WANITAINDONESIA.CO — Kenyamanan di dalam tempat tinggal sering kali terganggu ketika berbagai barang pribadi mulai menumpuk dan menghambat ruang gerak. Perasaan sempit ini dapat diatasi dengan melakukan penataan ulang terhadap sejumlah benda yang kerap memenuhi sudut ruangan, mulai dari area kamar mandi hingga ruang penyimpanan dapur.
Sejumlah penata organisasi profesional membagikan pandangan terkait penyebab utama dan solusi untuk mengatasi masalah kepadatan barang tersebut. Jessi Acuña, seorang penata organisasi profesional dan pendiri The Tidy Armadillo, menjelaskan bahwa penumpukan barang di area kamar mandi sering kali menciptakan kekacauan secara visual maupun fisik (visual and physical clutter).
Menurutnya, langkah awal dapat dimulai dengan menyingkirkan produk perawatan kulit (skincare) dan riasan (makeup) yang tidak lagi digunakan. “Semua ini berujung pada kamar mandi yang berantakan baik secara visual maupun fisik,” ujar Jessi Acuña. Dirinya menyarankan agar barang-barang tersebut dimasukkan ke dalam keranjang, kemudian mendokumentasikannya untuk dibagikan kepada rekan sebelum dibuang atau disumbangkan ke tempat penampungan apabila masih layak.
Selain kamar mandi, area pintu masuk (entryway) juga menjadi titik rawan yang kerap terasa sempit akibat ketiadaan sistem penyimpanan yang baik. Marielle Young Goldberg, penata organisasi profesional dan pendiri Sorted Home NYC, mengungkapkan bahwa area transisi tersebut memberikan pengaruh besar terhadap kesan pertama saat seseorang melangkah ke dalam bangunan.
“Area masuk rumah Anda mungkin kecil, tetapi memiliki dampak yang sangat besar pada bagaimana rumah Anda membuat Anda merasa,” tutur Marielle Young Goldberg.
Dia menambahkan bahwa pembatasan jumlah mantel dan sepatu serta penjadwalan rutin untuk mengembalikan barang ke tempat semula dapat meminimalkan kekacauan di area tersebut.
Faktor lain yang membuat ruangan terasa semakin kecil adalah kehadiran perabot (furniture) yang terlalu besar atau berlebihan. Olivia Parks, penata organisasi profesional dan pemilik bersama The Organizer Directory, menyatakan bahwa perabot berukuran besar sering kali menghabiskan ruang lantai dan dinding tanpa memberikan fungsi penyimpanan yang memadai. Untuk menyiasatinya, pemanfaatan perabot multifungsi (multipurpose furniture) seperti bangku penyimpanan (storage ottoman) menjadi salah satu solusi efektif bagi ruangan berukuran terbatas.
Penyortiran juga perlu dilakukan pada lemari pakaian untuk mengeliminasi barang-barang yang sudah tidak sesuai dengan ukuran tubuh maupun gaya pribadi. Jessi Acuña menegaskan pentingnya melepaskan ilusi pilihan agar ruang penyimpanan kembali berfungsi optimal. Sementara itu, area dapur juga tak luput dari penumpukan barang, mulai dari bumbu dapur dan makanan yang telah melewati tanggal kedaluwarsa, koleksi cangkir (mug) yang berlebihan, hingga peralatan dapur ganda yang jarang dipakai.
Penggunaan meja putar kecil (lazy Susan) atau rak bertingkat (tiered organizer) dapat membantu mengoptimalkan penyimpanan bahan makanan agar lebih mudah diakses.
Langkah pembersihan dan penataan ulang ini tidak hanya sekadar merapikan benda-benda yang berserakan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengembalikan fungsi ruang agar kembali lapang dan menyenangkan. Mulailah menyortir barang-barang Anda hari ini untuk merasakan kembali kenyamanan optimal di tempat tinggal Anda. (Gdi)

