WANITAINDONESIA.CO – Duka atas kepergian Vidi Aldiano masih menyelimuti hati banyak orang, terutama sang istri tercinta, Sheila Dara Aisha. Memasuki hari ke-20 sejak kepergian sang penyanyi, Sheila masih berusaha menata perasaan dan menerima kenyataan pahit yang mengubah hidupnya dalam sekejap.
Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026 sore, setelah perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang ia hadapi selama kurang lebih enam tahun sejak 2019. Kepergian sosok yang dikenal hangat, penuh semangat, dan dekat dengan keluarga ini meninggalkan luka mendalam, terutama bagi perempuan yang selama ini setia mendampinginya.
Di tengah suasana duka, Sheila memilih menjalani hari-harinya dalam kesunyian. Ia lebih banyak diam dan menyendiri, mencoba memeluk kehilangan dengan caranya sendiri. Kondisi tersebut diungkapkan langsung oleh ayah Vidi, Harry Kiss, saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
“Ya sekarang ini ya masih silent aja,” ujarnya pelan, menggambarkan kondisi sang menantu yang masih tenggelam dalam duka.
Menurut Harry, sikap Sheila bukan bentuk menjauh dari dunia, melainkan proses alami dalam menghadapi kehilangan orang yang sangat dicintai. Ia pun meminta media untuk sementara waktu memberi ruang bagi Sheila agar bisa berduka dengan tenang.
“Kalau saya kan bisa ngomong. Jadi jangan wawancara Sheila dulu ya,” tambahnya, penuh harap.
Meski terlihat menyendiri, Sheila tidak benar-benar sendiri. Keluarga memastikan perempuan berusia 30-an itu tetap dikelilingi orang-orang terdekat yang siap menguatkan. Dua adik Vidi kini tinggal bersamanya di kediaman kawasan Cipete, menemani hari-hari yang terasa lebih sunyi dari biasanya.
“Kebetulan adiknya Vidi dua-duanya sekarang tinggal di Cipete nemenin Sheila supaya Sheila ada temannya,” jelas Harry.
Teman-teman dekat pun rutin datang, menghadirkan kehangatan di tengah suasana yang berat. Tawa kecil, cerita ringan, dan kebersamaan sederhana menjadi cara untuk menjaga Sheila tetap kuat. Namun, ketika malam tiba dan semua kembali pulang, kesunyian kembali terasa lebih nyata.
“Kalau malam teman-temannya pada pulang,” ucap Harry lirih.
Sejak dulu, Sheila memang dikenal sebagai pribadi yang tenang dan cenderung introvert. Ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan membaca, bermain gim, atau menikmati momen sendiri untuk menenangkan pikiran. Karakter itulah yang kini menjadi cara Sheila bertahan di tengah kehilangan.
“Dari dulu kan seperti itu, mojok, baca, main game,” katanya.
Kini, keluarga hanya berharap waktu dapat menjadi sahabat terbaik bagi Sheila Dara Aisha. Perlahan, langkah kecil menuju pemulihan diharapkan bisa membawa kembali senyum perempuan yang pernah menjadi rumah bagi Vidi Aldiano.
Di balik sunyi Cipete, ada cinta yang masih tinggal—dan kenangan yang akan selalu hidup. (imb)





