Site icon Wanita Indonesia

Waspada! 72 Siswa Jaktim Keracunan Massal, Kenali Tanda Makanan “Basi” Sebelum Terlambat

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Ani Ruspitawati dan Kepala Dinas Pendidikan, Nahdiana tiba di RSKD Duren Sawit untuk menengok anak-anak yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG.

WANITAINDONESIA.CO – Kasus dugaan keracunan massal kembali mengguncang Jakarta. Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah di Jakarta Timur (SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, 07, dan 09) terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (4/4/2026).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa rata-rata siswa mengalami gejala klasik keracunan: demam tinggi, mual, muntah, hingga diare. Dugaan kuat mengarah pada menu spageti yang disajikan saat itu.

Belajar dari insiden ini, kita dituntut untuk lebih “rewel” sebelum menyantap makanan. Keracunan sering kali terjadi karena bakteri atau kontaminasi yang sebenarnya bisa kita deteksi melalui panca indra.

Cara Cepat Deteksi Makanan Tidak Layak Konsumsi

Jangan hanya asal kenyang, pastikan makanan Anda aman dengan langkah Lihat, Cium, dan Rasakan:

1. Perubahan Warna (Visual)

2. Aroma yang Menyengat (Olfaktori)

3. Tekstur dan Rasa

Catatan penting, bakteri penyebab keracunan seperti Salmonella atau E. coli terkadang tidak mengubah rasa secara drastis, namun suhu penyimpanan yang salah (dibiarkan di ruang terbuka lebih dari 2 jam) adalah pemicu utama.

Jika Anda atau anak Anda terlanjur mengonsumsi dan mengalami mual dan diare setelah makan, maka upaya yang harus segera dilakukan adalah:

  1. Hidrasi naksimal dengan minum air putih atau oralit untuk mengganti cairan yang hilang.
  2. Jangan langsung minum obat penghenti diare. Biarkan tubuh mengeluarkan racun secara alami, kecuali atas saran dokter.
  3. Segera ke medis jika mengalami demam tinggi dan lemas tak tertahankan, segera ke rumah sakit terdekat seperti langkah cepat yang dilakukan terhadap 72 siswa Jaktim tersebut.

Patut diperhatikan lebih baik membuang makanan yang mencurigakan daripada harus masuk ke ruang IGD. (Gdi)

Exit mobile version