Wanita Indonesia

Rayu Gen -Z lewat Culinary Gem Kekinian, Bango Mumpuni Membaca Zaman

Ki-ka : Foodsfluencer Dims the meat guy usai mendemokan Nasi Goreng Saikoro, di Foodtruck Jajanan Bango didampingi Lendi Yuwarlian, Head of Marketing Bango & Beverages Unilever Indonesia, dan Food Enthusiast, Tasya Kamila. Foto: Istimewa

WANITAINDONESIA.CO, Jakarta – Kuliner klasik berbasis kecap mulai tak dilirik Gen-Z, Bango sebagai pelestari kuliner warisan Nusantara adaptif mengakomodirnya.

Berpedoman ke survey Menu Check Study, Kantar 2024, Kuliner lokal berbasis Kecap meredup sejak 10 tahun terakhir. Tapi masih ada 3 varian berbasis kecap yang terdaftar pada 15 masakan terfavorit masyarakat Indonesia. Nasi Goreng, Oseng Tempe, dan Mi Goreng.

Lendi Yuwarlian, Head of Marketing Bango & Beverages Unilever Indonesia menjelaskan, “Sebagai pemimpin pasar di industri kecap manis Indonesia dan hampir memasuki 100 Tahun menemani eksplorasi kuliner masyarakat Indonesia, kami mengamati pergeseran minat terhadap produk kuliner karena berbagai alasan.”

“Generasi muda menginginkan kepraktisan termasuk pada aspek kuliner. Senang mengeksplorasi rasa. Mereka kerap mencari inspirasi dari Foodsfluencers yang aktif di media sosial. Disayangkan sebagian dari mereka menganggap kuliner lokal, khususnya yang menggunakan kecap sudah tidak relevan. Monoton, dengan proses memasak yang rumit, serta butuh waktu, “tambah Lendi.

Lendi melanjutkan, “Jika sebelumnya Bango dikenal sebagai brand kecap manis legendaris dengan misi melestarikan warisan kuliner Indonesia, kekinian kami hadir bersama misi baru, menjadikan kecap manis sebagai Culinary Gem yang relevan, dan adaptif dengan perkembangan tren kuliner Indonesia. Sebagai kecap manis yang unggul digunakan sebagai pelezat, dipping (saus), juga dapat diaplikasikan pada menu fusion, bahkan dessert.”

Nasi Goreng Saikoro lanjutkan legacy Bango sebagai kecap terbaik yang mampu membaca tren kuliner selaras zaman.
Foto: Istimewa

“Guna membangkitkan excitement masyarakat terhadap hidangan berbasis kecap, Bango memperkenalkan kemasan baru, cerminan dari semangat Bango untuk selalu progresif, sekaligus menegaskan keunikan Bango yang merupakan 100% kecap, “imbuhnya.

Misi baru menjadikan kecap manis sebagai bagian dari Culinary Gem dimulai sejak September hingga Oktober ini lewat road show “Foodtruck Jajanan Bango ke 13 kota diantaranya Jakarta, Yogya, dan Malang. Foodtruck mengambil lokasi hits, serta toko favorit anak-anak muda.

Untuk membuktikan Bango sebagai kecap manis yang relevan, variatif juga praktis diolah dengan cita rasa khas nan lezat, Bango akan berkolaborasi dengan sejumlah Foodsfluencers. Salah satunya dengan Dims (Dimas) the Meat Guy yang mendemokan Nasi Goreng Saikoro. Khas dari tekstur daging yang sangat lembut, kian spesial karena terkaramelisasi dengan kecap manis, dan berpadu sempurna dengan kelezatan nasi goreng.

Saikoro merupakan jenis daging steak dari tenderloin maupun sirloin. Khasnya ada pada marbling yang tersebar merata.

Memiliki arti dadu, Saikoro dijual dalam bentuk potongan dadu, dalam kemasan siap olah. Saikoro telah dibumbui dengan garam, dan merica. Karena merupakan jenis daging premium dari bagian terbaik daging sapi, Saikoro harganya sedikit lebih mahal dari bagian daging lainnya.

Menurut Dimas, inspirasi memasak dengan kecap itu tak terbatas, dikarenakan kecap memiliki rasa yang kompleks, dan lengkap seperti rasa manis, asin, dan gurih yang diperkaya dengan aroma khas dari proses fermentasi kedelai.

Dimas menerangkan, “Selain kuliner Indonesia, kuliner internasional maupun fusion dapat terasa lezat. Bahkan dengan penggunaan yang tepat, kecap dapat menggantikan saus worcestershire, saus tiram, dan saus barbeque, “pungkasnya.

Exit mobile version