Bagaimana Seorang Pengusaha Brasil Mengguncang Industri yang Jenuh dengan Perpaduan Rasa, Budaya, dan Keberlanjutan

Liza Deubez

Liza Deubez : Perempuan yang Merevolusi Es Krim—Dengan Sebuah Tujuan

Wanitaindonesia.co -Selama beberapa dekade, industri es krim telah dipenuhi dengan rasa yang sudah familiar dan konsep produksi massal. Tetapi bagaimana jika es krim bisa lebih dari sekadar camilan manis? Bagaimana jika es krim bisa bercerita, menghormati tradisi, dan memberikan dampak nyata?

Inilah Liza Deubez, seorang visioner asal Brasil yang mengubah ide sederhana menjadi sebuah gerakan di Indonesia. Sebagai pendiri Paletas Wey, merek es krim sehat pertama di Indonesia, Liza membuktikan bahwa inovasi kuliner bukan hanya soal rasa—tetapi juga soal dampak.

Dengan penghormatan yang mendalam terhadap budaya, keberlanjutan, dan komunitas, ia telah mengubah cara orang menikmati es krim. Dan kini, dalam perayaan 10 tahun Paletas Wey, Liza membawa inovasi ini ke tingkat berikutnya dengan kreasi terbarunya: Paletas Wey Scoop – Taste of Heritage, sebuah koleksi yang menghadirkan setiap scoop sebagai perayaan keberagaman budaya Indonesia.

Kisah di Balik “Taste of Heritage”

Ketika pertama kali meluncurkan Paletas Wey, Liza tidak hanya memperkenalkan alternatif es krim yang lebih sehat—ia sedang mendefinisikan ulang industri ini. Merek ini dengan cepat menarik perhatian banyak orang dan menjadi viral berkat konsep uniknya: menggunakan buah asli, tanpa bahan tambahan buatan, serta mengangkat nilai budaya Indonesia.

Baca Juga :  Es Krim Fenomenal untuk Gim Fenomenal

Kini, dengan koleksi Taste of Heritage, Liza menghadirkan narasi yang lebih dalam. Setiap rasa dalam lini terbaru ini terinspirasi dari berbagai daerah di Indonesia, menghormati tradisi, tarian, dan bahan khas setempat:

Vanilla Blue Pea (Maluku) – Diperkaya dengan bunga telang, varian ini merupakan penghormatan terhadap tarian Cakalele, simbol keberanian dan kekuatan khas Maluku.

Mango (Banyuwangi, Jawa) – Terinspirasi dari Petik Laut, ritual laut tradisional sebagai bentuk rasa syukur dan perlindungan di salah satu daerah penghasil mangga terbesar di Jawa.

Chocolate (Sulawesi) – Menghormati tari Kabasaran, tarian yang melambangkan semangat prajurit—Sulawesi sendiri merupakan salah satu pemasok cokelat terbesar di Indonesia dan dunia.

Strawberry (Bandung, Jawa Barat) – Merayakan keanggunan dan keindahan tari Merak, sebagaimana ladang stroberi di Bandung yang menghadirkan warna dan cita rasa yang kaya bagi pulau ini.

Baca Juga :  Liza Deubez: Menciptakan Revolusi dalam Industri Es Krim dengan Paletas Wey dan Taste of Heritage

Namun, visi Liza lebih dari sekadar rasa—ia ingin menciptakan sebuah gerakan.

Memberdayakan Perempuan & Petani, Satu Scoop dalam Satu Waktu

Saat sebagian besar merek es krim fokus pada tren, Paletas Wey fokus pada tujuan. Di balik setiap scoop, ada komitmen untuk memberdayakan petani lokal, memastikan mereka menerima harga yang adil dengan langsung membeli bahan baku dari mereka. Inisiatif ini tidak hanya menjamin kualitas—tetapi juga mendukung keluarga dan memperkuat komunitas.

Dan upaya keberlanjutan ini tidak berhenti di sana. Paletas Wey telah menerapkan program penanaman benih inovatif, di mana 40% biji mangga dan alpukat dari produksi dikumpulkan, ditanam, dan diberikan kembali kepada petani serta komunitas lokal—secara gratis. Siklus keberlanjutan ini menjadi pernyataan berani di industri yang sering mengabaikan jejak lingkungan mereka.

“Kami tidak hanya membuat es krim,” kata Liza. “Kami menciptakan sesuatu yang berarti—sebuah produk yang menyehatkan, menginspirasi, dan memberi kembali kepada orang-orang serta tanah yang membuatnya menjadi mungkin.”

Baca Juga :  Glico WINGS Luncurkan Es Krim Frostbite Potabee, Inovasi Es Krim Paling Mind-Blowing dengan Keripik Kentang Asli Pertama di Indonesia

Mengapa Ini Penting bagi Perempuan di Dunia Bisnis

Perjalanan Liza adalah kisah inovasi, ketahanan, dan keberanian menembus batas di industri yang didominasi oleh laki-laki. Sebagai seorang pengusaha perempuan, ia telah mendobrak ekspektasi dengan menggabungkan seni kuliner dan dampak sosial, membuktikan bahwa bisnis tidak harus memilih antara keuntungan dan tujuan—mereka bisa memiliki keduanya.

Kesuksesannya menjadi inspirasi bagi perempuan di mana pun, mengingatkan kita bahwa ide terbaik lahir dari passion, dan bisnis paling sukses dibangun dengan hati.

Lebih dari Sekadar Es Krim—Mewariskan Sebuah Perubahan

Paletas Wey telah berkembang lebih dari sekadar merek; ia menjadi simbol perubahan, menunjukkan bahwa makanan bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, bisnis dan komunitas, budaya dan inovasi.

Bagi mereka yang mencari sesuatu yang lebih dari sekadar camilan manis, Taste of Heritage adalah undangan untuk menikmati dengan makna—satu scoop dalam satu waktu.(srv)

Bergabunglah dalam Gerakan Ini: