Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat

Tim pencari hilal Kementerian Agama RI tengah menjalankan tugas untuk mengetahui hari Idul Fitri 1447 H.

WANITAINDONESIA.CO – Mahkamah Agung Arab Saudi secara resmi mengumumkan bahwa Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah di Kerajaan Arab Saudi jatuh pada Jumat (20/3). Keputusan ini diambil setelah komite pengamatan hilal tidak melihat kemunculan bulan sabit pada Rabu malam (18/3), sehingga bulan Ramadan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Pemerintah Arab Saudi juga telah menetapkan periode libur Idul Fitri bagi sektor swasta dan non-profit yang telah dimulai sejak Rabu malam. Selain Arab Saudi, sejumlah negara di kawasan Teluk seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Bahrain juga merayakan Idul Fitri pada hari yang sama.

Suasana Idul Fitri di Arab Saudi

Perayaan Idul Fitri di Arab Saudi memiliki nuansa khas yang memadukan nilai religius dan keramah-tamahan sosial. Diawali dengan pelaksanaan salat Id berjamaah yang biasanya diselenggarakan 15 menit setelah matahari terbit. Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah menjadi pusat perhatian jutaan umat Muslim yang tumpah ruah memenuhi area masjid hingga ke jalan-jalan di sekitarnya.

Baca Juga :  Bertemu Dubes Arab Saudi, Menteri Haji dan Umrah RI Bahas Persiapan Haji 2026

Sajian Manisan dan Kopi Arab: Setelah salat, warga biasanya berkumpul untuk menikmati sarapan pertama di bulan Syawal. Menu wajib yang disajikan adalah berbagai jenis cokelat premium, manisan, baklava, dan kurma yang didampingi dengan kopi Arab (Gahwa) yang harum rempah.

Kedermawanan ‘Eidiya’: Mirip dengan tradisi di Indonesia, orang dewasa memberikan uang tunai atau hadiah kecil yang disebut Eidiya kepada anak-anak sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.

Baca Juga :  Museum Wahyu di Gua Hira, Jejak Awal Turunnya Al-Qur’an yang Kini Dikemas Modern di Arab Saudi

Perjamuan Keluarga: Makan siang keluarga besar biasanya menyajikan hidangan berbahan dasar daging domba atau ayam seperti Kabsa atau Mandi. Di kota-kota besar seperti Jeddah, distrik bersejarah Al Balad menjadi pusat keramaian bagi warga yang ingin menikmati festival budaya dan kembang api.

Sidang Isbat Indonesia

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 H pada hari ini, Kamis (19/3/2026), bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta. Sidang ini menjadi penentu resmi kapan masyarakat Indonesia akan merayakan Lebaran 2026.

Tahapan sidang dimulai pada pukul 16.30 WIB dengan Seminar Posisi Hilal yang dipaparkan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag. Berdasarkan data astronomis, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia pada Kamis petang dilaporkan masih berada di bawah kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni ketinggian hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Baca Juga :  PT Pertamina (Persero) turut mengantarkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Go Global dalam ekspor perdana Kripik Tempe Kahla ke Arab Saudi

Kemenag telah mengerahkan tim pemantau hilal di 177 titik di seluruh provinsi Indonesia. Sidang utama yang bersifat tertutup dilaksanakan setelah salat Maghrib untuk mendengarkan laporan langsung dari para petugas di lapangan.

Hasil akhir sidang isbat dijadwalkan akan diumumkan melalui Konferensi Pers resmi pada pukul 19.25 WIB. Jika hilal tidak berhasil terlihat, kemungkinan besar pemerintah akan menetapkan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Meski ada potensi perbedaan dengan penetapan di Arab Saudi maupun organisasi Muhammadiyah yang menetapkan Jumat (20/3), pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ukhuwah dan menunggu hasil pengumuman resmi. (Gdi)