
WANITAINDONESIA.CO – Aktris Kimberly Ryder mengaku kini lebih berhati-hati dalam membuka lembaran baru setelah pernikahannya dengan Edward Akbar berakhir. Pengalaman di masa lalu membuatnya tak ingin terburu-buru menjalin hubungan yang lebih serius.
Kimberly mengatakan, sebelum memutuskan menjalin komitmen dengan seseorang, ia akan mencari tahu lebih dulu latar belakang calon pasangannya. Baginya, proses mengenal karakter dan nilai-nilai yang dimiliki seseorang menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
“Background harus cek dulu,” ujar Kimberly Ryder saat ditemui di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Perempuan berusia 31 tahun itu mengaku sempat mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika didekati beberapa pria yang menurutnya memiliki banyak tanda bahaya atau red flag. Pengalaman tersebut membuatnya semakin selektif dalam menentukan pasangan hidup.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Kimberly adalah cara seorang pria memandang peran istri dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, ada pria yang terlihat memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi belum memahami bagaimana memperlakukan pasangan dengan semestinya.

“Ada yang agamanya bagus, tapi dia belum mengerti cara treating seorang istri,” ungkapnya.
Kimberly berpandangan bahwa setelah menikah, pasangan suami istri harus membangun rumah tangga dengan saling mengutamakan satu sama lain. Ia menilai keseimbangan dalam menjalankan peran sebagai anak dan sebagai suami merupakan hal yang penting demi terciptanya hubungan yang harmonis.
“Kalau dia masih mengutamakan ibunya, susah membahagiakan istri,” tuturnya.
Karena itu, Kimberly memilih untuk tidak terburu-buru menerima kehadiran pasangan baru. Ia ingin memastikan sosok yang kelak mendampinginya benar-benar memiliki kedewasaan, tanggung jawab, serta mampu membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai.
Pengalaman hidup membuat Kimberly Ryder kini lebih mengedepankan kecocokan karakter, nilai kehidupan, dan komitmen dibanding sekadar ketertarikan di awal hubungan. Baginya, fondasi tersebut menjadi bekal penting sebelum melangkah ke jenjang pernikahan untuk kedua kalinya. (GIE)




