Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Hadirkan Horor Eksorsisme Indonesia yang Level Up ke Layar IMAX

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menunjukkan, bahwa apa yang disembunyikan, akan selalu ditagih.

WANITAINDONESIA.CO — Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah garapan sutradara Rizal Mantovani, persembahan Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment menggebrak dengan terobosan baru lewat horor eksorsisme Indonesia yang skalanya lebih besar dan naik kelas! Tayang di layar besar IMAX, penonton mendapatkan teror entitas kuno Rephaim yang kembali datang untuk menuntut apa yang telah diperbuat leluhur manusia di masa lalu.

Kekuatan yang begitu mustahil untuk dikalahkan, bahkan dampaknya tak hanya dialami satu keluarga, tapi seluruh kota. Dua Romo Eksorsis kita, yang kini kembali dari film pertama Kuasa Gelap, Romo Rendra (Lukman Sardi) dan Romo Thomas (Jerome Kurnia), tampak menemukan keraguan atas iman mereka saat menghadapi Rephaim.

Perjalanan menyelamatkan nyawa Daniel (Venly Arauna), anak muda yang harus menanggung konsekuensi atas pilihan orang tua dan neneknya, menjadi sebuah perjalanan spiritual dalam menemukan kembali iman. Di tengah teror-teror yang menegangkan dengan visual adegan penuh risiko, serta tata suara yang belum pernah hadir, kini memberikan pengalaman kita menonton menjadi semakin nyata teror itu.

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menunjukkan, bahwa apa yang disembunyikan, akan selalu ditagih. Kuasa Gelap akan terus berusaha meruntuhkan keimanan manusia, bahkan di masa tersulit kita. Namun, perjalanan Romo Rendra dan Romo Thomas, juga akan memberi kita petunjuk bahwa Kuasa Tuhan lebih besar. Menjadikan film ini relevan untuk ditonton masyarakat Indonesia yang membutuhkan healing dan tidak kehilangan iman di saat sulit.

Baca Juga :  8 Fakta Menarik dari Nobara Kugisaki ‘Jujutsu Kaisen’

Disutradarai Rizal Mantovani, film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah diproduseri oleh Robert Ronny dan Prima Taufik. Film ini ditulis oleh Robert Ronny bersama Andri Cahyadi.

“Kami selalu ingin membuat film yang relatable untuk penonton. Dengan kondisi Indonesia seperti sekarang ini saya yakin banyak orang yang akan merasa relate dengan karakter Halim yang merasa frustasi dan powerless, yang akhirnya  kehilangan imannya. Di film ini kami mencoba untuk mengingatkan bahwa Tuhan selalu ada untuk kita dan Tuhan selalu setia menunggu kita untuk kembali ke jalan-Nya,” ujar penulis dan produser Robert Ronny.

“Di film ini, ada karakter yang membawa teror sangat besar, dari sebuah entitas kuno, bernama Rephaim. Rephaim sebenarnya terikat pada dominion (wilayah) lokasi tempat mereka berada. Sebab itu, di film ini, terornya bukan hanya pada satu keluarga tapi seluruh kota. Mewujudkan teror dengan skala besar inilah yang juga menjadi tantangan. Di film ini, Rephaim ingin disembah oleh manusia, dengan kompensasi berupa nyawa, dan ini akan selalu menjadi pengingat kita bahwa setiap perbuatan selalu akan ada konsekuensinya, termasuk dosa yang kita perbuat,” ujar sutradara Rizal Mantovani.

Baca Juga :  Ada THE CONJURING: LAST RITE dan Serunya Event HALLOWEEN Pakuwon Mall Bekasi di CATCHPLAY+ Oktober 2025!

“Tidak banyak film Indonesia yang bisa hadir sekaligus di IMAX, 4DX, dan Magnify 8 Ketiga format ini punya standar kualitas yang ketat, dan fakta bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah lolos dari ketiganya adalah pernyataan tentang ke mana produksi film Indonesia bisa pergi. Cerita Indonesia layak mendapat panggung terbesar,” ujar produser eksekutif Andi Boediman.

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dibintangi oleh Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.

Bagi Lukman Sardi, memerankan Romo Rendra, seorang Romo Eksorsis, memberikan wawasan berharga baginya. Peran Romo Rendra di Kuasa Gelap: Perjanjian Darah sendiri menjadi yang kedua kali, setelah pertama kali di prekuelnya yang sukses mencetak blockbuster.

Di sekuelnya ini, masa lalu Romo Rendra digali lebih dalam. Menunjukkan perjalanan emosional seorang Romo yang menghadapi keraguan iman, di saat ia harus menolong orang dari teror Kuasa Gelap.

“Penonton akan dibawa lebih dalam dengan cerita latar belakangnya Romo Rendra. Penonton akan diajak mengikuti bagaimana Romo Rendra harus menghadapi masa lalunya. Di momen-momen itulah saya juga berefleksi bahwa manusia kerap menemukan keraguan terhadap imannya, dan kita ragu akan Kuasa Tuhan. Film ini mengingatkan kita kembali betapa besarnya Kuasa Tuhan menyelamatkan kita dari keraguan,” ujar Lukman Sardi.

Baca Juga :  Siapa Sutradara Favoritmu? Sutradara Perempuan Jumlahnya Minim

Dengan skala produksi yang lebih besar, Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment juga turut berkolaborasi dengan banyak jajaran produser eksekutif.

Selain Andi Boediman, jajaran produser eksekutif turut diisi oleh Ardi Setiadharma, Arya Setiadharma, Acha Septriasa, Jerome Kurnia, Steven Sugianto, Vicky Saputra, dan Nelson Mok. Film ini menjadi produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment yang turut didukung oleh Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway.

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Tak hanya di bioskop reguler, film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga akan tayang dengan cinematic experience yang lebih imersif di bioskop IMAX XXI, 4DX CGV, dan Magnify 8 Cinepolis.

Ikuti informasi terbaru melalui akun Instagram resmi @kuasagelap.id dan saksikan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia.(den)