
WANITAINDONESIA.CO – Mengangkat tema Laced in Solace, koleksi modest fashion ini menghadirkan perpaduan antara estetika renda modern dan kearifan lokal melalui penggunaan wastra batik Indonesia. Mengusung konsep busana yang lembut dan anggun, koleksi ini menawarkan kenyamanan, sentuhan feminin, serta karakter elegan yang tidak berlebihan.
Terinspirasi dari ketenangan dan kedamaian, koleksi ini mengadaptasi filosofi dua motif batik klasik Nusantara, yakni Parang dan Kawung. Keduanya dipilih karena memiliki makna mendalam yang merepresentasikan keteguhan hati, kemurnian diri, dan keseimbangan dalam kehidupan.
Motif Batik Parang dikenal melalui pola garis diagonal yang dinamis dan melambangkan semangat pantang menyerah, ketahanan, serta keteguhan hati. Sementara itu, motif Batik Kawung dengan pola geometris yang berulang merepresentasikan kesucian hati, ketulusan, dan keseimbangan hidup.
Dari segi material, koleksi ini menggunakan perpaduan Tencel Lyocell, tulle, lace, dan batik dobby. Kombinasi bahan tersebut menciptakan tekstur serta karakter busana yang beragam, sekaligus memberikan kesan ringan dan nyaman saat dikenakan.
Palet warna pastel yang menenangkan turut memperkuat karakter koleksi, melalui pilihan warna soft pink, soft blue, sage, cream, dan soft yellow. Sentuhan bordir halus, aplikasi patch tiga dimensi (3D), serta tassel sebagai aksen rumbai pada tali menjadi detail yang memperkaya tampilan setiap busana.
Koleksi ini menghadirkan variasi siluet A, H, dan T yang dirancang untuk memberikan tampilan feminin dengan karakter berbeda. Secara keseluruhan, terdapat delapan look yang ditampilkan sebagai representasi perpaduan antara keindahan tradisi batik Nusantara dan estetika modest fashion modern.
Melalui Laced in Solace, keindahan warisan budaya Indonesia diterjemahkan ke dalam desain kontemporer yang tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga kenyamanan dan nilai filosofis di balik setiap motifnya.




