WANITAINDONESIA.CO — Mobilitas warga ibu kota dan sekitarnya bakal makin praktis dalam waktu dekat. Pemprov DKI Jakarta menargetkan proyek Lintas Raya Terpadu (LRT) yang menghubungkan kawasan Manggarai menuju Dukuh Atas mulai digarap pada awal 2027 dan rampung pada pertengahan 2028.
Langkah ini dirancang untuk memperkuat keterhubungan antarilmu moda transportasi massal utama di Jakarta. Jalur baru tersebut nantinya akan memangkas durasi perjalanan dan mempermudah konektivitas penumpang yang hendak berpindah moda ke LRT Jabodebek maupun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) di Halim.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menuturkan bahwa kesiapan anggaran menjadi fondasi utama akselerasi pengerjaan rute vital tersebut.
“Untuk pembangunan dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, saya sudah meminta, karena dananya sudah ada, paling lama Januari untuk dimulai supaya tahun 2028 bulan Agustus sudah bisa selesai sampai dengan Dukuh Atas,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis.
Pramono mengatakan pembangunan rute LRT tersebut membutuhkan biaya sekitar Rp2,7 miliar. Meski dana tersebut sudah tersedia, ia tetap membutuhkan berbagai alternatif pembiayaan lainnya. Untuk itu pada Rabu (17/9), Pramono sempat meminta dukungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia untuk melanjutkan pembangunan jaringan LRT dan terhubung ke jalur LRT Jabodebek serta kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) di Halim. Skema pendanaan pun dirancang fleksibel guna menjaga stabilitas anggaran daerah.
“Jadi intinya bisa dari obligasi (surat utang), bisa dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), bisa juga dari Danantara,” ungkap Pramono.
Dukungan pengembangan infrastruktur ini juga mendapat perhatian khusus dari pusat. Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberadaan jaringan transportasi modern di Jakarta memiliki fungsi strategis nasional yang berdampak luas bagi publik.
“Saya kira Danantara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa,” kata Presiden Prabowo.
Hadirnya keterhubungan jalur dari Manggarai hingga Dukuh Atas ini bakal menjadi titik balik kenyamanan bertransportasi umum di ibu kota. Mari kita cermati bersama bagaimana wajah mobilitas Jakarta bertransformasi menjadi lebih modern, ramah pengguna, dan makin memudahkan aktivitas harian kita semua. (Gdi)





