“Wasiat Warisan”: Ketika Cinta Keluarga Menuntun Kita Pulang

Wasiat Warisan menitikberatkan tentang bagaimana sebuah keluarga menyelesaikan konflik, terutama ketika ada faktor utang yang terlibat.

WANITAINDONESIA.CO – Ada saat-saat dalam hidup ketika kita dipanggil kembali ke tempat yang pernah kita tinggalkan. Bukan karena rumah itu sempurna, tetapi karena di sanalah hati kita pernah tumbuh. Itulah yang terasa saat menyimak perjalanan tiga bersaudara dalam film “Wasiat Warisan”, produksi PIM Pictures, yang akan tayang di bioskop pada 4 Desember 2025. Dalam siaran pers resmi yang dirilis pada 26 November 2025, film ini diperkenalkan sebagai drama keluarga yang tidak hanya berbicara tentang warisan harta, tetapi tentang cinta yang harus diperjuangkan kembali.

“Wasiat Warisan” mengikuti kisah Togar, Tarida, dan Ramona Sidabutar—diperankan oleh Derby Romero, Sarah Sechan, dan Astrid Tiar—yang kembali berkumpul setelah kepergian kedua orang tua mereka. Mereka mewarisi sebuah hotel di tepi Danau Toba, berikut segala kenangannya. Namun yang lebih mengejutkan, mereka juga mewarisi utang yang selama ini tak pernah mereka tahu. Di sinilah cerita dimulai: sebuah pulang yang tak direncanakan, sebuah pertemuan yang mengungkap luka, tetapi juga membuka ruang baru untuk saling mencintai.

Baca Juga :  Luna Maya Tampilkan Emosi Mendalam Seorang Ibu di Film Horor Jalan Pulang

Dalam siaran pers itu diceritakan bahwa Togar adalah anak bungsu yang menata hidupnya jauh dari kampung halaman. Tarida, sang sulung, bertahun-tahun memikul tanggung jawab tanpa banyak keluhan, sementara Ramona berada di tengah—sering terabaikan, tetapi diam-diam menjadi penyangga keluarga. Ketika mereka akhirnya duduk bersama di rumah yang dulu dipenuhi tawa orang tua mereka, emosi pun mengalir: marah, kecewa, rindu, dan cinta yang tak pernah hilang meski terbungkus jarak.

Sutradara Agustinus Sitorus mengungkapkan dalam rilis tersebut bahwa film ini terinspirasi dari kisah nyata tentang keluarga-keluarga yang harus menghadapi warisan penuh dilema. Namun lebih dari konflik, Agustinus ingin menunjukkan bahwa cinta keluarga tidak pernah sederhana. “Wasiat Warisan menitikberatkan tentang bagaimana sebuah keluarga menyelesaikan konflik, terutama ketika ada faktor utang yang terlibat,” ujarnya. Kalimat itu menjadi inti cerita: bahwa cinta tidak selalu mulus, tetapi justru diuji oleh keadaan.

Baca Juga :  Ada THE CONJURING: LAST RITE dan Serunya Event HALLOWEEN Pakuwon Mall Bekasi di CATCHPLAY+ Oktober 2025!

Derby Romero, yang memerankan Togar, juga menyampaikan dalam siaran pers bahwa perannya kali ini mengajarkannya banyak hal tentang hubungan keluarga. “Bagi saya, keluarga adalah tempat kita kembali, apa pun yang terjadi. Lewat Wasiat Warisan, saya diingatkan bahwa warisan terbesar bukanlah harta, melainkan nilai-nilai tentang kebersamaan dan keberanian untuk saling merawat,” ucapnya. Kalimat itu seperti undangan lembut bagi penonton untuk mengenang kembali keluarga mereka sendiri.

Keindahan Danau Toba, yang digambarkan begitu intim berkat dukungan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BOPDT), menjadi latar yang menyempurnakan perjalanan emosional ini. Pantulan cahaya senja di permukaan air, heningnya pagi di Samosir, dan hangatnya budaya Batak yang hadir melalui para pemerannya membuat film ini terasa seperti surat cinta untuk rumah, untuk tanah kelahiran, dan untuk mereka yang selalu menunggu kita pulang.

Baca Juga :  10 Fakta Menarik Tsunade Perempuan Kuat di Anime Naruto

Dari informasi yang tercantum dalam siaran pers, penonton bisa mulai mengakses Advance Ticket Sales sebelum tanggal tayang. Promo-promo menarik juga disiapkan pada hari pertama rilis. Informasi selengkapnya hadir di akun Instagram dan TikTok resmi film @film_wasiatwarisan serta akun PIM Pictures @pimpictures_.

“Wasiat Warisan” bukan hanya cerita tentang harta peninggalan. Ini adalah kisah tentang tiga hati yang belajar saling memahami. Tentang bagaimana cinta bisa retak, tetapi selalu punya ruang untuk tumbuh kembali. Tentang keberanian untuk pulang—bukan sekadar ke sebuah rumah, tetapi pulang kepada orang-orang yang mencintai kita meski caranya tidak selalu sempurna.

Dan mungkin, seperti yang terjadi pada Togar, Tarida, dan Ramona, pulang adalah cara paling romantis untuk menemukan diri sendiri lagi. (umar)