PLN UID Jakarta Raya Pastikan Pasokan Listrik ‘Raksasa’ untuk Data Center Indonesia

Dari kanan - General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, General Affair PT Data Center Indonesia Sukses Perkasa, Nova Nurmegeni, Manager PLN UP3 Menteng, Hendratua P. Manurung, serta Vice President Pelanggan Korporasi dan Bisnis Individu PLN Kantor Pusat, Faisal Muslim, menunjukkan dokumen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dalam seremoninya di Kantor PLN UID Jakarta Raya, Jakarta, Senin (6/4).

WANITAINDONESIA.CO – Di balik kenyamanan kita mengakses layanan cloud, belanja online, hingga teknologi AI yang kian canggih, ada infrastruktur kokoh yang bekerja tanpa henti. Menyadari hal ini, PLN UID Jakarta Raya mengambil langkah strategis dalam memperkuat ekosistem digital nasional.

Baru-baru ini, PLN resmi menyerahkan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) kepada dua pemain besar industri data: PT Data Center Indonesia Sukses Perkasa (DISP) dan PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDX).

Bukan angka yang main-main, PLN berkomitmen menyediakan pasokan listrik masing-masing sebesar 2×29,9 MVA. Energi sebesar ini disiapkan khusus untuk memastikan operasional kedua data center berjalan tanpa kendala, sehingga masyarakat Indonesia dapat menikmati konektivitas yang stabil dan cepat.

Baca Juga :  Saatnya IKM Lokal Ambil Peran dalam Rantai Pasok Kendaraan Listrik

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa PLN ingin menjadi tulang punggung bagi kemajuan ekonomi nasional melalui jalur digital.

“PLN siap memastikan kebutuhan listrik data center terpenuhi secara berkelanjutan. Ini adalah bentuk kontribusi kami dalam mendorong transformasi digital yang lebih luas,” ujar Andy Adcha dalam acara yang digelar di Ruang Batavia tersebut.

Baca Juga :  Kisah Haru Ibu Upik Kini Punya Listrik Sendiri

Dukungan penuh dari PLN ini disambut hangat oleh para pelaku industri. Bagi Nova Nurmegeni, General Affair PT Data Center Indonesia Sukses Perkasa, pasokan listrik yang stabil adalah “nyawa” bagi layanan mereka.

DISP fokus pada kebutuhan masa depan seperti Cloud, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT), sedangkan BDX, melalui Chief Business Officer-nya Dhany Lingga, menyebut kerja sama ini sebagai fondasi penting untuk melayani segmen enterprise, telco, hingga pemerintah secara global.

Baca Juga :  Melaju Melampaui Batas Lewat Keanggunan Xiaomi YU7 GT

Apa artinya ini bagi kita? Dengan listrik yang andal dari PLN:

  1. Akses Data Lebih Cepat: Layanan aplikasi sehari-hari menjadi lebih responsif.
  2. Keamanan Data Terjamin: Data center yang beroperasi stabil meminimalisir risiko gangguan sistem.
  3. Ekonomi Digital Tumbuh: Membuka peluang lapangan kerja baru di sektor teknologi bagi generasi muda.

Melalui sinergi ini, PLN UID Jakarta Raya membuktikan bahwa mereka tidak hanya sekadar penyedia listrik, tetapi juga mitra adaptif yang siap mengawal Indonesia menuju era digital yang berkelanjutan.