
WANITAINDONESIA.CO – Meja bedah kini bertransformasi menjadi “panggung” teknologi tingkat tinggi yang menakjubkan. Impian masyarakat Indonesia untuk mendapatkan tindakan medis paling presisi tanpa harus terbang ke luar negeri kini resmi terwujud. Rumah Sakit Mandaya Royal Puri secara resmi meluncurkan teknologi robot bedah generasi kelima terbaru yang dinamakan Da Vinci Xi.
Kehadiran peranti mutakhir ini menandai era baru penanganan berbagai kasus medis kompleks melalui metode minimal invasif (tanpa sayatan besar), sebuah lompatan besar bagi dunia kedokteran tanah air.
Sentuhan teknologi ini terletak pada kestabilan jemari mekanik yang luar biasa. Lengan robot Da Vinci Xi telah dipersenjatai dengan sistem tremor-filtration (penyaringan getaran otomatis) yang mampu mengeliminasi gerakan tidak disengaja sekecil apa pun oleh instrumen bedah. Dengan tingkat keandalan setinggi ini, seluruh prosedur pembedahan di dalam organ tubuh pasien dapat berjalan dengan tingkat keamanan yang mendekati sempurna.
“Kami bangga telah berhasil membawa robot Da Vinci generasi terbaru ke Indonesia, yaitu Da Vinci Xi. Ini merupakan robot kelima yang kami miliki, dan mungkin menjadikan Rumah Sakit Mandaya Royal Puri sebagai rumah sakit dengan teknologi robotik terbanyak di Indonesia,” kata dr. Benedictus R. Widaja, MBChB (UK), Co-Founder dan President Director (Direktur Presiden) Mandaya Hospital Group di Kota Tangerang, Minggu.
Pernyataan penuh optimisme tersebut disampaikan langsung oleh dr. Benedictus R. Widaja dalam seminar publik bertajuk “Mengenal Operasi Robotik pada Saluran Cerna, Hati, Empedu, & Pankreas” di Jakarta. Beliau menjabarkan bahwa dengan keunggulan yang dimiliki satu unit Da Vinci Xi saja, tim medis mampu melakukan berbagai macam operasi rumit secara simultan. Rentang penanganannya pun sangat luas, mulai dari reseksi (pemotongan) tumor hati, transplantasi ginjal, pengangkatan prostat, pengangkatan kanker rahim, reseksi usus besar, hingga rencana pengembangan strategis ke depan untuk melakukan operasi pintas jantung.
Sistem cerdas ini dikendalikan sepenuhnya oleh dokter spesialis bedah melalui sebuah konsol tiga dimensi beresolusi tinggi. Fleksibilitas pergerakan dari empat lengan robotik tersebut bahkan melampaui keterbatasan fisik alami dua tangan manusia. Kemampuan manuvernya sangat nyata saat melakukan tindakan luar biasa rumit, seperti menahan, menjepit, memotong, sekaligus menjahit jaringan organ pada area rongga tubuh yang sangat sempit serta sulit dijangkau oleh metode konvensional.
Demi memastikan keselamatan dan keberhasilan tindakan, Rumah Sakit Mandaya Royal Puri turut menggandeng ahli bedah digestif (saluran cerna) dan hepatopankreatobilier (hati, empedu, pankreas) dari AdventHealth Tampa Amerika Serikat, Profesor Dr. Iswanto Sucandy, MD, FACS, yang telah kenyang pengalaman dalam dunia operasi robotik global untuk bertindak sebagai mentor.
Langkah strategis ini juga memperkuat barisan tim dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif andalan rumah sakit, yang diperkuat oleh Profesor Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B, Subsp.BD(K), dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B, Subsp.BD(K), dan dr. Ocsyavina, Sp.B, Subsp.BD(K).
Investasi besar ini kian mengukuhkan posisi institusi tersebut sebagai Indonesia’s Center for Advanced Robotics & Precision Technology (Pusat Robotik dan Teknologi Presisi Lanjutan di Indonesia). Sebelum kedatangan Da Vinci Xi, lini pelayanan medis mereka telah diperkuat oleh Zamenix, sebuah robot berlengan fleksibel untuk menghancurkan batu ginjal berukuran besar tanpa operasi terbuka. Ada pula MonaLisa yang difungsikan khusus untuk keperluan biopsi kanker prostat demi mendapatkan tingkat akurasi pengambilan sampel jaringan yang sangat tinggi.
Ketajaman lini robotik ini meluas hingga ke bidang ortopedi lewat pengoperasian CORI, sebuah sistem robotik yang memandu prosedur penggantian sendi lutut, baik sebagian maupun total, agar implan terpasang sangat presisi sesuai dengan anatomi unik setiap pasien. Sementara untuk kebutuhan bedah saraf, integrasi teknologi penavigasi otak tiga dimensi yang dipadukan dengan penyelarasan mikroskop robotik siap memandu langkah dokter menemukan lokasi tumor otak secara real-time (waktu nyata) dengan akurasi submilimeter, sekaligus melindungi jaringan otak sehat di sekitarnya.
Kehadiran orkestrasi teknologi robotik modern ini menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi dunia kesehatan. Kini, keputusan untuk mendapatkan kesembuhan yang paripurna lewat tindakan medis minim sayatan, berpresisi tinggi, dan dengan masa pemulihan yang jauh lebih cepat berada sepenuhnya di tangan Anda, tanpa perlu lagi melintasi batas negara. (Gdi)




