Tidak Asal Dimakamkan, Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut Islam - Wanita Indonesia <
TIPS

Tidak Asal Dimakamkan, Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut Islam

wanitaindonesia.co Ada syarat dan doa yang harus kita lakukan. Dalam Islam, orang yang sudah meninggal akan dikebumikan dengan cara dikafani terlebih dulu. Namun, sebelum jenazah dikafani dan disalatkan, ada beberapa prosesi yang harus dilakukan. Mulai dari memandikan, hingga menyalatkannya.

Sebagai umat Islam, kita perlu tahu tata cara mengurus jenazah ini. Agar apabila nanti sanak saudara kita ada yang meninggal dunia, kita dapat membantu mengurusnya.

Berikut tata cara mengurus jenazah berdasarkan agama Islam yang perlu kamu tahu.

Memandikan jenazah

Tidak Asal Dimakamkan, Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut IslamCanva.com, edited by Romi Subhan

Hal pertama yang perlu kita lakukan untuk mengurus jenazah adalah memandikannya. Membersihkan jenazah dari beragam kotoran yang menempel di tubuhnya sebelum dibalut kain kafan menjadi keharusan bagi umat Islam yang mengurusnya. Namun, cara memandikan jenazah juga memiliki tata caranya sendiri. Bagaimana cara memandikan jenazah dan urutannya? Simak langkah-langkah berikut.

  • Saat akan memandikan jenazah, jangan lupa untuk menggunakan sarung tangan karet.
  • Menutup aurat jenazah menggunakan kain.
  • Bersihkan tubuh jenazah. Mulai dari gigi, lubang hidung, ketika, sela-sela jari tangan dan kaki, serta rambutnya.
  • Bersihkan pula kotoran di dalam tubuh jenazah. Agar kotoran dalam perut jenazah keluar, tekan perutnya sampai kotoran tidak keluar lagi.
  • Jika sudah, siram tubuh jenazah menggunakan air sabun sampai merata ke seluruh bagiannya.
  • Bilas tubuh jenazah yang sudah disiram air sabun dengan air bersih. Sambil membaca niat sesuai dengan jenis kelamin jenazah yang sedang dimandikan.
  • Setelah membaca niat, siram dan basuh jenazah dari kepala hingga ujung kaki menggunakan air bersih. Siram mulai dari bagian tubuh sebelah kanan, kemudian sebelah kiri masing-masing tiga kali.
  • Miringkan jenazah ke kiri untuk membersihkan bagian lambung kanan sampai belakang.
  • Miringkan jenazah ke kanan untuk membersihkan bagian lambung kiri sampai belakang.
  • Siram jenazah menggunakan air kapur barus secara merata dari ujung kepala hingga kaki.
  • Wudukan jenazah seperti orang yang mengambil wudu sebelum salat.
  • Keringkan rambut. Jika perempuan, buka sanggulnya dan keringkan menggunakan handuk, kemudian dikepang.
  • Beri wewangian yang tidak mengandung alkohol, kemudian mulai dikafani.

Bacaan niat memandikan jenazah

Tidak Asal Dimakamkan, Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut IslamCanva.com, edited by Romi Subhan

Sama seperti akan berwudu, saat akan memandikan jenazah ada niat yang harus dibaca. Niat memandikan jenazah dibaca saat membilas tubuh jenazah dari air sabun.

Bacaan niat ini berbeda untuk jenazah perempuan dan laki-laki. Adapun bacaannya adalah sebagai berikut.

Untuk jenazah perempuan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul ghusla ada-an ‘an hadzihil mayyitati lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (perempuan) ini karena Allah Ta’ala.”

Untuk jenazah laki-laki

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul ghusla ada-an ‘an hadzal mayyiti lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (laki-laki) ini karena Allah Ta’ala.”

Mengurus jenazah laki-laki

Tidak Asal Dimakamkan, Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut IslamCanva.com, edited by Romi Subhan

Selain bacaan niat yang berbeda, mengurus jenazah laki-laki dan perempuan pun memiliki perbedaan. Supaya lebih jelas, berikut cara mengurus jenazah laki-laki menurut Islam.

  • Menyiapkan 3-5 utas tali pengikat kain kafan. Tali ini kemudian diletakan secara vertikal di bawah kain kafan lapis pertama. Sebelumnya, kain kafan sudah dipotong terlebih dulu sesuai dengan ukuran tubuh jenazah.
  • Beri wewangian pada kain kafan lapis pertama. Lalu, bentangkan kain kafan lapis kedua.
  • Beri wewangian pada kain kafan lapis kedua. Lalu, bentangkan kain kafan lapis ketiga.
  • Beri wewangian pada kain kafan lapis ketiga. Lalu, letakan jenazah di tengah-tengah kain kafan lapis ketiga.
  • Tutup jenazah menggunakan kain kafan dari bagian kanan, kemudian yang bagian kiri.
  • Kemudian, ikat kain kafan menggunakan tali yang sudah disiapkan.

Mengurus jenazah perempuan

Tidak Asal Dimakamkan, Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut IslamCanva.com, edited by Romi Subhan

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, mengurus jenazah laki-laki dan perempuan ada sedikit perbedaan. Berikut tata cara mengurus jenazah perempuan setelah selesai dimandikan.

  • Menyiapkan 3-5 utas tali pengikat kain kafan. Tali ini kemudian diletakan secara vertikal di bawah kain kafan lapis pertama. Sebelumnya, kain kafan sudah dipotong terlebih dulu sesuai dengan ukuran tubuh jenazah.
  • Bentangkan dua lembar kain kafan yang sudah dipotong sesuai dengan ukuran tubuh jenazah.
  • Letakan sarung pada bagian badan, yakni antara pusar sampai lutut.
  • Siapkan gamis dan kerudung untuk jenazah.
  • Siapkan kapas yang sudah diberi wewangian. Letakan di anggota badan tertentu, seperti telinga dan hidung.
  • Letakan jenazah di atas kain yang sudah disiapkan.
  • Pakaikan jenazah gamis, sarung dan kerudung.
  • Tutup jenazah menggunakan kain kafan dari bagian kanan, kemudian yang bagian kiri.
  • Kemudian, ikat kain kafan menggunakan tali yang sudah disiapkan.

Menyalatkan jenazah

Tidak Asal Dimakamkan, Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut IslamCanva.com, edited by Romi Subhan

Setelah jenazah dikafankan dengan rapi, selanjutnya adalah menyalatkannya. Tata cara salat jenazah adalah sebaga berikut.

  • Niat dalam hati.
  • Berdiri bagi yang mampu.
  • Melakukan empat kali takbir.
  • Membaca Surat Al-Fatihah setelah takbir pertama.
  • Membaca salawat setelah takbir kedua.
  • Membaca doa jenazah setelah takbir ketiga.
  • Membaca doa setelah takbir keempat.

Adapun bacaan doa jenazah setelah takbir ketiga adalah sebagai berikut.

Untuk jenazah laki-laki

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Allahummagfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa ‘fu’anhu wakrim nuzulahu wa wasi’ madkholahu wagsilhu bilma’i watsalju wal bardi wa naqqihi minadzunubi walkhotoyaya kama yunaqqi atssaubulabyadhu binaddanasi wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wahlan khoyron min ahliho, wa zaujan khoyron min zaujihi waqihi fitnatalqobri wa ‘adzabi nnar.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Selamatkan dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan terhadapnya, luaskanlah tempat kuburnya. Mandikanlah dia (mayit) dengan air, salju, dan embun.”

“Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, juga istri yang lebih baik dari istrinya. Dan peliharalah (lindungilah) ia dari azab kubur dan neraka.”

Untuk jenazah perempuan

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ.

“Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Selamatkan dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan terhadapnya, luaskanlah tempat kuburnya. Mandikanlah dia (mayit) dengan air, salju, dan embun.”

“Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, juga istri yang lebih baik dari istrinya. Dan peliharalah (lindungilah) ia dari azab kubur dan neraka.”

Sementara itu, bacaan doa setelah takbir keempat adalah sebagai berikut.

Doa untuk jenazah laki-laki

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ

“Allahumma tarimna Ajrohu walataftinna bakdahu.”

Doa untuk jenazah perempuan

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَها ولاتَفْتِنّا بَعدَها

“Allahumma la tahrimna uhroha waltaftina bakdahu.”

Artinya: “Ya Allah, janganlah jadikan pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.”

Itulah tadi tata cara mengurus jenazah menurut Islam. Semoga dapat menjadi tambahan pengetahuan untuk kita yang membacanya.

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button