersebut dapat membantu menjaga kesehatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi warga selama berada di tempat penampungan.

Bantu Warga Lewati Masa Pemulihan

Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, menyampaikan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana di Flores. Menurutnya, penyaluran produk sanitasi merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.

Unicharm juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan komitmen keberlanjutan perusahaan melalui slogan “Ethical Living for SDGs.”

Bantuan produk sanitasi diharapkan dapat memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya ibu, bayi, dan lansia.

Bagi para penyintas bencana, proses pemulihan tidak berhenti setelah situasi darurat berlalu. Pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk kebersihan dan sanitasi, tetap menjadi bagian penting agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih aman dan nyaman. (Rin)