Menjaga ‘Napas’ Industri Tanpa Mengotori Bumi, Ikhtiar Lautan Luas di Jantung Petrokimia Cilegon

Peserta WaterCare Forum: Petrochemical Edition di Cilegon, 5 Februari 2026 berfoto bersama sebelum menyatakan konsensus untuk pengolahan air berkelanjutan. HO-Lautan Luas

WANITAINDONESIA.CO – Di balik megahnya labirin pipa besi dan deru mesin yang tak pernah tidur di kawasan industri Cilegon, ada satu elemen vital yang sering kali luput dari pandangan, namun menentukan hidup-mati operasional adalah air. Bagi industri petrokimia, air bukan sekadar komoditas. Ia adalah urat nadi yang mendinginkan mesin, melarutkan proses, dan memastikan roda ekonomi terus berputar. Namun, mengelola air di sektor ini adalah sebuah seni menyeimbangkan antara produktivitas tinggi dan tanggung jawab menjaga kelestarian bumi.

Menyadari tantangan yang kian pelik tersebut, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) — perusahaan yang telah 74 tahun malang melintang di dunia solusi bahan kimia — melalui anak usahanya, PT Lautan Air Indonesia (LAI), menginisiasi sebuah ruang temu bertajuk WaterCare Forum: Petrochemical Edition pada 5 Februari lalu.

Baca Juga :  Menakar Kekuatan Industri Kuliner dalam Menggerakkan Roda Ekonomi Nasional

Bukan Sekadar Dialog Formal

Lupakan sejenak kesan kaku sebuah forum korporat. WaterCare Forum dirancang menjadi sebuah platform diskusi strategis di mana para praktisi industri bisa saling “curhat” mengenai tantangan nyata di lapangan. Mulai dari peliknya regulasi digital yang terus berubah, hingga teknis pengelolaan limbah dengan beban pencemar tinggi yang sering kali menguras energi.

Tema yang diusung pun sangat relevan: “Integrated Water Technology for Petrochemical Efficiency & Compliance”. Tujuannya jelas, yakni menjembatani antara kebutuhan operasional pabrik yang harus efisien dengan kewajiban menjaga standar lingkungan yang ketat.

Baca Juga :  Cinepolis Hadirkan Layanan Kuliner Halal Pertama Dalam Industri Cinema Indonesia

Bagi PT Lautan Luas, kepatuhan terhadap aturan hanyalah ambang batas minimal. Visi besarnya jauh melampaui itu.

“Tantangan kita hari ini bukan lagi cuma soal ‘buang air sesuai aturan’, tapi bagaimana memastikan sistem air dapat berjalan secara efisien, andal, dan selaras dengan tuntutan regulasi yang dinamis,” ujar Bagus Danarto, Chief Commercial Officer Lautan Air Indonesia.

Semangat kolaborasi ini juga ditegaskan oleh Eurike Hadijaya, Head of Investor Relations & ESG PT Lautan Luas Tbk. Ia memandang forum ini sebagai investasi untuk masa depan.

“Kami ingin menciptakan ruang diskusi yang memungkinkan para pelaku industri saling berbagi pengalaman. Ini bukan sekadar bisnis, tapi komitmen kami menciptakan nilai jangka panjang bagi industri, masyarakat, dan lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mengagungkan Peran serta Kiprah Wanita Indonesia di Industri Marketing Global

Inisiatif di Cilegon ini barulah langkah awal. Lautan Luas berencana membawa semangat WaterCare Forum ke berbagai sektor industri lainnya di Indonesia. Di tengah dunia yang semakin menuntut praktik hijau, upaya seperti ini menjadi pengingat bahwa kemajuan industri dan kelestarian alam bisa berjalan beriringan—asalkan kita mau duduk bersama dan mencari solusi.

Sebab pada akhirnya, industri yang hebat bukan hanya yang mampu mencetak profit, tapi yang mampu menjaga “napas” operasionalnya tanpa meninggalkan jejak yang merusak bagi generasi mendatang. (Gdi)