WANITAINDONESIA.CO – Bagi sebagian besar perempuan, emas sering kali identik dengan perhiasan cantik yang berkilau di jemari atau leher untuk menunjang penampilan. Namun, tahukah Anda bahwa di era modern ini, pandangan tersebut telah bergeser? Emas kini bukan lagi sekadar pelengkap gaya, melainkan instrumen investasi masa depan yang sangat krusial untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga dari gerusan inflasi.
Semangat “melek finansial” inilah yang terus digaungkan oleh Public Gold Indonesia. Bertepatan dengan momen spesial Award Recognition Night, Public Gold Indonesia resmi merayakan perjalanan indah dan penuh komitmen selama 10 tahun (satu dekade) hadir di tengah masyarakat Indonesia. Acara yang berlangsung hangat ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi bagi para mitra, pelanggan, dan media yang telah tumbuh bersama.
Meski di Malaysia sang induk perusahaan telah berkiprah selama 18 tahun, Public Gold sukses menancapkan kukunya di Indonesia selama 10 tahun terakhir dengan pertumbuhan yang sangat luar biasa.
”Saat ini kami telah memiliki 8 cabang di seluruh Indonesia serta satu pabrik mandiri yang memproduksi bongkahan emas berkualitas. Dengan populasi Indonesia yang mencapai 280 juta jiwa, ada peluang dan ruang yang sangat besar bagi kami untuk terus berkembang,” ungkap Dato’ Seri Louis Ng, Founder and Executive Chairman Public Gold Group sekaligus Presiden Malaysia Gold Association.
Dato’ Seri Louis Ng menambahkan bahwa target besar mereka dalam beberapa tahun ke depan adalah merangkul hingga 10 juta pelanggan di Indonesia, serta berencana mengekspansi variasi produk hingga ke ranah barang kemas (perhiasan biasa) seperti yang telah sukses berjalan di Malaysia.
Memasuki usia satu dekade, Public Gold Indonesia juga membawa kabar gembira bagi para pencinta emas tanah air. Sebuah “kado manis” berhasil diraih untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
”Tahun ini kami mendapatkan lisensi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk keseluruhan produk logam mulia kami. Harapan kami, melalui sertifikasi resmi ini, Public Gold dapat terus memberikan standar layanan mutu yang jauh lebih berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” jelas Ibu Febrina Balia, Head of Operation Public Gold Indonesia.
Meskipun mengantongi sertifikasi nasional seperti SNI, emas tetaplah aset global. Emas dinilai sebagai “mata uang dunia” yang nilainya universal. Jika Anda membawanya ke luar negeri, seperti ke Singapura atau Arab Saudi dan membutuhkan dana darurat, emas tersebut tetap dapat dijual dengan mudah mengikuti harga buyback dunia saat itu, tanpa terikat fluktuasi nilai tukar rupiah yang naik-turun.
Apa yang membedakan Public Gold dengan perusahaan emas lainnya di Indonesia? Jawabannya terletak pada sistem dan nilai yang mereka bawa. Public Gold tidak memosisikan mitranya sebagai reseller atau agen yang mengejar target jualan, melainkan sebagai seorang Eduktor.
Bapak Denny Kurniawan, First Founder Master Dealer Public Gold Indonesia yang telah bergabung sejak awal (2016), membagikan kisah suksesnya.
”Banyak emas bertebaran di mana-mana, tapi yang membedakan Public Gold adalah edukasinya. Kami mengedukasi masyarakat agar cerdas secara finansial, paham untuk apa mereka menabung, dan bagaimana caranya agar uang mereka tidak habis tergerus inflasi,” cerita Denny yang mengawali perjalanannya dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Berkat kecanggihan teknologi digital saat ini, edukasi dilakukan secara konsisten baik offline maupun online. Melalui webinar Zoom hingga program Facebook Daily Live, Public Gold setiap hari menyapa masyarakat untuk berbagi ilmu seputar pentingnya memiliki emas.
Menariknya lagi, sistem penjualan mereka menggunakan sistem satu harga dari Sabang sampai Merauke secara langsung melalui kantor cabang atau aplikasi resmi. “Kami para edukator tidak berjualan langsung, semua transaksi dilakukan transparan oleh nasabah langsung ke perusahaan, sehingga harganya sama di seluruh Indonesia,” tambah Denny.
Menjawab tantangan zaman di mana emas sering kali dianggap sebagai barang mewah yang hanya bisa dibeli oleh kalangan mapan atau orang tua, Public Gold mendobrak paradigma tersebut dengan menghadirkan solusi yang sangat ramah di kantong, khususnya bagi para ibu rumah tangga atau generasi muda yang ingin mulai menyisihkan uang belanja.
Meskipun pecahan fisik terkecil yang dicetak adalah 0,5 gram, Anda ternyata sudah bisa mulai menabung emas mulai dari Rp300.000 saja melalui aplikasi resmi Public Gold yang bisa diunduh di Play Store maupun App Store.
Sistemnya mirip dengan mobile banking. Anda bisa mengumpulkan saldo emas sedikit demi sedikit sesuai kemampuan keuangan bulanan. Begitu saldo tersebut sudah mencukupi untuk ditukar dengan kepingan fisik (misalnya telah mencapai berat 0,5 gram), emas fisik tersebut bisa langsung dicetak dan dikirimkan dengan aman ke rumah Anda.
Langkah ekspansi Public Gold Indonesia dipastikan tidak akan berhenti di angka 10 tahun saja. Untuk semakin mendekatkan diri dan memberikan rasa aman kepada masyarakat di berbagai daerah, Public Gold menargetkan untuk membuka hingga 200 kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2030.
Bagi para keluarga Indonesia, mengelola keuangan keluarga adalah seni sekaligus tanggung jawab. Memulai kebiasaan baik dengan mengonversi sebagian kecil uang kertas menjadi “uang abadi” berbentuk emas bisa menjadi langkah awal yang bijak demi mengamankan masa depan pendidikan anak, dana pensiun, hingga impian keluarga lainnya. (Des)

