WANITAINDONESIA.CO – Langkah kaki para pelancong yang merindukan kepraktisan mendarat di jantung Kota Kembang kini semakin dekat menuju kenyataan. Pintu gerbang udara legendaris Kota Bandung, Bandara Husein Sastranegara, bersiap kembali mengangkasa dengan energi baru. Bukan sekadar melayani penerbangan baling-baling, bandara kebanggaan warga Jawa Barat ini resmi mengantongi lisensi hijau untuk kembali menerbangkan pesawat jet berbadan sedang (narrow body) sekelas Boeing 737-800.
Pencapaian besar ini ditandai dengan diterbitkannya Sertifikat Bandar Udara (SBU) Nomor: 005.1/SBU/VII/2026 oleh Kementerian Perhubungan pada pertengahan Juli lalu. Dokumen penting tersebut menjadi bukti sah bahwa Bandara Husein Sastranegara telah memenuhi standar keselamatan penerbangan tertinggi, termasuk peningkatan kapasitas fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) yang kini melonjak naik ke Kategori 7.
Langkah ini mempertegas komitmen pengelola dalam menghidupkan kembali dinamika konektivitas udara di pusat kota. Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Arie Ahsanurrohim, mengungkapkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi keselamatan menjadi fondasi utama dalam seluruh rangkaian pembenahan ini. Persiapan matang yang melibatkan pembenahan di area landas pacu (runway), landas hubung (taxiway), hingga landas parkir pesawat (apron) terus digenjot demi memastikan setiap roda pesawat jet dapat mendarat dengan mulus dan aman.
“Sertifikat tersebut menjelaskan Bandara Husein Sastranegara telah memenuhi fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7. Hal ini menjadi kemajuan nyata dan konkret dalam persiapan optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Bandung,” ujar Arie Ahsanurrohim dalam keterangan resminya.
Namun, kejutan sesungguhnya tidak hanya berada di landasan pacu. Di dalam gedung terminal, transformasi besar-besaran tengah berlangsung dengan memadukan nuansa modernitas serta kehangatan kearifan lokal khas Sunda. Pendekatan berbasis tiga pilar utama—yakni fasilitas (premises), sumber daya manusia (people), dan alur operasional (process)—diterapkan secara menyeluruh demi menghadirkan pengalaman berpergian yang jauh lebih berkesan bagi para penumpang.
Wajah baru terminal kini mempercantik diri dengan berbagai penyegaran, mulai dari perbaikan fasilitas umum seperti area toilet, ruang ibadah, hingga ruang menyusui (nursery room) yang lebih nyaman. Bagi para pekerja ber mobilitas tinggi, hadir pula fasilitas ruang kerja bersama (coworking space) modern di dalam area tunggu bandara yang memungkinkan aktivitas bekerja tetap berjalan lancar sebelum penerbangan dimulai. Tidak berhenti di situ, penataan lanskap di sisi udara juga dipoles lewat beautifikasi fasad bangunan serta instalasi taman-taman hijau yang menyegarkan mata.
Seluruh jajaran staf dan pelayanan turut diselaraskan untuk menyambut standar kelas dunia, memastikan alur keberangkatan, kedatangan, hingga area penjemputan berjalan tanpa hambatan. Sinergi yang kuat antara pengelola, pemerintah daerah, hingga instansi militer setempat menjadi kunci utama kembalinya kejayaan bandara ini.
“Pada pilar premises untuk fasilitas yang berfokus pada pengalaman pelanggan (customer experience), kami melakukan renovasi dan mempercantik terminal penumpang dengan konsep modern yang mengedepankan perpaduan kearifan budaya Jawa Barat,” pukas Arie Ahsanurrohim dengan nada optimistis.
Dengan rampungnya berbagai persiapan mendasar ini, angin segar kini berhembus makin kencang bagi industri penerbangan tanah air. Dalam waktu dekat, deru mesin jet tidak hanya akan kembali mewarnai langit Bandung untuk rute niaga berjadwal dalam dan luar negeri, tetapi juga membuka ruang bagi penerbangan charter maupun non-niaga.
Siapkan agenda perjalanan Anda, sebab kenyamanan terbang dan kenikmatan mendarat tepat di tengah riuhnya Kota Bandung kini siap menyapa kembali. (Gdi)

