WANITAINDONESIA.CO – Kalau kamu lagi cari tempat ngopi yang bukan cuma estetik tapi juga punya “value”, kafe ini wajib masuk daftar kunjungan kamu. Warisan Kopi resmi membuka gerai perdananya di kawasan Bojong Koneng, Sentul, dan langsung mencuri perhatian dengan konsep yang nggak biasa: memadukan kopi lokal premium, pemberdayaan UMKM, hingga kepedulian lingkungan all in one place.
Berlokasi di kaki perbukitan dengan suasana sejuk khas Sentul, kafe ini bukan sekadar tempat ngopi cantik buat foto-foto. Lebih dari itu, Warisan Kopi hadir membawa misi besar: mengangkat kopi Indonesia ke panggung dunia.
Ngopi Cantik, Tapi Tetap Berdampak
Di balik tampilannya yang aesthetic dan Instagramable, Warisan Kopi punya misi sosial yang kuat. Mereka menggandeng pelaku UMKM kuliner lokal mulai dari bakso, soto, hingga bubur untuk tumbuh bersama dalam satu ekosistem.
Hal ini juga ditegaskan oleh Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko selaku mitra strategis yang menyebutkan bahwa konsep utama Warisan Kopi adalah meningkatkan kelas UMKM melalui kolaborasi nyata. Ia mencontohkan, pelaku usaha yang sebelumnya hanya menjual sekitar 50 porsi per hari, kini bisa meningkat hingga lebih dari 500 porsi setelah bergabung.
Menurutnya, inilah bentuk nyata transformasi dari usaha mikro menjadi kecil, hingga berkembang ke level menengah.
Hidden Gem di Tengah Hutan Pinus
Satu hal yang bikin Warisan Kopi beda dari kafe lain: tidak ada satu pohon pun yang ditebang saat pembangunan. Yes, kamu nggak salah baca.
Berdiri di lahan 1,4 hektare yang dipenuhi pohon pinus alami, kafe ini justru menjadikan alam sebagai “dekorasi utama”. Bahkan, mereka juga melakukan penanaman pohon kopi sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan.
Komitmen ini selaras dengan pernyataan Bupati Bogor Rudy Susmanto yang menilai pembangunan Warisan Kopi sebagai contoh investasi ramah lingkungan. Dengan koefisien dasar bangunan hanya 7,4%, sebagian besar lahan tetap difungsikan sebagai area resapan air, lengkap dengan sistem kolam yang menjaga aliran air tetap optimal.
Sementara itu, Moeldoko juga menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah prinsip utama. “Pembangunan kafe ini tanpa menebang 1 pohon pun, sebanyak apa pun uang, kita tidak bisa menggantikan pohon pinus yang sudah puluhan tahun berdiri. Ini adalah aset alam yang harus dijaga,” ungkapnya.
Konsep WFC yang Jadi Jawaban Gaya Hidup Modern
Bukan cuma soal ngopi santai, Warisan Kopi juga dirancang sebagai ruang kerja alternatif yang nyaman.
Moeldoko menyebut konsep Work From Cafe (WFC) sebagai salah satu pilar utama. Semua fasilitas sudah disiapkan mulai dari konektivitas hingga area kerja yang mendukung produktivitas. “Kami ingin tempat ini benar-benar menjawab kebutuhan konsumen, bukan sekadar tempat nongkrong,” jelasnya.
Dengan WiFi hingga 700 Mbps, area terbuka, dan spot privat, tempat ini cocok banget buat kamu yang ingin kerja dengan suasana lebih fresh.
Bogor, Destinasi yang “Nggak Pernah Libur”
Dalam kesempatan yang sama, Rudy juga menegaskan posisi Bogor sebagai destinasi favorit warga Jabodetabek.
Kabupaten Bogor terus berkembang menjadi pusat wisata dan ekonomi baru, termasuk kawasan Bojong Koneng yang kini mulai dikenal sebagai hidden gem, pemerintah daerah juga memberikan kemudahan perizinan dan terus membangun infrastruktur untuk mendukung investasi dan pariwisata selama masih menjaga lingkungan.
Menu Signature yang Wajib Dicoba
Soal menu, Warisan Kopi juga punya deretan pilihan yang unik dan menggoda:
Kopi Warisan (Salted Creamy Coffee)
Signature drink dengan sensasi creamy gurih dan ada rasa permen kopi yang legendaris
Warisan Cendol
Cendol kecebong dengan nangka, kacang merah, gula merah, dan susu cair,perpaduan tradisional yang naik level
Warisan Sandwich & Bakso Warisan
Camilan dan kudapan yang nyaman yang pas untuk teman ngopi.
Menariknya, hanya dengan budget sekitar Rp50 ribuan, kamu sudah bisa menikmati kopi premium dan camilan di suasana seadem ini. Tersedia juga menu makanan berat seperti nasi, ayam goreng, daging, telur balado, hingga sayur lengkap.
Buka Lapangan Kerja & Dikelola Bersama
Selain konsep bisnis dan lingkungan, Warisan Kopi juga membawa dampak sosial.
Moeldoko mengungkapkan bahwa dari 98 pekerja, sebanyak 62 di antaranya merupakan warga lokal. Bahkan, pengelolaan parkir juga melibatkan masyarakat sekitar dengan tarif transparan Rp5.000 tanpa pungutan tambahan.
Ia juga sempat menyinggung tingginya antusiasme masyarakat, di mana jumlah pengunjung sempat mencapai 4.000 orang dalam satu waktu. Kini, sistem pengelolaan sudah semakin rapi untuk memastikan kenyamanan pengunjung.
Lebih dari Sekadar Coffee Shop
Didirikan oleh Hendri Long sebagai founder warisan kopi bersama Moeldoko sebagai mitra strategis, Warisan Kopi membawa visi besar: dari kebun hingga ke cangkir.
Mulai dari biji kopi lokal hingga creamer produksi sendiri, semuanya dikontrol untuk menjaga kualitas dan konsistensi rasa.
Daftar Destinasi Baru yang Wajib untuk di kunjungin
Dengan konsep yang kuat, suasana yang menenangkan, dan harga yang ramah di kantong, pada jumat sabtu minggu kita disuguhkan live musik, Warisan Kopi bukan cuma sekadar tempat nongkrong tapi juga pengalaman.
Mulai dari healing tipis-tipis, kerja produktif, hingga quality time bareng bestie, semuanya bisa kamu temukan di sini.
Selalu masukin Warisan Kopi ke daftar hangout kamu yuk. (wib)

