Site icon Wanita Indonesia

Sherly Tjoanda Laos Gubernur Maluku Utara Lanjutkan Perjuangan Mendiang Benny Laos, Berdayakan Kaumnya Pelaku UMKM di “Bumi Moloku Kie Raha”

Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Bumi Moloku Kie Raha lanjutkan perjuangan suami mendiang Benny Laos untuk kemajuan Maluku Utara. (Foto : Istimewa)

Wanitaindonesia.co, Jakarta – Pelaku UMKM perempuan harus adaptif, berdaya saing, memiliki kepiawaian membaca zaman.

Iklim kewirausahaan di Indonesia yang cukup agresif, namun masih terkendala beragam aspek terutama yang sekarang dihadapi para perempuan sebagai pelaku utamanya, menjadi salah satu alasan penting di balik hadirnya Program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi).

Program kolaborasi Eramet, perusahaan global di sektor Pertambangan & Metalurgi Prancis, dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) yang didukung penuh oleh Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Program diharapkan dapat menjadi suluh serta asa akan keberadaan para pelaku UMKM di Indonesia, yang didominasi oleh para perempuan hebat. LAKSMI hadir sebagai suport sistem kepada para pelaku UMKM perempuan, khususnya yang berada di Jakarta, dan Ternate, Maluku Utara.

Kedua wilayah ini menjadi pilot project program, agar kelak hadir sebuah platform untuk menemukan strategi baru dalam berinovasi dalam memberikan dampak sosial terutama untuk usaha mikro kecil, dan menengah, dengan menyediakan solusi diantaranya lewat mentoring serta pertumbuhan yang inklusif, yang berfokus kepada pemberdayaan ekonomi perempuan.

Hadir pada Peluncuran Program LAKSMI, Gubernur Perempuan termuda dalam sejarah pemerintahan di Indonesia, Sherly Tjoanda Laos. Tak hanya paras, perempuan utama Bumi Maloko Kie Raha ini memiliki kepedulian tinggi untuk memajukan kaumnya, yang berprofesi sebagai pelaku UMKM.

Tampil stuning dengan balutan busana terusan batik model cheongsam motif pesisiran, wanita hebat dengan limpahan energi kreatif ini terlihat bersemangat, menebar optimisme ke semua yang hadir. Sebagai salah satu spoken person, ia sukses mencuri perhatian yang hadir, karena mampu berbicara menggunakan diksi yang mudah dipahami para tamu undangan. Khususnya para pelaku UMKM perempuan yang hadir di momen perubahan itu.

Nama Sherly Tjoanda Laos dikenal masyarakat luas saat mengalami musibah kecelakaan speedboat, yang dialami bersama suami tercinta Benny Laos, dan tim kampanye mereka.

Insiden memilukan terjadi di Pelabuhan Bobong, Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Sabtu (12/10/2024). Speedboat Bella 7 saat itu sedang mengisi bensin, guna persiapan perjalanan kampanye mereka ke Desa Kawalo. Tak lama berselang setelah tercium bau bensin menyengat terjadi kebakaran disertai ledakan hebat yang merusak speedboat. Sherly dan banyak penumpang lainnya mengalami cidera serius sementara suami beserta 5 orang lainnya tewas.

Tangan Tuhan bekerja melindungi nyawa politikus Partai Demokrat, sedangkan Benny Laos belahan jiwanya bersama orang-orang kepercayaan harus pergi untuk selamanya.

Di depan pelayat saat melepas jasad suaminya ke haribaan Bumi Pertiwi, Sherly berusaha tegar. Kehilangan suluh hidup dari figur seorang suami merupakan hal terberat yang dialaminya.

Sejatinya pada saat itu Sherly masih dirawat intensif di Rumah Sakit, dan kemudian harus menjalankan operasi. Di depan peti jenazah, perempuan pejuang ini berjanji untuk meneruskan cita-cita Alm. suaminya agar tak sia-sia untuk membangun Maluku Utara, pun ikut bertanggung jawab dalam menyekolahkan anak-anak mereka.

Masyarakat Maluku Utara bangga dipimpin oleh perempuan mumpuni berhati & berkelakuan cantik, “Ayo Ibu Berjuang untuk Rakyat”. (Foto : Istimewa)

Role Model, Asa Bagi Gubernur Perempuan Termuda Indonesia

Masih dalam suasana berkabung, khayalak kembali dikejutkan oleh keputusannya untuk menerima tawaran dari para partai pengusung, untuk menggantikan posisi Alm. suaminya. Sherly Tjoanda Laos maju bersama Wakilnya Sarbin Sehe dalam pemilihan Kepala Daerah Maluku Utara.

Walau masih membekas kuat pengalaman pahit itu, wanita berhati baja ini mulai merealisasikan warisan perjuangan Benny Laos dengan menyambangi sejumlah wilayah yang umumnya berupa Pulau-Pulau kecil menggunakan sarana transportasi laut. Walau membekas trauma, semangatnya menyala, optimis menebar vibes positif. Baginya mengunjungi daerah-daerah terpencil yang dibatasi lautan berpanorama indah Maluku Utara, kemudian bertemu dengan warganya itu laksana penguat jiwa.

Setiap bertemu dengan konstituen, khususnya kaum perempuan, Sherly senantiasa menghadirkan kebahagiaan, suasana yang hangat serta guyub. Ia tekun mendengar keluhan, saran serta kritikan sembari mencatat ihwal pembangunan serta kemajuan masyarakat di Maluku Utara. Sembari menebarkan senyum, Sherly hadir bagai sahabat yang siap berbagi serta datang memberi asa baru, akan kehidupan serta masa depan yang lebih baik dari sebelumnya.

Walau terbilang belia menghadapi para pendukung serta masyarakat di sana, ia tak sungkan atau merasa canggung.

Kartini Bumi Maloko Kie Raha tekun mendengar keluhan, harapan, saran serta siap pula menerima kritik ihwal kemajuan serta pembangunan masyarakat Maluku Utara. Ia menganut filosofi ilmu padi dengan semangat mengabdi bagi negeri.
Kehadiran Sherly memberi asa baru akan kehidupan yang berproses ke arah lebih baik bersama masyarakatnya.

Lewat amanah Alm. suaminya dari sebuah jabatan prestisius yang sekarang diemban, Sherly ingin menghabiskan waktu lewat ide dari buah pemikiran bernas, langkah konkret, sumbangan tenaga serta perhatian sepenuh hati bagi warga serta Provinsi tercinta Maluku Utara.

Ia bertekad merawat serta menjalankan amanah dari perjuangan Alm. suaminya untuk mengentaskan beragam kertertinggalan di Maluku Utara, agar maju serta sejajar dengan Provinsi lainnya.

Bagi wanita yang aktif dalam beragam kegiatan sosial di daerahnya, perjuangan serta cita-cita Benny Laos tak boleh sia-sia, karena belahan jiwanya itu telah membuktikan diri bahwa perjuangan itu tak mudah, butuh banyak pengorbanan sebagai bukti bakti anak negeri. Sekalipun harus berkurban nyawa. Sekali layar terkembang pantang biduk surut ke belakang.

Buah perjalanan pahit serta kerja keras bersama tim sukses, utamanya dengan dukungan sepenuh hati konsultan politiknya, Choel Mallarangeng, Sherly Tjoanda Laos, dan Sarbin Sehe siap memimpin.

Tuhan itu baik, dengan kasihnya serta atas perkenan-Nya telah memberkati perjuangan Sherly dan Wakilnya Sarbin Sehe, yang terpilih sebagai orang nomor satu di Bumi Moloku Kie Raha.

Pada momen pelantikan Kepala Daerah, dan Wakil Kepala Daerah Provinsi, Kabupaten & Kota se Indonesia

yang dilakukan Presiden Prabowo, Kamis (20/2/2025), Sherly sadar bahwa perjuangan baru dimulai. Dengan semangat untuk merawat serta merealisasikan amanah suaminya, yang didedikasikan atas nama cinta kepada bangsa, dan negara khususnya untuk mendiang suaminya Benny Laos.

Sherly optimis bahkan tak sabar untuk bekerja dengan hati untuk rakyatnya. Masyarakat Maluku Utara patut berbangga memiliki Kepala Daerah yang cantik, baik budi pekerti serta memahami, dan siap untuk mengentaskan beragam permasalahan yang menimpa warganya.

Hadir di peresmian Program Pemberdayaan UMKM perempuan LAKSMI di Jakarta, Sherly Tjoanda memiliki limpahan energi kreatif untuk kemajuan daerah, dan kaumnya. (Foto ; WanitaIndonesia.co)

Doa & Terima Kasih untuk Kesuksesan Program LAKSMI

Tampil di Acara peluncuran Program pemberdayaan UMKM perempuan “LAKSMI”, Sherly mendapat apresiasi dari Para Pemangku Kepentingan yang hadir saat itu. Tak berjarak serta membuat sekat, ia sanggup hadir merepresentasikan role model Perempuan Indonesia mumpuni yang berperan multitasking, mewakili kaumnya para pelaku UMKM perempuan di Maluku Utara.

Dalam sambutan tanpa teks, ia merangkai kalimat dengan diksi sederhana yang mudah dipahami kaumnya.

Dihadapan para Pemangku Kepentingan serta tamu undangan 500 Pelaku UMKM perempuan dari Jakarta, dan Maluku Utara, Sherly menyampaikan asa, dukungan untuk kemajuan kaum perempuan khususnya di Bumi Moloku Kie Raha.

“Mewakili Pemda Malut, khususnya 400 pelaku UMKM perempuan, pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas dipilihnya daerah kami menjadi bagian dari pilot project LAKSMI. Program yang akan melibatkan para pelaku UMKM perempuan dalam pengembangan kapasitas, yang kelak akan menghasilkan 25 perempuan UMKM Petarung. Perempuan-perempuan hebat ini nantinya, akan dilibatkan sebagai pilot project program. Saya berharap lewat program dapat menghasilkan LAKSMI-LAKSMI lainnya, khususnya di Provinsi Maluku Utara, “ujar Sherly.

“Saya sering bilang, sebagai tulang punggung ekonomi keluarga, dan komunitas, kita perempuan, khususnya yang berperan sebagai ibu rumah tangga, walau tak diberi uang suami, makanan tetap tersaji lezat di atas meja. Apalagi jika kita memiliki uang, maka beragam upaya akan kita lakukan agar anak sehat sejahtera, pendidikannya pastinya aman. Kesehatannya aman serta rumah-pun akan terasa nyaman, “ucap Sherly.

Sherly menambahkan, “Perempuan Indonesia sejatinya memiliki potensi yang sangat hebat, hanya saja mereka tak diberikan peluang untuk menunjukkannya. Buktinya mereka berperan multitasking serta menanggung beban dari banyaknya harapan.”

“Saya bungah, terharu serta bersemangat manakala hadir sinergitas anak negeri saat Kementerian Pemberdayaan Perempuan, dan Anak dengan Kementerian UMKM, kelak tentunya akan menghasilkan banyak sekali wanita-wanita pelaku UMKM petarung, “imbuh perempuan kelahiran Ambon, 8 Agustus 1982.

“Saya percaya hal ini bisa terjadi manakala kita para kolaborator langsung bergerak. Saya sebagai Gubernur Malut, siap untuk ikut berkolaborasi dengan para kolaborator, “tegasnya.

“Saya suka dengan slogan Kementerian PPPA “Ketika Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia Maju.”

Ketika ekonomi perempuan Indonesia kuat akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Dan ketika perempuan kuat secara ekonomi, maka kekerasan dalam rumah tangga akan berkurang.

Dan ketika perempuan berbahagia maka anak-anak, keluarga serta suami pun akan ikut bahagia, “ucapnya.

“Saya doakan agar Program LAKSMI akan terimplementasikan dengan baik. Tak hanya sekedar slogan serta seremonial semu, namun dapat diejawantahkan lewat sejumlah langkah konkret, yang mudah-mudahan akan menghasilkan perempuan-perempuan petarung. Menghasilkan LAKSMI-LAKSMI baru. Dan kelak ekonomi UMKM perempuan akan menjadi lokomotif kerakyatan, “ujar Kartini masa kini.

Sherly Tjoanda praktikan ilmu padi, suluh & asa pelaku bagi UMKM perempuan. Hadir pada acara pemberian penghargaan “Pemilihan Usaha Mikro Terbaik” yang diselenggarakan PemProv Maluku Utara. (Foto : Istimewa)

Sinergitas Apik Anak Negeri Dukung UMKM Perempuan Berjaya

Sherly melanjutkan, “Ketika kita membantu UMKM perempuan untuk tumbuh, maka sesungguhnya kita sedang menyelamatkan ekonomi keluarga Indonesia.
Oleh karenanya, kami mewakili PemProv Maluku Utara sangat mendukung, dan siap dijadikan pilot project kegiatan LAKSMI.”

“Di momen istimewa ini, izinkan saya menutup sambutan dengan berpantun.” Ikan Cakalang Dibungkus Daun, Disajikan di Atas Nampan Kayu. Ibu-ibu UMKM bukan kaleng – kaleng.

Makin hebat kalau dikasih pelatihan LAKSMI.

Di sela-sela acara, Sherly menegaskan kembali komitmennya untuk memberikan karya nyata bagi Provinsi, yang memiliki daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrim. Perempuan yang memiliki limpahan energi kreatif ini merasa tak sabar, untuk segera merealisasikan sejumlah program untuk daerah yang dipimpinnya.

“Selain berdiskusi, saya ingin langsung merealisasikan program khususnya yang terkait dengan pemberdayaan perempuan. Sebagai sesama wanita ia memahami kekurangan usaha UMKM perempuan di Maluku Utara. Sering kesulitan untuk memperoleh modal usaha dari lembaga keuangan formal, “jelasnya.

“Salah satu penyebabnya adanya ketidaksetaraan gender dengan pelaku UMKM laki – laki. Hal ini dipengaruhi oleh stereotip gender usang serta tak mendasar, yang menganggap perempuan kurang cakap dalam mengelola bisnis, “lanjutnya.

“Selain kendala lainnya kurangnya akses informasi tentang keberadaan serta cara mengakses program pelatihan. Bersyukur, daerah kami bisa terpilih sebagai program LAKSMI. Terima kasih, Terima kasih, Terima kasih, “kata Sherly takzim.

“Tantangan UMKM perempuan ke depan tentunya tak mudah karena banyaknya isu nasional serta global. Karenanya lewat kolaborasi epik ini, mudah-mudahan bisa segera dicarikan solusinya yang komprehensif, agar produk serta jasa mereka dapat memiliki daya saing serta go global, “pungkasnya.

Sebagai langkah konkret dukungan sepenuh hati kepada para pelaku UMKM di Provinsi Maluku Utara, Sherly Tjoanda bersama jajarannya menyelenggarakan Pemilihan Usaha Mikro Terbaik, guna memilih para pelaku usaha yang bisa dijadikan role model bagi pelaku UMKM di Maluku Utara.

Pelaku dinilai mumpuni atas segala upayanya, dalam konsistensi, dedikasi serta kepedulian sosial. Terpilih sebagai pemenang Catering Ria, yang sukses menjalankan usaha rintisan keluarganya mendekati hitungan ke – 30 Tahun.

Selain sukses dari aspek bisnis, Catering Ria juga mempraktikkan kegiatan Usaha Berkelanjutan dengan mengedepankan beragam aspek seperti layanan profesional, dan perlakuan adil bagi para pekerja.

Pada momen pemberian penghargaan, Sherly Tjoanda terlihat bungah, tentunya senantiasa terlihat stuning untuk memberikan semangat serta kebahagiaan kepada kaumnya, pelaku UMKM perempuan dari Bumi Cantik, Moloku Kie Raha.

Wanitaindonesia.co terdepan dukung pemberdayaan perempuan Indonesia lewat pemberitaan inspiratif serta beragam event kreatif. (Foto : WanitaIndonesia.co)

Wanitaindonesia.co Antusias Berdayakan UMKM Perempuan Lewat Sejumlah Event Kreatif

Bicara peran serta kiprah Perempuan Indonesia siapa yang berani meragukannya? Berbilang zaman senantiasa muncul para sosok-sosok perempuan ikonik lewat peran serta kiprahnya yang menginspirasi.

Sebagai portal pemberitaan yang konsisten mendukung pemberdayaan wanita serta lantang menyuarakan beragam permasalahan kaum perempuan, yang menjadi sendi negara, Wanitaindonesia.co melihat bangsa Indonesia yang gemilang serta unggul dari sumber daya alamnya ini, memiliki banyak sekali role model pemimpin perempuan. Dengan peran serta kiprah nya, mereka sukses secara ekonomi serta ketokohan karena mampu mengharumkan nama Indonesia di tataran global.

Namun demikian dibalik peran multitasking tersebut, menyeruak sisi kelam ihwal nasib Perempuan Indonesia, yang seolah tak berkesudahan. Angka KDRT yang menimpa perempuan, dan anak di ranah domestik terbilang sangat tinggi. Ini fakta yang tak terbantahkan!.

Salah satu penyebab utamanya, perempuan yang berperan sebagai isteri, tak berdaya secara ekonomi. Hanya berharap dari pemberian suami. Selain budaya patriarki yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan tunggal, yang mendominasi dalam berbagai bidang kehidupan.

Yang paling mencolok terjadinya bias gender yang kerap menimpa perempuan khususnya para pelaku UMKM.

Ini menjadi permasalahan serius, dan menjadi konsen serius seluruh Pemangku Kepentingan untuk mengentaskannya, utamanya lewat Program Pemberdayaan.
Yang paling mudah (walau sejatinya pun ini tak mudah) lewat UMKM, yang kekinian menjadi sektor penggerak ekonomi nasional, dikarenakan dapat menghimpun dana yang cukup besar guna menciptakan stabilitas ekonomi nasional, selain menciptakan banyak lapangan pekerjaan serta memengaruhi daya beli masyarakat.

Yang sangat membanggakan, pelaku UMKM di Indonesia didominasi oleh para perempuan. Selain ingin berdaya secara ekonomi sembari mengurus keluarga, perempuan Indonesia dianugerahi sifat ulet, dan gigih, kerja keras, kreatif serta memainkan peran multitasking.

Tak terhitung banyaknya para pelaku UMKM perempuan yang Wanitaindonesia.co temui sembari mendukung kiprah mereka lewat beragam event talkshow, kegiatan, maupun pelatihan serta mempublikasikan kegiatan mereka, agar usahanya semakin membumi, dikenal luas serta sustainability.

Terbaru, di Bulan Juni 2025 lewat acara “Pelatihan UMKM, Langkah Mudah Berjualan Online untuk Pemula di Era Digital”
Acara diikuti oleh ratusan peserta para perempuan di Jakarta, Bogor & Bekasi yang berniat untuk membangun bisnis, baru memulai bahkan sudah lama berbisnis secara Online. Hadir banyak pembicara mumpuni nan menginspirasi.

Salah satu event kolaborasi Wanitaindonesia.co bersama Ketua Fraksi PKS DRPD Provinsi DKI Jakarta, dukung UMKM perempuan naik level lewat kemasan produk cantik daur ulang. (Foto : WanitaIndonesia.co)

Selain pada momen Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor. 4 Tahun 2019 bersama
Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi DKI Jakarta, H. Ismail, Wanitaindonesia.co menyoal aspek keberlanjutan dari limbah fast fashion serta kemasan sampah rumah tangga yang mencemari lingkungan. Selain lewat makalah presentasi, Wanitaindonesia.co juga mendemokan cara mempercantik kemasan makanan dengan limbah fashion agar produk UMKM naik level.

Dari aspek promosi, Wanitaindonesia.co mengulas pemberitaan yang komprehensif salah seorang pelaku UMKM kuliner perempuan, yang sukses membangun usahanya dari kecil.

Ning, perempuan tangguh, sukses memasarkan aneka kue, dan cake lawas dengan brand Ning Corner, yang diambil dari namanya sendiri. Brand kue, dan cake yang diproduksi dengan mengedepankan teknik tradisional di dapur rumahnya, di Depok, Jawa Barat, mampu mengakomodir selera lintas generasi.

Ning mengakui ada banyak ilmu yang harus dipraktikkan untuk mengembangkan usaha kue, dan cake miliknya.
Utamanya perempuan enerjik ini harus berperan multitasking sebagai pengusaha. Selain trampil pada proses produksi, ia harus mumpuni membaca selera menyelaraskan zaman. Tak kalah penting juga wajib untuk melakukan transfer ilmu ke karyawannya, yang mayoritas non skills agar usahanya tak merugi.

Pun lewat perhatian selaku ibu, kelak Ning berharap karyawannya bisa lebih maju, tak hanya mengabdi tapi memiliki bisnis sendiri. Ning tak gentar jika usahanya itu akan tersaingi oleh usaha para mantan karyawannya.

Peran lain yang harus dijalani, yang menurutnya butuh kreativitas serta inovasi manakala mempromosikan usahanya, agar berdaya saing, senantiasa diingat, dan dikenal luas. Promosi zaman now lekat dengan teknologi. Ia tak gengsi untuk belajar dengan anaknya. Prosesnya dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan platform di sejumlah media sosial.

Tak cukup sampai di situ, dia juga harus memikirkan konsep promosi, pembuatan narasi dengan pemilihan diksi yang menarik agar pelanggan maupun calon konsumen baru tertarik.

Ihwal promosi, Food stylish serta foto produk wajib dilakukan. Ini butuh skill.
Pun demikian, ia kerap harus
menangani order yang datang, khususnya dari pelanggan tertentu yang menghendaki modifikasi kue berdasarkan ide mereka. Kepuasan pelanggan menjadi DNA bisnisnya.

Pekerjaan masih berlanjut dengan proses pembelian bahan, juga cara penggunaannya agar efisien serta beragam tugas lainnya seperti mengontrol kualitas produk, agar brandnya menjadi pilihan. Maklum saja, banyak pelaku usaha serupa yang semuanya menerapkan strategi khusus, demi keberlanjutan bisnis. “Kalau diuraikan secara rinci, wah bisa bikin saya stres lho, “pungkasnya ke Wanitaindonesia.co.

Exit mobile version