​3 Kunci Jadi Guru Hebat Versi Mendikdasmen Abdul Mu’ti

​Acara yang diselenggarakan oleh ParagonCorp tersebut merupakan momen kelulusan (graduation) bagi para peserta Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Program (ILP). (Foto : Dok Paragoncrop)

WANITAINDONESIA.CO — Sosok guru dan pendidik memegang peranan sentral dalam membentuk karakter serta masa depan generasi bangsa. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat menghadiri gelaran Inspiring Educators 2026 di Jakarta Concert Hall, Sabtu (26/9/2026).

​Acara yang diselenggarakan oleh ParagonCorp tersebut merupakan momen kelulusan (graduation) bagi para peserta Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Program (ILP).

​Dalam pesannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa transformasi pendidikan nasional sejatinya bermula dari ruang kelas. Menurutnya, terdapat tiga kunci utama untuk menjadi guru hebat yang mampu menggerakkan perubahan.

​3 Kunci Utama Menjadi Guru Hebat

​Alih-alih memberikan ceramah formal, Abdul Mu’ti menyampaikan pandangannya lewat kisah perjalanan hidupnya sendiri, seorang anak desa asal Kudus dan lulusan Madrasah Aliyah yang tak pernah membayangkan bisa menempuh pendidikan perguruan tinggi hingga kini dipercaya memimpin kementerian.

Baca Juga :  Revitalisasi Sekolah Dongkrak Mutu Pendidikan dan Ekonomi Warga

​1. Mencintai Murid dan Ilmu
​Niat menjadi seorang pendidik harus dilandasi rasa cinta yang tulus. Mengajar adalah misi profetik yang mengubah ketidaktahuan murid menjadi pemahaman mendalam.

​”Setiap murid adalah utusan Tuhan yang membukakan pintu-pintu surga bagi gurunya. Karena itu, jadilah guru yang sabar dengan segala kesulitan dan terus membuka jalan bagi mereka yang ingin menjadi lebih baik,” ujar Abdul Mu’ti.

2. Mendidik adalah Menginspirasi (Teaching is Inspiring)
​Menjadi guru bukan berarti bersikap menggurui. Seorang pendidik hendaknya menjadi pendengar yang sabar serta memberikan keteladanan nyata melalui sikap dan tindakan.
​”Guru tidak selalu harus minta didengar. Guru juga harus menjadi pendengar yang sabar dan memberi keteladanan,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa kisah nyata kepemimpinan dan perjuangan hidup dapat menumbuhkan keyakinan pada murid bahwa siapa pun bisa meraih sukses.

​3. Mendidik dengan Memuliakan
​Proses belajar mengajar hendaknya menerapkan deep learning (pembelajaran mendalam) yang memuliakan murid, guru, dan ilmu pengetahuan. Murid dituntut untuk diperlakukan sebagai rekan belajar, sementara guru terus menempatkan diri sebagai pembelajar yang adaptif. Pendekatan ini dirancang agar suasana belajar menjadi mindful, meaningful, dan joyful.

Baca Juga :  Mendikdasmen Tinjau Hari Terakhir MPLS Ramah
(Foto : Dok Paragoncrop)

​Kisah inspiratif mengenai dampak besar seorang guru turut diamini oleh Komisaris ParagonCorp, Salman Subakat. Di panggung yang sama, Salman mengenang guru Fisika SMA-nya, Yani Bayani, yang 30 tahun lalu berani memberinya nilai 10 di rapor.

​Kepercayaan sang guru kala itu menjadi titik balik yang membangun rasa percaya diri Salman hingga berhasil menembus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendirikan salah satu perusahaan FMCG terbesar di Indonesia.

​”Yang berkesan itu bukan karena angkanya, tapi karena di balik angka itu ada sebuah pesan: saya percaya kamu bisa. Kepercayaan yang diberikan 30 tahun lalu itu masih saya bawa sampai sekarang,” kenang Salman.

Baca Juga :  SMPN 9 Pangkalpinang Direvitalisasi Setelah 36 Tahun

​Salman juga menyoroti maraknya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini. Menurutnya, AI mungkin dapat membantu murid mendapatkan data dan pengetahuan (knowledge), tetapi AI tidak bisa menggantikan sentuhan manusiawi seorang guru.

​”Pendidik membantu murid membangun cara berpikir, karakter, keberanian, dan daya juang. Semakin AI berkembang, peran pendidik bukan semakin kecil, justru semakin penting,” tegasnya.

​Memberdayakan Puluhan Ribu Pendidik Indonesia

​Program Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Program (ILP) merupakan wujud komitmen berkelanjutan ParagonCorp dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2026, WIT meluluskan 5.000 guru, sementara ILP meluluskan 1.000 dosen.

​Sejak diinisiasi pada tahun 2017, kedua program apresiasi dan pelatihan ini telah menjangkau lebih dari 43.000 pendidik di 38 provinsi di seluruh Nusantara. (Des)