WANITAINDONESIA.CO — Kepergian Dr. (H.C.) Martha Tilaar pada Rabu (14/10/2026) menjadi kehilangan besar bagi industri kecantikan Indonesia. Pendiri Martha Tilaar Group ini dikenal sebagai sosok yang memadukan kekayaan alam, tradisi perawatan kecantikan Nusantara, dan ilmu kosmetik modern.
Di balik merek kecantikan lokal yang dikenal luas, Martha memiliki perjalanan panjang dalam membangun bisnis sekaligus memperkenalkan warisan budaya Indonesia. Berikut lima fakta tentang sosok perempuan yang berjasa dalam perkembangan industri kecantikan Tanah Air.
1. Memulai Bisnis dari Salon Kecil pada 1970
Perjalanan Martha Tilaar di dunia kecantikan dimulai pada 1970, ketika ia membuka Martha Salon di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Usaha tersebut berawal dari tempat sederhana di garasi rumah orang tuanya.
Dari salon kecil itu, Martha perlahan membangun bisnis kecantikan yang terus berkembang. Ia kemudian membuka salon kedua bernama Martha Griya Salon pada 1972, yang turut memperkenalkan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal.
2. Mendirikan Sariayu dengan Mengangkat Tradisi Nusantara
Martha mendirikan merek Sariayu pada 1977 bersama mitra usahanya melalui PT Martina Berto. Produk ini dikembangkan dengan menggabungkan pengetahuan kosmetik modern dan inspirasi dari tradisi kecantikan perempuan Indonesia.
Dalam prosesnya, Martha mempelajari manuskrip kuno dari Keraton Yogyakarta untuk memahami cara perempuan Jawa merawat kecantikan pada masa lampau. Pengetahuan tersebut kemudian menjadi salah satu inspirasi pengembangan produk kecantikan lokal.
3. Mengangkat Kekayaan Alam Indonesia sebagai Inspirasi Produk
Salah satu ciri khas kiprah Martha adalah pemanfaatan bahan alami dan kekayaan hayati Indonesia dalam industri kecantikan. Ia percaya bahwa tradisi lokal dapat dikembangkan melalui riset dan inovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen modern.
Melalui Sariayu, ia juga memperkenalkan tren warna tata rias yang terinspirasi dari keindahan alam dan budaya berbagai daerah di Indonesia. Sejak 1987, tren warna tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keragaman Nusantara melalui dunia kecantikan.
4. Mengembangkan Bisnis hingga Mencakup Pendidikan dan Spa
Bisnis yang dirintis Martha tidak berhenti pada salon dan kosmetik. Martha Tilaar Group kemudian berkembang dengan berbagai lini usaha, termasuk pendidikan kecantikan, produk herbal, serta layanan spa dan salon.
Salah satu wujud perhatiannya terhadap pendidikan adalah Puspita Martha International Beauty School, yang berfokus pada pengembangan keterampilan di bidang kecantikan. Melalui pendidikan dan pelatihan, perempuan juga mendapat kesempatan untuk meningkatkan kemampuan profesional dan membangun usaha sendiri.
5. Mendapat Pengakuan atas Kiprahnya di Industri Kecantikan
Dedikasi Martha dalam mengembangkan industri kecantikan lokal dan mengangkat budaya Indonesia mendapat berbagai pengakuan. Pada 2016, ia menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu penanda atas kontribusinya dalam bidang budaya. Selama perjalanan kariernya, Martha juga dikenal sebagai pengusaha yang mendorong inovasi produk lokal dan pemberdayaan perempuan.
Martha Tilaar meninggal dunia pada Rabu pagi (14/10/2026) dalam usia 89 tahun. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang di industri kecantikan Indonesia, terutama melalui upayanya menjadikan tradisi perawatan Nusantara sebagai inspirasi bagi produk modern.
Warisan yang ia bangun bukan hanya merek kecantikan, tetapi juga gagasan bahwa kekayaan alam dan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya. (GIE)

