Pekerja JAI Dukung Direksi Baru Dorong Pertumbuhan Maritim Lebih Produktif dan Bernilai

Pekerja yang tergabung Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu (SPPI Bersatu) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PT Jasa Armada Indonesia Tbk (JAI) berharap melalui kepemimpinan yang baru akan mendorong perusahaan tumbuh produktif. SPPI Bersatu JAI

WANITAINDONESIA.CO — Pergantian kepemimpinan dalam sebuah korporasi kerap kali dipandang sebagai garis pemisah antara era lama dan era baru. Namun, bagi para pekerja di lingkungan PT Jasa Armada Indonesia Tbk (BEI: IPCM), dinamika struktur pimpinan justru dinilai sebagai rantai kesinambungan yang mengokohkan fondasi bisnis maritim Pelindo Group. Langkah baru ini dipandang bukan sekadar pergeseran posisi, melainkan momen krusial untuk melompat lebih tinggi dalam memperkuat produktivitas, kualitas pelayanan, serta daya saing perusahaan di lautan industri nasional.

Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu (SPPI Bersatu) DPC PT Jasa Armada Indonesia Tbk secara terbuka menyambut jajaran direksi baru, yakni Dwi Rahmad Toto yang diamanahkan sebagai Direktur Utama serta I Wayan Wirawan sebagai Direktur Armada dan Operasi. Pada saat yang sama, rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya dipanjatkan kepada jajaran direksi sebelumnya, khususnya Shanti Puruhita atas dedikasinya sebagai Direktur Utama dan Arief Hermawan atas kontribusinya sebagai Direktur Armada dan Operasi.

Ketua DPC SPPI Bersatu PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Agung Subali, menegaskan bahwa setiap jejak kepemimpinan selalu meninggalkan warisan berharga untuk diteruskan.

“Setiap kepemimpinan meninggalkan fondasi bagi kepemimpinan berikutnya. Kami menyampaikan apresiation kepada Ibu Shanti Puruhita dan Bapak Arief Hermawan atas dedikasi, kerja, dan kontribusinya bagi JAI (PT Jasa Armada Indonesia Tbk). Fondasi yang telah dibangun menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melangkah lebih jauh,” ujar Agung Subali dalam keterangan resmi, Minggu.

Ke depan, tantangan yang membentang di hadapan PT Jasa Armada Indonesia Tbk tidak lagi sebatas memperluas jangkauan atau memperbesar skala usaha semata. Fajar baru kepemimpinan ini dituntut untuk mampu menjawab kebutuhan industri maritim masa depan melalui efisiensi, keandalan operasi, keselamatan kerja, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan kemampuan sumber daya manusia. Seluruh armada, potensi pasar, dan kompetensi pekerja harus berpadu dalam satu irama demi mewujudkan pertumbuhan korporasi yang sehat dan berkelanjutan.

Agung Subali menguraikan bahwa navigasi bisnis perusahaan harus bergerak ke arah penciptaan nilai yang makin nyata. “Babak berikutnya JAI bukan hanya tentang menjadi lebih besar. Tantangannya adalah menjadi lebih produktif, lebih efisien, lebih kompetitif, dan semakin bernilai. Setiap armada, pasar, dan kompetensi perlu diarahkan untuk memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pesan mendalam juga disuarakan bahwa perubahan arah kebijakan korporasi tidak boleh terhenti dalam dokumen atau sekadar menjadi wacana di ruang rapat. Efektivitas kepemimpinan justru teruji saat transformasi tersebut dirasakan langsung di atas kapal, di sepanjang garis dermaga, serta dalam pelayanan harian kepada para pelanggan. Oleh karena itu, penguatan aset berupa kapal dan teknologi harus berjalan selaras dengan peningkatan kapabilitas manusia yang mengoperasikannya.

“Hasil perubahan tidak berhenti di ruang rapat. Ia harus terlihat di kapal, di dermaga, dalam pelayanan kepada pelanggan, dan dalam cara operasi dijalankan setiap hari. Karena itu, produktivitas aset dan produktivitas manusia harus tumbuh dalam satu arah,” kata Agung Subali.

Komitmen kolaborasi yang erat antara pemegang saham, manajemen, dan insan pekerja menjadi kunci utama agar setiap strategi korporasi dapat dieksekusi secara presisi di lapangan. Pekerja menyatakan kesiapannya untuk berlayar bersama manajemen baru, memperkuat budaya keselamatan kerja, mempercepat proses digitalisasi (penjelataan data), serta menjaga keberlanjutan manfaat bagi Pelindo Group dan industri maritim nasional secara keseluruhan.

“Perusahaan membutuhkan strategi yang kuat, aset yang produktif, teknologi yang tepat, dan manusia yang mampu mengeksekusinya. Pekerja siap menjadi bagian dari keberhasilan itu. Kepemimpinan dapat berganti, tetapi tanggung jawab kita tetap sama: menjaga JAI tetap sehat, layanannya andal, pekerjanya kompeten, dan kontribusinya semakin bernilai. Kami siap berjalan bersama manajemen untuk memastikan perusahaan tumbuh semakin kuat dan berkelanjutan,” tutur Agung Subali menutup keterangannya.

Gelombang perubahan di tubuh PT Jasa Armada Indonesia Tbk kini telah bergulir. Di tengah sengitnya persaingan industri maritim global, sinergi yang kokoh antara energi kepemimpinan baru dan kesiapan para pekerja di garis depan akan menjadi kemudi utama yang mengantarkan korporasi meraih kejayaan yang lebih berdampak dan bernilai di masa depan. (Gdi)