WANITAINDONESIA.CO – Sensasi melintasi lautan dengan kenyamanan khas transportasi publik perkotaan kini bukan lagi sekadar impian bagi warga Jakarta dan wisatawan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menaruh perhatian besar pada pemerataan aksesibilitas wilayah kepulauan melalui pembenahan jaringan moda transportasi laut. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dalam mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong potensi pariwisata bahari agar makin berkembang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan konsentrasi utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah merealisasikan perluasan layanan transportasi jalur laut oleh Transjakarta ke Pulau Seribu. Pembenahan fasilitas serta kesiapan armada di wilayah perairan menjadi fokus prioritas yang sedang digodok demi menghadirkan kenyamanan serta keamanan maksimal bagi para penumpang.
Kendati demikian, Pramono mengatakan pihaknya juga tetap mempersiapkan regulasi hingga pendanaan untuk Transjakarta jalur udara. Kesadaran akan pentingnya konektivitas udara di masa depan menjadi salah satu fondasi dasar dalam menunjang ambisi Jakarta sebagai metropolitan modern yang sejajar dengan kota-kota utama di dunia.
“Konsentrasi pertama kita adalah penanganan transportasi laut, tetapi kita mempersiapkan untuk transportasi udara,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan TB Simatupang, Jakarta, Senin.
Menurut Pramono, Jakarta yang menyandang sebagai kota global juga harus mempersiapkan transportasi layaknya kota besar lainnya di dunia. Penataan sarana dan prasarana penunjang terus dipelajari agar penerapannya di lapangan dapat berjalan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Pramono mencontohkan kota-kota besar seperti New York, London, Beijing dan sebagainya yang sudah memiliki aturan transportasi jalur udara dengan helikopter dan sebagainya. Kehadiran moda transportasi udara yang teratur dan teregulasi dengan baik dinilai mampu memberikan alternatif efisiensi waktu bagi kebutuhan mobilitas tinggi.
Untuk itu Pramono menilai Jakarta juga harus mempersiapkan diri untuk menyediakan layanan tersebut melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Pengalaman panjang Transjakarta dalam mengelola moda transportasi darat menjadi modal berharga untuk mengekspansi layanan ke wilayah laut hingga udara.
“Dalam penanganan Jakarta kota global, maka hal yang berkaitan dengan transportasi udara seperti yang sekarang dilakukan di New York, London, Beijing, dan sebagainya kota-kota besar dunia, mereka mengatur dengan ada helikopter dan sebagainya,” kata Pramono.
Meski mempersiapkan Transjakarta jalur udara, namun saat ini fokus utama Pemprov DKI Jakarta adalah operasional Transjakarta jalur laut ke Pulau Seribu. Kehadiran konektivitas laut yang andal diharapkan dapat memangkas kesenjangan aksesibilitas antara warga daratan dan kepulauan.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan pihaknya menargetkan transisi penugasan pengelolaan transportasi laut ke Kepulauan Seribu dapat dilakukan dalam waktu sekitar satu tahun dan mulai beroperasi pada Juni 2027. Target waktu tersebut dirancang agar seluruh proses kajian teknis, integrasi sistem, dan persiapan infrastruktur berjalan matang.
Welfizon menerangkan pihaknya telah mempersiapkan dengan kunjungan ke lima pulau, yakni Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan beberapa waktu lalu. Peninjauan lapangan secara langsung ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan riil masyarakat serta kondisi geografis dermaga setempat.
“Kami juga kemarin bertemu dengan operator ataupun pengusaha-pengusaha kapal tradisional. Harapan mereka adalah, berkaca dengan sistem yang ada di darat, ada peluang kerja sama dengan pelaku usaha kapal tradisional untuk bisa menjadi operator,” kata Welfizon.
Dalam tahap awal, Transjakarta akan mengoptimalkan aset yang dimiliki Dinas Perhubungan DKI Jakarta, termasuk kapal, dermaga, dan fasilitas pelabuhan. Pemanfaatan sarana yang sudah ada ini menjadi langkah efisien sebelum dilakukannya peremajaan dan penambahan armada baru.
Selain itu, pembenahan sistem tiket elektronik (Pencatatan Tiket) dan teknologi layanan akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Kemudahan transaksi digital akan diterapkan agar masyarakat menikmati kepraktisan yang sama seperti saat mengelilingi rute darat Jakarta.
Untuk pengembangan jangka panjang, Transjakarta mempertimbangkan pola pemusatan dan penyebaran (hub and spoke), yakni kapal berkapasitas besar melayani rute utama dari Jakarta menuju pulau tertentu, kemudian dilanjutkan kapal pengumpan menuju pulau-pulau lainnya. Skema jaringan ini dirancang agar distribusi penumpang menjadi lebih merata dan efisien.
Menurut Welfizon, pengembangan layanan nantinya tidak hanya menyasar mobilitas penumpang, tetapi juga logistik dan pariwisata. Alur distribusi barang yang lebih lancar diyakini mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan.
Transjakarta juga akan mengeksplorasi bisnis pendukung di luar pendapatan tiket seperti kepelabuhanan, logistik, dan pariwisata. Potensi pendapatan nontiket ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian finansial pengelola dalam jangka panjang.
Kini, harapan baru telah membentang luas di atas biru bening perairan Kepulauan Seribu. Akankah impian berselancar mengarungi samudera dengan kenyamanan khas ibu kota ini menjadi kenyataan manis yang siap Anda nikmati di masa depan? Mari kita kawal bersama setiap langkah perjalanannya!
(gdi)

