< Strategi Merawat Pasien Isoman Agar Tetap Aman - Wanita Indonesia <
WARTA 1

Strategi Merawat Pasien Isoman Agar Tetap Aman

Strategi Merawat Pasien Isoman Agar Tetap Aman


Wanitaindonesia.co – Menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah membutuhkan persiapan yang matang. Tak hanya persiapan dari sisi pasiennya, tapi juga seluruh anggota keluarga lainnya yang kebetulan tinggal bersama di bawah satu atap. Persiapan kompak tersebut dimulai dari strategi memikirkan bagaimana caranya memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari demi meningkatkan daya tahan tubuh, rutin mengontrol kondisi kesehatan agar tidak terjadi perburukan, hingga menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar untuk menghindari penularan pada anggota keluarga.

Berikut beberapa strategi yang bisa Anda lakukan dalam merawat pasien isoman:

1/ Interaksi dengan anggota keluarga
Masing-masing penghuni rumah tetap memakai masker dan menjaga jarak minimal 2 meter dari anggota keluarga lainnya. Jika terpaksa terjadi kontak, pastikan orang yang membantu pasien isoman memakai alat pelindung diri agar tidak tertular.

2/ Pembagian kamar tidur
Idealnya, pasien COVID-19 tidur di kamar sendiri selama menjalankan isolasi mandiri di rumah meskipun sama-sama positif hasil PCR-nya. Namun menurut dr. Erlina Burhan, Sp.P(K), Anggota Pakar Medis Satgas COVID-19, jika tidak ada kamar lain, pasien isoman yang sama-sama menderita COVID-19 diperbolehkan tidur di dalam satu kamar, asalkan di tempat tidur yang berbeda dengan jarak minimal 2 meter dan tetap menggunakan masker.

3/ Mencuci pakaian secara terpisah
Mencuci pakaian pasien isoman membutuhkan penanganan yang berbeda dengan anggota keluarga lainnya yang sehat. Pasalnya, virus COVID-19 dapat bertahan di kain selama kurang dari dua hari. Dilansir dari laman CDC atau Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit, saat akan mencuci baju pasien COVID-19, Anda dihimbau untuk mengenakan sarung tangan dan masker. Sebelumnya, Anda bisa merendam baju dengan disinfektan. Usahakan juga mencuci pakaian dengan air hangat dan detergen cuci baju. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan pengaturan air yang baik adalah berkisar antara 60 derajat hingga 90 derajat Celcius. Segera buang sarung tangan dan masker setelah selesai mencuci ke tempat sampah tertutup. Keranjang cucian juga harus langsung didesinfeksi dengan disinfektan rumah tangga atau dengan 0,1 persen natrium hipoklorit.

4/ Aturan pembuangan sampah
Pasien isoman harus membersihkan dan membuang sampahnya sendiri agar tidak menularkan virus ke orang lain. Proses membuang sampah, seperti sampah tisu dan masker yang mengandung virus dan bakteri ini sebaiknya dikerjakan sendiri. Sampah tisu, misalnya, harus langsung dibuang dalam kurun waktu 12 sampai 24 jam. Masukkan tisu dan masker bekas ke dalam kantong khusus kemudian ikat agar tidak bersentuhan dengan benda lain. Sampaikan kepada petugas kebersihan atau tukang sampah di rumah bahwa sampah tersebut perlu perlakuan khusus dalam proses pembuangannya agar tidak mencemari lingkungan dan menyebarkan virus lebih luas.

5/ Hindari penggunaan Air Conditioner (AC)
Sebisa mungkin tidak menggunakan Air Conditioner (AC) dan lebih baik membuka jendela agar sirkulasi udara berputar dengan baik. Apabila AC terpasang, maka udara yang ada di dalam ruangan pasien isoman yang terkontaminasi dengan virus hanya akan berputar di situ saja dan tidak digantikan dengan udara segar, sehingga virus akan tersebar ke penjuru rumah.

Lalu perlukah memasang alat pembersih udara (air purifier) yang kini sedang ramai dianjurkan terutama jika Anda atau anggota keluarga sedang melakukan isoman? Seperti yang dilansir dari hellosehat.com, air purifier dengan filter HEPA tidak terlalu efektif dalam membunuh virus COVID-19. Selain itu, keefektifan filter HEPA juga dapat berkurang seiring waktu karena penumpukan partikel di dalamnya.

Air purifier dapat berfungsi dengan lebih baik dalam pencegahan virus COVID-19 apabila filter HEPA dipadukan dengan beberapa fitur lainnya, seperti Ultraviolet Germicidal Irradiation (UVGI) atau yang lebih dikenal sebagai lampu UV berupa teknologi dengan cahaya ultraviolet yang dapat menetralkan berbagai mikroorganisme di udara seperti kuman, bakteri, dan virus serta filter ESP, teknologi yang menggunakan aliran listrik statis bertegangan tinggi untuk menghilangkan kotoran pada partikel udara.

Memang perlu perhatian khusus, tapi jika dilakukan dengan baik semua akan berjalan lancar. Jangan lupa untuk memegang kontak dokter untuk keadaan darurat dan terus pantau kesehatan pasien secara teratur seperti suhu tubuh dan kadar oksigen dalam tubuh. Kini Anda juga bisa mengecek kesediaan obat untuk pasien COVID-19 yang isoman. (wi) 

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button