
WANITAINDONESIA.CO – Sukses tayang di serial Vidio, 8 November 2024, kini Screenplay Films mengadaptasi cerita ‘Zona Merah’ ke ranah film.
Disutradarai Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa, Zona Merah berfokus tentang wabah mayat hidup (zombie lokal) yang merebak di kota besar.
“Ini bergenre action thriller berdasar erita fiktif di pusat kota bernama Rimbalaya,” ujar Sidharta Tata di XXI Senayan City, Jakarta, baru-baru ini.
“Di film ini akan membawa elemen-elemen dari versi serial dengan nuansa baru. Tantangannya, jelas meningkatkan skala konflik dari satu Kabupaten ke langkah lebih jauh dan lebih besar lagi di pusat Kota,” ungkap Sidharta Tata.
Dijelaskan Sidharta Tata, ia akan membuat outbreaks (pendalaman penyakit dengan populasi tertentu) di kota besar.
Ia menambahkan inti dari film ini tentang perjuangan karakter untuk bertahan hidup di tengah ancaman zombie yang sangat ganas.
Luna Maya sebagai pemeran utama wanita dan executive producer memaparkan film ini akan membawa penonton ke dunia lebih gelap dan brutal.
“Pendalaman karakter lebih intens dan atmosfir chaos yang lebih terasa,” jelas Luna Maya yang berperan sebagai buruh pabrik yang mencari adiknya.
Luna Maya menambahkan, Zona Merah akan menjadi film nasional pertama bertema zombie di layar lebar.
“Dari sisi positioning di industri, ini kemajuan besar. Juga dari sisi kreatif, punya potensi intens bagi pelaku dan kru teknisi di lokasi dan studio,” timpal Luna Maya optimis.
Syuting akan digebrak bulan April sampai Mei 2026. Tentang perilisan masih rahasia.
Zona Merah akan diramaikan dengan pemeran Luna Maya, Agniny Haque, Maria Theodore, Andri Mashadi, Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin dan Derby Romero. (GIE)




