Tips Memilih Buku Anak - Wanita Indonesia
PARENTING

Tips Memilih Buku Anak

wanitaindonesia.co – Ada banyak manfaat membacakan buku untuk anak. Dalam acata Instagram Live Ayahbunda beberapa waktu lalu, Watiek Ideo, penulis buku anak best seller dan serial Cerita Si Korona, berbagi trik mengenalkan buku dan tip dalam memilih buku yang menarik untuk anak.

Kenalkan buku pada anak walaupun masih belum bisa membaca.
Anda bisa membacakan buku cerita anak sebagai langkah awal mengenalkan buku pada anak. Jadi tidak ada alasan untuk menundanya, ya, Bun. Karena, tahap awal membesarkan anak yang gemar membaca adalah mulai mengenalkannya pada buku sedini mungkin.

Buku harus disesuaikan dengan usia anak.
Dalam upaya membesarkan anak dekat dengan buku, tentu Anda juga harus membelikan buku yang sesuai dengan usianya. “Untuk anak balita, lebih baik Anda memilihkan buku yang memiliki gambar yang besar dan tulisan yang sedikit. Jangan merasa rugi untuk membelinya, karena tingkat bacaan si kecil nantinya akan berubah sesuai dengan perkembangannya,” jelas Watiek.

Cari waktu yang tepat untuk membacakan buku.
Anak tidak akan bisa menikmati aktivitas yang ia lakukan bila terdapat unsur paksaan di dalamnya. Begitu juga dengan aktivitas membaca. Untuk mencintai buku, maka si kecil harus menikmati waktu yang ia miliki saat membaca. Jadi bila pada awalnya ia menolak untuk dibacakan buku, jangan memaksa ataupun langsung menyerah, ya. Menurut Watiek, membacakan buku pada anak dapat dilakukan kapan saja, namun waktu yang nyaman biasanya sebelum anak tidur. Anda mudah mengantuk? Lakukan dengan posisi duduk, bukan rebahan. Atau, pilih saat-saat lainnya, kapan pun ia dan Anda nyaman.

Antusias dalam membacakan cerita.
Bukan berarti Anda harus menyerupai para story teller profesional, namun akan lebih baik jika Anda memperhatikan intonasi dan ekspresi saat membacakan buku, agar si kecil bisa memahami emosi dan situasi yang terjadi.

“Pada dasarnya, anak menerima orang tuanya apa adanya. Saat bercerita, Anda tidak usah terlalu berlebihan untuk berusaha menjadi story teller profesional. Jadi diri sendiri saja. Anda cukup mengembangkan cerita dan gambar yang sudah ada di dalam buku dan pastikan durasi bercerita Anda tidak terlalu panjang agar anak tidak mudah bosan,” kata Watiek.

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button