Lebih Aman Setelah Erupsi, Ini Cara Merawat Motor Listrik dari Sisa Abu Vulkanik

Polytron memastikan lini motor listriknya telah dirancang dengan standar keamanan yang tinggi.

WANITAINDONESIA.CO — Dua pekan setelah peningkatan aktivitas vulkanik dan paparan abu di sejumlah wilayah, masyarakat mulai memasuki masa pemulihan. Selain menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, kondisi kendaraan yang sempat terpapar abu vulkanik juga menjadi perhatian.

Bagi pemilik motor listrik, salah satu kekhawatiran yang kerap muncul adalah keamanan baterai setelah terkena debu dan abu vulkanik. Menjawab kekhawatiran tersebut, Polytron memastikan lini motor listriknya telah dirancang dengan standar keamanan yang tinggi. Perawatan yang tepat setelah kendaraan terpapar abu pun penting dilakukan agar performanya tetap optimal.

“Kami segenap keluarga besar Polytron turut prihatin dan bersimpati atas musibah erupsi yang menimpa masyarakat di wilayah terdampak. Kami berharap kondisi lingkungan dan aktivitas warga dapat segera pulih sepenuhnya. Di masa pemulihan ini, kami juga memahami kekhawatiran pengguna terhadap kondisi motor listrik mereka pasca terpapar debu vulkanik. Namun, pengguna tidak perlu panik. Sistem kelistrikan dan baterai kami telah dirancang dengan proteksi maksimal. Dengan perawatan yang benar untuk membersihkan sisa debu tersebut, motor akan tetap aman dan awet digunakan,” ujar Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly.

Baca Juga :  Jangan Dibiarkan Menumpuk, Bahaya Abu Vulkanik Bisa Merusak Bodi dan Komponen Kendaraan Secara Permanen

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan setelah motor listrik terkena abu vulkanik? Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Baterai Terlindungi dengan IP67 dan Casing Aluminium

Salah satu bagian yang paling menjadi perhatian pada motor listrik adalah baterai. Polytron menjelaskan bahwa baterai pada lini Fox Electric, khususnya Fox 350, telah mengantongi sertifikasi IP67.

Perlindungan tersebut dirancang untuk membantu mengisolasi baterai dari air maupun debu. Baterai juga menggunakan casing berbahan aluminium yang kokoh sebagai perlindungan tambahan terhadap kondisi lingkungan.

Dengan perlindungan tersebut, pengguna tidak perlu langsung panik ketika melihat sisa abu vulkanik menempel pada bagian luar kendaraan. Meski abu vulkanik memiliki sifat yang dapat memicu korosi, perawatan yang tepat tetap menjadi kunci untuk menjaga kondisi kendaraan.

Baca Juga :  Polytron Resmikan Tiga Showroom Mobil Listrik di Jakarta Timur, Bekasi, dan Bandung Sekaligus Perkuat Ekosistem dengan Perkenalkan Emergency Vehicle Assistance (EVA)

Jangan Terburu-buru Berkendara di Jalan yang Masih Dipenuhi Abu

Setelah hujan abu, kondisi jalan bisa berubah menjadi licin, terutama ketika abu bercampur dengan air. Partikel abu yang beterbangan juga dapat mengganggu jarak pandang dan kenyamanan pernapasan.

Karena itu, sebaiknya hindari berkendara apabila jalan masih tertutup abu vulkanik dalam jumlah tebal. Jika memang harus bepergian, pastikan perlengkapan keselamatan digunakan dengan baik, termasuk masker dan helm full-face.

Keselamatan tetap menjadi prioritas, terutama ketika kondisi lingkungan belum sepenuhnya kembali normal.

Jangan Langsung Mengelap Motor dalam Kondisi Kering

Ada satu hal sederhana yang sering luput diperhatikan saat membersihkan kendaraan setelah terkena abu vulkanik: jangan langsung mengelapnya dalam kondisi kering.

Partikel abu vulkanik memiliki tekstur yang tajam sehingga berpotensi menimbulkan goresan pada permukaan cat ketika digosok. Cara yang lebih aman adalah membilas motor terlebih dahulu menggunakan air mengalir bertekanan rendah.

Baca Juga :  Pindad Fokus Bikin Mobil, Motor Listrik Diserahkan ke Entitas Lain

Biarkan air membantu meluruhkan debu dan abu yang menempel di permukaan kendaraan. Setelah sebagian besar kotoran terangkat, motor dapat dicuci menggunakan sabun khusus kendaraan.

Perawatan Sederhana, Motor Tetap Nyaman Digunakan

Abu vulkanik memang dapat meninggalkan kotoran yang cukup sulit dibersihkan. Namun, dengan langkah perawatan yang tepat, pemilik motor listrik tetap dapat menjaga kendaraan agar bersih dan performanya optimal.

Mulai dari memastikan kondisi jalan aman sebelum berkendara, tidak mengelap abu dalam keadaan kering, hingga membilas kendaraan dengan air bertekanan rendah, semuanya dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan setelah erupsi.

Dengan perhatian dan perawatan yang tepat, motor listrik Polytron dapat tetap menjadi pilihan mobilitas harian yang praktis untuk menemani berbagai aktivitas, termasuk di tengah masa pemulihan setelah kondisi lingkungan yang menantang. (Srv)