
WANITAINDONESIA.CO – Aktor senior Slamet Rahardjo kembali menunjukkan eksistensinya di dunia perfilman Indonesia. Kali ini, ia dipercaya menjadi pemeran utama dalam film komedi romantis berjudul Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) yang akan tayang di bioskop mulai 2 Juli 2026.
Dalam film tersebut, Slamet Rahardjo dipasangkan dengan aktris senior Widyawati. Keduanya memerankan karakter Abi dan Sita, dua sosok yang pernah memiliki kisah cinta di masa muda namun tak berakhir bahagia.
Hubungan masa lalu yang belum benar-benar selesai ternyata memunculkan konflik baru di masa kini. Situasi menjadi semakin rumit ketika cucu mereka, Ambar yang diperankan Sintya Marisca dan Raka yang dimainkan Iskak Khivano, berencana melangkah ke jenjang pernikahan.
Alih-alih mendapat restu yang mulus, hubungan kedua cucu tersebut justru terancam karena persoalan lama yang masih membayangi keluarga mereka. Dari sinilah berbagai konflik sekaligus momen komedi mulai berkembang.

Film CLBK juga diperkuat sejumlah aktor dan aktris ternama seperti Sarah Sechan, Kiki Narendra, Iyang Dharmawan, Febry Khey, hingga Annisa Kaila. Sementara itu, Yusuf Mahardhika dan Gisellma Firmansyah dipercaya memerankan versi muda Abi dan Sita.
Disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana, film ini menjadi proyek perdana rumah produksi MIR Productions yang didirikan oleh Vladimir Rama. Meski menjadi debut mereka, proyek ini digarap dengan serius dan melibatkan banyak nama besar di industri film.
Menurut Vladimir Rama selaku Co Producer, pihaknya telah menggelar special screening sebagai bagian dari rangkaian promosi. Acara tersebut mengundang media, reviewer film, hingga komunitas seni peran untuk mengenalkan film kepada publik lebih luas.
“Kami berharap film CLBK dapat dikenal luas dan membuat calon penonton penasaran seperti apa ceritanya. Karena dari judulnya sendiri sudah cukup unik dan dekat dengan kehidupan banyak orang,” ujar Vladimir Rama.
Mengangkat tema cinta lama yang kembali hadir di usia senja dengan balutan komedi keluarga, CLBK diharapkan menjadi pilihan tontonan segar di tengah dominasi genre lain yang saat ini meramaikan layar lebar Indonesia. (GIE)




