WANITAINDONESIA.CO – Ingin merasakan vibes Malam Tahun Baru berbeda, Skye salah satu rekomendasinya.
Tempat favorit masyarakat Ibukota, besutan Ismaya Group kembali ‘mengangkasa’ lewat ambience, layanan paripurna, serta varian menu baru. Sebagai rekomendasi terdepan perayaan acara malam tahun baru Anda, akan hadir DJ bertaraf internasional yang akan mengiringi tamu-tamu istimewa melantai, dengan iringan House Music.
Momen perkenalan mengangkasanya Skye by Ismaya Group di industri hospitality Indonesia, esensinya untuk menjaga nyala heroik para founder.
Flashback awal berdiri di 2012 para founder menemukan lokasi terbaik nan memesona. Lokasi di Crown Gedung Menara BCA kemudian menghadirkan inspirasi kemewahan dari beragam keindahan yang kala itu mereka lihat, kemudian diprediksikan menjadi melting pot para party goes yang lekat dengan ambience panorama memukau langit Jakarta.
Ide kreatif di 2012 kemudian berbuah manis, Skye menjadi itenary terdepan para Clubbers Jakarta yang memiliki karir cemerlang. Juga menjadi melting pot bagi mereka yang menyenangi layanan paripurna, ambience memukau, dengan aneka sajian khas yang terjaga kelezatannya.
Serta banyak lagi sanjung puja ditujukan bagi keberadaan Rooftop terdepan di Jakarta, yang menyediakan layanan fine dining terbaik. Untuk memutus kejenuhan pelanggan, manajemen memutuskan untuk mengubah, lalu menata ulang konsep interior perdana. Selama setahun operasional Skye dihentikan.
Kolaborasi Skye-Willis Kusuma
Mereka berbenah dengan menghadirkan aura pembaharuan agar Rooftop hadir selaras zaman. Jika dulu DNA pengunjung Skye wajib dress-up agar tak dipandang sebelah mata oleh sesama pengunjung, kini cara tersebut sudah tak berlaku. Pengunjung lebih bebas mengekspresikan penampilan lewat gaya casual, namun tetap menjaga adab kesopanan.
Ambience terbaru mengangkat konsep hommy, yang mengedepankan unsur kehangatan, tekstur alami, garis modern nan bersih dengan atmosfer elegan namun mampu membuat orang tetap merasa nyaman, santai. Fokusnya merangkul, serta memberikan kehangatan, dan keaslian.
Meja kursi kayu di tata dengan memperhatikan aspek kenyamanan tamu-tamu, serta gerak para pramusaji. Sebagian kursi berbentuk sofa diletakkan menempel di dinding resto, terlihat catchy dengan warna biru. Pun halnya elemen dekorasi, lebih mengarah ke konsep interior modern minimalis.
Salah satu yang membuat Wanitaindonesia co kagum, tampilan langit-langit dari material kayu, disusun secara bertrap. Indah sekaligus artistik.
Menurut Anggun Melati, Senior VP Marketing Ismaya Group ada satu elemen dekorasi klasik yang tetap dipertahankan, lekat dengan DNA Rooftop prestisius Group Ismaya.
Sebuah karpet besar yang dijadikan penghias bagian belakang bar, obyeknya kerap mengundang rasa penasaran pengunjung. Wanita dengan Serigala, merupakan logo dari Skye, “jelasnya.
“Mengapa serigala yang layak dijadikan ikon Skye, tanya Anggun tak terjawab? Ia pun menjelaskan, “serigala diibaratkan dengan tipikal pelanggan kami yang merupakan persona-persona sukses dalam karir, sebagai pengusaha maupun pekerja, “ungkapnya.
Lewat tampilan baru yang lebih segar, dengan mengedepankan nuansa hangat, Skye diklaim lebih membumi, walau konsisten dengan layanan Fine Dining. “Kami menyempurnakan setiap detail seperti sarana menjadi satu kesatuan bermakna yang dikelilingi dengan energi Cosmopolitan, serta persona-persona kreatif yang akan membuat suasana jadi lebih hidup, dan bermakna, “ucap Anggun.
Rooftop yang ditujukan untuk semua sekmen masyarakat ini, membidik para persona yang menghargai momen, apapun itu. Juga ditujukan bagi mereka yang paling tahu melawan kebosanan, rutinitas, serta basa-basi dengan cara cerdas, yakni dengan melipir ke Skye.
Sebelum tampilan baru Skye diperkenalkan ke publik, dua sosok Wanita Indonesia mumpuni di industri F & B, penjaga kedigdayaan Skye sebagai rooftop terbaik di Jakarta, Anggun Melati, dan Diana Abas berjibaku melawan waktu untuk menginteprestasikan keberadaan Skye.
Revitalisasi Ikon Budaya Jakarta
Anggun menjelajah dunia dengan mencari referensi keberadaan Rooftop di negara asalnya diantaranya di Spanyol. Wanita yang dianugerahi oleh limpahan energi kreatif kemudian memilah, serta memilih sejumlah Rooftop ternama maupun yang belum banyak dikenal masyarakat, namun memiliki konsep layanan terbaik, sebagai inspirasi untuk konsep terbaru Skye.
Layaknya pengamat, dan konseptor, beragam pengalaman terbaik yang di dapat dari pendalaman budaya masyarakat luar negeri, direkam secara apik lewat memorinya untuk dipresentasikan kembali di Skye. Sudah tentu berkolaborasi dengan arsitek, dan desainer ternama Willis Kusuma.
“Konsep interior di sini lekat dengan DNA -nya Willis. Namun kami menghadirkan sejumlah pembaharuan hingga terlihat adanya perubahan dalam selera seperti penggunaan tanaman alami. Hasilnya kolaborasi apik, antara Willis, dan Skye, “ujarnya.
Pun halnya dengan Diana Abas. Wanita yang akrab dipanggil dengan nama kecil Dy, terinspirasi oleh tokoh idolanya Princess Diana, merupakan penjaga nyala Skye dengan memback-up SDM. Wanita dengan semangat para Founder untuk menjadi garda terdepan, dalam memberikan aspek layanan terbaik, dan bersahabat itu menjelaskan, “Perubahan itu bagus, namun tak boleh melupakan faktor human-nya.”
“Karena faktor human menjadi elemen terpenting bagi keberadaan Skye. Kami melihat Skye bukan sekedar resto, namun bagian dari destinasi wisata hiburan ternama. Di sini orang bisa terpukau dengan panorama, kuliner, hiburan, serta pelayanannya, “jelas Dy.
Dy menambahkan, “Ada tanggung jawab moral buat kami, untuk menyelaraskan pemandangan yang stand-out di luar dengan hospitality. Saya menghadirkan konsep service choreography dengan sejumlah acuan. Seperti bagaimana tamu -tamu bergerak, para staff mumpuni yang mampu berinteraksi dengan seluruh tipikal tamu.”
“Esensinya agar setiap tamu merasa dimuliakan, mendapatkan perhatian, layanan, keramahan-tamahan menyelaraskan dengan standar Skye yang hadir dengan semangat pembaharuan, “ucapnya.
Dy melanjutkan, “Untuk itu seluruh staf terus kami latih, agar visi yang diinginkan tercapai.
Faktor human menjadi point selling, pembeda keberadaan Skye dari tempat lainnya.”
“Salah satu goalsnya, kami ingin para tamu itu merasa dihargai, tersanjung, selalu terkenang dengan layanan paripurna, dan kemudian akan merekomendasikan Skye ke circle mereka, sebagai tempat hang-out yang lekat dengan layanan terdepan, “cetusnya.
Melting Pot, Kuliner Lezat, DJ Internasional
Ihwal perayaan Tahun Baru, Skye mengusung era kejayaan House Music dikarenakan pada masa itu, Skye pertama kali hadir sebagai pusat ikon gaya hidup masyarakat Jakarta. Akan tampil DJ bertaraf internasional DJ Blanco, dan DJ Miko yang akan menghentak lantai dansa hadirkan suasana meriah.
“Skye Stellar 31.12.2025 Countdown” menawarkan paket perayaan dengan dinner, menyajikan set menu yang terdiri dari 5 jenis makanan. Terinspirasi oleh menu kreasi baru, dan menu signature. Tarifnya hanya Rp. 1,100,000 ++, untuk satu orang. Bagi yang ingin merayakan pergantian tahun tanpa makan cukup mengeluarkan budget Rp.500.000++ yang mendapatkan satu minuman, dan satu jenis snack.
Perayaan dimulai sejak sore hari sekitar pukul 16.00 WIB di lounge, di mana pengunjung bisa menikmati senja terindah, di akhir tahun 2025 dengan minuman serta makanan kecil.
Beragam makanan kecil bercita rasa spesial akan disediakan untuk tamu-tamu istimewa.
Pada pemberitaan Wanitaindonesia.co sebelumnya ditulis Cheese Stall aneka sajian berbahan dasar keju, dan seterusnya tersedia di Lounge, mereka mengklaim belum atau tidak melaunching menu tersebut. (*)

