WANITAINDONESIA.CO — Dunia estetika medis terus mengalami transformasi yang dinamis. Pendekatan perawatan kecantikan modern kini tidak lagi sekadar berfokus pada satu jenis tindakan, melainkan telah bergeser ke arah strategi kombinasi yang dipersonalisasi secara presisi sesuai dengan kondisi kulit, struktur anatomi wajah, hingga kebutuhan unik setiap pasien.
Konsensus serta pemahaman mendalam inilah yang mengemuka dalam gelaran program pelatihan langsung (live training) sebagai bagian dari rangkaian acara Meet the Masters in Bali 2026. Bertempat di NULOOK Clinic, Bali, pada 16 Oktober 2026, agenda ilmiah ini menjadi panggung penting bagi para dokter dari berbagai belahan dunia untuk mendalami alur pengambilan keputusan klinis yang utuh, mulai dari proses evaluasi mendalam, penyusunan rencana perawatan, hingga tahap eksekusi tindakan secara langsung.
NULOOK Clinic sendiri merupakan klinik estetika medis yang didirikan oleh anak perusahaan CGBIO di Indonesia pada 2023. Selain menghadirkan layanan medis unggulan, klinik ini difungsikan sebagai pusat edukasi berkelanjutan bagi para tenaga medis. Pada kesempatan kali ini, jajaran dokter pakar asal Korea Selatan membagikan pengalaman berharga mengenai integrasi penggunaan kalsium hidroksiapatit (calcium hydroxyapatite atau CaHA), asam hialuronat (hyaluronic acid or HA), serta teknik pengencangan benang (thread lifting).
Sebelum memasuki ruang tindakan, para dokter peserta diajak menjalani tur klinik dan mengkaji profil para pasien yang akan menerima perawatan. Sesi pagi diisi oleh dr. Jisoo Kook, Director of It’s Me Clinic dari Ansan, Korea Selatan. Ia memperagakan teknik kombinasi CaHA dan HA secara presisi, sembari mengurai pertimbangan klinis dalam menentukan penggunaan masing-masing instrumen berdasarkan kondisi kulit target.
Memasuki sesi sore, dr. Gi Woong Hong, President of SAMSKIN Plastic Surgery Clinic, Korea Selatan, memperluas jangkauan perawatan dengan memadukan CaHA, HA, dan pengencangan benang. Ia memaparkan cara menganalisis struktur wajah untuk menentukan fungsi serta area aplikasi dari setiap tindakan sebelum menuangkannya ke dalam skenario perawatan yang komprehensif.
dr. Gi Woong Hong menegaskan bahwa keberhasilan tindakan estetika sangat bergantung pada pemahaman awal yang kuat terhadap kondisi mendasar pasien. Menurutnya, dalam kombinasi perawatan, hal yang mendasar adalah memahami kondisi kulit, struktur wajah, dan tujuan yang ingin dicapai pasien, baru kemudian menentukan peran masing-masing tindakan.
Melalui pelatihan ini, pihaknya ingin menunjukkan bagaimana rencana perawatan yang mempertimbangkan kualitas kulit, pengencangan (lifting), dan kontur wajah diterapkan secara langsung kepada pasien, sekaligus berbagi dasar pengambilan keputusan klinis tersebut dengan dokter dari berbagai negara.
Dalam peragaan klinis tersebut, jajaran produk berbasis kalsium hidroksiapatit buatan CGBIO turut digunakan. Di pasar Indonesia, formulasi tersebut telah mengantongi izin edar resmi dengan merek DCLASSY, sedangkan dalam peragaan langsung digunakan produk bermerek FACETEM untuk pasar ekspor Korea Selatan. Kedua produk ini mengusung formulasi yang sama, yang dicirikan oleh bentuk dan ukuran partikel yang seragam serta struktur partikel berpori hasil teknologi pembentukan pori kisi (Lattice Pore Formation atau LPF).
Respons positif juga datang dari praktisi dalam negeri. Head of Aesthetic Department NULOOK Clinic, dr. Hadrian Deka, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah berharga bagi dokter-dokter Indonesia untuk menyaksikan penerjemahan evaluasi pasien menjadi strategi perawatan yang konkret. Pihaknya membagikan pendekatan untuk peningkatan kualitas kulit wajah melalui CaHA dan HA, serta strategi pengencangan dan perbaikan kontur dengan mengintegrasikan pengencangan benang dalam perawatan pasien secara langsung.
Lebih lanjut, dr. Hadrian Deka menekankan visi jangka panjang dari ruang kolaborasi ilmiah ini. Menurutnya, NULOOK menghubungkan praktik perawatan pasien dengan edukasi tenaga medis, sekaligus menjadi ruang bagi para ahli dari berbagai belahan dunia untuk bertukar pengalaman klinis. Ke depan, pihak klinik berkomitmen untuk terus menghadirkan kesempatan bagi para dokter guna mempelajari dan mendiskusikan seluruh alur medis, mulai dari evaluasi awal hingga tindakan akhir, sehingga Bali dapat mengukuhkan posisinya sebagai pusat pembelajaran serta pertukaran ilmu bagi tenaga medis internasional.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang hangat. Para dokter saling melempar gagasan mengenai penyesuaian strategi perawatan terhadap karakteristik pasien serta dinamika praktik klinis di negara masing-masing. Langkah berkelanjutan ini mempertegas komitmen CGBIO untuk menjadikan NULOOK sebagai pusat edukasi utama yang memadukan teori evaluasi dan praktik klinis nyata demi kemajuan dunia estetika medis global.
Setiap wajah menyimpan cerita dan kebutuhan yang unik. Dengan terus berkembangnya inovasi medis serta keterpaduan ilmu dari para ahli dunia, perawatan estetika kini bukan lagi sekadar tren luar kulit, melainkan wujud nyata dari seni kesehatan yang terukur, aman, dan personal untuk menunjang kualitas hidup terbaik Anda. (Gdi)

