Site icon Wanita Indonesia

Resmi Dibuka! Akademi Batik Tuli’s di Rumah Batik Palbatu Jadi Langkah Nyata Menuju Kemandirian Teman Tuli

Budi Dwi Haryanto dan Haris Andika senior dalam acara Pembukaan Akademi Batik Tuli di Rumah Batik Palbatu. Foto : ver/Wanitaindonesia.co

WANITAINDONESIA.CO – Di balik keindahan selembar batik, tersimpan cerita tentang ketekunan, harapan, dan kini—tentang inklusivitas. Semangat itulah yang dihadirkan melalui Akademi Batik Tuli di Rumah Batik Palbatu, sebuah ruang belajar yang tak hanya mengajarkan seni, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian bagi teman-teman tuli.

Didirikan oleh Budi Dwi Haryanto, Rumah Batik Palbatu telah lebih dari satu dekade menjadi pusat edukasi dan produksi batik di Jakarta. Melalui Akademi Batik Tuli, ia menghadirkan ruang yang hangat dan inklusif bagi lulusan sekolah luar biasa (SLB), yang sering kali menghadapi tantangan dalam melanjutkan pendidikan.

“Kami ingin menciptakan tempat yang nyaman bagi teman-teman tuli untuk berkarya. Tidak hanya belajar selama tiga semester, tetapi juga kami dampingi agar mereka bisa mandiri dan memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Program ini lahir dari realitas yang tak bisa diabaikan. Banyak lulusan SLB memiliki potensi besar, namun terbentur akses, biaya, hingga keterbatasan fasilitas untuk melanjutkan pendidikan. Akademi ini hadir sebagai jawaban—sebuah jembatan agar mereka tetap bisa berkembang dan menciptakan karya yang bernilai.

Menariknya, proses belajar di akademi ini tidak setengah-setengah. Para peserta diajak memahami batik secara utuh—mulai dari merancang motif, menggunakan malam panas, hingga tahap akhir produksi. Sebuah pendekatan autentik yang menegaskan bahwa batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan warisan budaya yang sarat makna.

Dukungan pun datang dari PLN UID Jakarta Raya yang melihat program ini sebagai langkah strategis dalam pemberdayaan masyarakat. Menurut Haris Andika selaku Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, inisiatif ini telah melampaui sekadar pelatihan.

“Kami melihat ini sudah sampai pada level prestasi. Karya-karya dari sini bahkan telah meraih penghargaan di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sertifikasi bagi para peserta sebagai langkah lanjutan. Dengan adanya pengakuan kompetensi, para lulusan diharapkan memiliki peluang lebih luas untuk berkembang dan bersaing di dunia kerja maupun industri kreatif.

Lebih dari itu, Akademi Batik Tuli juga membuka ruang interaksi bagi masyarakat umum untuk belajar memahami budaya teman tuli secara lebih dekat. Sebuah pengalaman yang tak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menumbuhkan empati dan rasa saling menghargai.

Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, Akademi Batik Tuli di Rumah Batik Palbatu menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan pemberdayaan. Dari canting yang digoreskan dengan penuh kesabaran, lahir harapan baru—tentang kesetaraan, kemandirian, dan masa depan yang lebih cerah bagi semua.

“Harapan kami sederhana, mari bersama membangun kesetaraan. Dari batik, kita belajar saling memahami dan saling mendukung,” tutupnya lembut. (srv)

Exit mobile version