
Kolaborasi Dengan Chaera Lee Wujudkan Ruang Inklusif Bagi ABK
WANITAINDONESIA.CO – ​Dunia fashion tanah air kembali mengukir momen bersejarah yang memanjakan mata sekaligus menyentuh nurani. Mengusung tema “Roots to Runway”, AKAR Development Camp sukses menyelenggarakan panggung kelulusan bertajuk AKAR Graduation Fashion Showcase 2026 pada Minggu (16/8/2026) di Lippo Mall Nusantara, Jakarta.
​Perhelatan ini menjadi tonggak penting dari proses panjang pembinaan karakter, keberanian, serta kemandirian bagi anak-anak bertalenta khusus (anak berkebutuhan khusus/ABK). Dengan penuh percaya diri, para siswa melangkah di atas runway, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk bersinar.
​Suasana haru menyelimuti area showcase saat CEO & Founder AKAR, Agyl Hoffman, memberikan sambutannya. Agyl yang terbang langsung dari Bali demi mendampingi para siswanya mengungkapkan bahwa AKAR lahir dari niat tulus menyediakan ruang aman bagi tumbuh kembang anak.
​”AKAR Development Camp tidak pernah kami khususkan hanya untuk teman-teman ABK, tetapi untuk all the kids that want to be developed dan berani menjadi diri mereka sendiri,” ujar Agyl di hadapan para wali murid dan tamu undangan.
​Agyl menceritakan bahwa nama AKAR berawal dari akronim para early founders Abi, Kadek, Agyl, dan Rian yang akhirnya diperkuat oleh kehadiran Lina dan Odree.
​”Kami memilih nama AKAR karena terinspirasi dari proses sederhana kehidupan tanaman. Sebuah bunga yang indah tidak tiba-tiba mekar. Kami percaya setiap anak memiliki prosesnya masing-masing. Tidak semua anak harus tumbuh dengan cara atau kecepatan yang sama, dan setiap anak berhak mendapatkan ruang untuk menjadi dirinya sendiri,” tambahnya.
​Sejalan dengan filosofi tersebut, Co-Founder AKAR, Odree, menjelaskan misi utama di balik berdirinya wadah ini. AKAR bertekad meletakkan fondasi yang kuat bagi anak berkebutuhan khusus agar memiliki peluang karier baru di dunia kreatif.

​Meski saat ini fokus pelatihan diarahkan pada bidang modeling, kurikulum yang dirancang tidak hanya mengajarkan teknik berjalan di panggung, tetapi juga membentuk pembinaan karakter mendalam seperti kedisiplinan, dedikasi, attitude, hingga olah rasa.
​Dalam pelaksanaannya, Odree mengungkapkan bahwa AKAR menerapkan pendekatan personal sesuai kondisi masing-masing anak, seperti autisme maupun Down syndrome. Pembelajaran dilakukan secara bertahap melalui evaluasi rapot bulanan. Ukuran kelas dibatasi secara efektif hanya berisi 5 hingga 6 anak agar proses pengajaran berjalan kondusif.
​Untuk angkatan kali ini, sebanyak 13 anak menjalani program intensif selama 3 bulan dengan total 12 kali pertemuan. Tidak hanya melatih anak-anak, AKAR juga menyediakan fasilitas konsultasi berkala bagi para orang tua untuk menyelaraskan perkembangan anak di rumah.
​Salah satu sorotan utama dalam pergelaran ini adalah kolaborasi istimewa antara AKAR Development Camp dan desainer tanah air, ChaeraLee. Mengusung konsep modest fashion terstruktur (structured design), karya ChaeraLee dipadukan secara harmonis dengan kekayaan Wastra Nusantara, seperti Batik Jakarta (teknik cap dan tulis) serta aksen tapestry yang artistik.
​Koleksi ini mengedepankan prinsip keberlanjutan (sustainable fashion) dengan memanfaatkan bahan alami berkualitas tinggi seperti katun, chambray, dan linen. Potongan busana yang eksploratif mulai dari loose, A-line, H-line, boxy, hingga oversize, didesain untuk memberikan ruang gerak bebas dan kenyamanan ekstra bagi para model muda.
​”Melihat ketekunan dan senyum ceria adik-adik spesial saat membawakan karya busana di panggung besar adalah momen yang sangat mengharukan. Panggung ini menjadi ruang inklusif bagi mereka untuk memancarkan aura percaya diri dan menunjukkan keunikan bakatnya,” ungkap ChaeraLee.
​Rancangan busana yang diperagakan memancarkan karakter tegap dan penuh energi melalui dominasi warna alam seperti hitam, hijau tua, hijau muda, abu-abu, dan biru, serta sentuhan warna oranye cerah yang merepresentasikan energi dinamis Jakarta. Modestwear terstruktur ini melambangkan sosok individu yang tangguh dan berdaya (strong & empowered).
​Lebih dari sekadar peragaan busana, acara Roots to Runway adalah manifestasi nyata dari pentingnya edukasi, penerimaan sosial, serta peningkatan rasa percaya diri bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Kolaborasi antara AKAR Development Camp, ChaeraLee, dan Lippo Mall Nusantara membuktikan bahwa sinergi industri kreatif dan masyarakat mampu mewujudkan ruang yang aman, setara, dan penuh kasih bagi seluruh anak Indonesia. (Des)




