WANITAINDONESIA.CO – Tim nasional sepak bola Jerman akhirnya berhasil mengusir hantu kegagalan masa lalu setelah secara dramatis menumbangkan Pantai Gading dengan skor 2-1 di Stadion BMO Field, Toronto, Sabtu waktu setempat. Kemenangan krusial pada laga kedua Grup E ini tidak hanya mengunci tiket mereka ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, tetapi juga resmi menyudahi rentetan catatan kelam raksasa Eropa tersebut. Maklum saja, pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya, yaitu tahun 2018 dan 2022, langkah tim berjuluk Tim Panser ini selalu terhenti secara tragis di babak penyisihan grup.
Pertandingan tersebut sejatinya berjalan penuh tekanan dan ujian mental bagi anak-anak asuh Julian Nagelsmann. Sejak peluit pertama dibunyikan, Jerman langsung mengambil inisiatif serangan dan sempat memberikan ancaman lewat sepakan Kai Havertz yang sayangnya masih mampu ditepis penjaga gawang Pantai Gading, Yahia Fofana. Tak berselang lama, publik Jerman sempat bersorak saat Aleksandar Pavlovic menggetarkan jala lawan, namun kegembiraan itu langsung sirna setelah wasit membatalkan gol tersebut karena menganggap telah terjadi pelanggaran terlebih dahulu.
Nasib sial Jerman justru berlanjut ketika pertandingan memasuki menit ke-30. Melalui sebuah skema serangan balik, pemain Pantai Gading, Amad Diallo, melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi dengan sempurna, sehingga menghasilkan bola muntah (rebound). Franck Kessie yang berdiri di posisi tepat tanpa ampun menyambar bola tersebut untuk membawa Pantai Gading unggul 1-0. Jerman yang tersengat kembali mencoba membalas dan sempat mencetak gol lagi via Kai Havertz, namun untuk kedua kalinya wasit menganulir papan skor akibat pelanggaran yang mendahuluinya.
Memasuki babak kedua, ketegangan semakin memuncak di lapangan hijau. Pantai Gading yang dijuluki “Les Elephants” sempat berbalik menekan, tetapi penyelesaian akhir mereka yang kurang klinis gagal menembus ketangguhan kiper veteran, Manuel Neuer. Di tengah situasi buntu dan waktu yang terus menipis, Julian Nagelsmann melakukan perjudian taktik yang brilian dengan memasukkan Deniz Undav sebagai pemain pengganti.
Keputusan tersebut terbukti menjadi titik balik paling magis dalam pertandingan ini. Pada menit ke-68, berawal dari umpan silang akurat yang dikirimkan oleh Nadiem Amiri, Deniz Undav dengan cerdik menyambut bola lewat sontekan maut yang sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini seolah meruntuhkan tembok kecemasan Jerman yang setelahnya bertubi-tubi menggempur pertahanan lawan, meski sempat digagalkan oleh performa gemilang kiper Yahia Fofana yang mementahkan peluang emas dari Nathaniel Brown dan Nadiem Amiri.
Drama sesungguhnya baru memuncak ketika laga memasuki masa tenggang waktu cedera (injury time) di menit ke-94. Memanfaatkan umpan terobosan yang membelah pertahanan lawan dari Felix Nmecha, Deniz Undav sekali lagi menunjukkan ketenangannya di depan gawang dengan mengonversi peluang tersebut menjadi gol kemenangan yang spektakuler. Skor balik memimpin 2-1 ini bertahan hingga peluit panjang ditiupkan, mengukuhkan posisi Jerman di puncak klasemen Grup E dengan koleksi enam poin penuh. Sementara itu, Pantai Gading tertahan di posisi kedua dengan tiga poin dan wajib memenangkan laga pamungkas jika ingin menyusul ke fase gugur (*knockout*).
Kemenangan dramatis ini menjadi bukti sahih bahwa Jerman telah lahir kembali dengan mentalitas pemenang yang baru di panggung tertinggi sepak bola dunia. Di bawah asuhan Julian Nagelsmann, mereka tidak hanya berhasil menjinakkan keliaran Pantai Gading, tetapi juga sukses merobek tirai kutukan sejarah yang selama delapan tahun terakhir membelenggu kejayaan sepak bola mereka. (Gdi)

