WANITAINDONESIA.CO – Banyak masyarakat mengira ibadah haji berlangsung selama berminggu-minggu. Padahal, inti pelaksanaan ibadah haji secara syariat hanya berlangsung sekitar lima hari, yakni mulai 8 hingga 13 Zulhijjah, dengan rangkaian utama yang menjadi rukun dan wajib haji. Meski jamaah haji Indonesia berada di Tanah Suci sekitar 30–40 hari, puncak ibadah hajinya terpusat pada beberapa hari tersebut.
Berikut rangkaian ibadah haji selama lima hari:
Hari Pertama: 8 Zulhijjah – Ihram dan Mabit di Mina
Pada hari pertama, jamaah memulai niat ihram haji dari miqat, mengenakan pakaian ihram, dan mengucapkan talbiyah sebagai tanda memasuki ibadah haji.
Setelah itu, jamaah bergerak menuju Mina untuk melaksanakan mabit (bermalam) sambil memperbanyak ibadah, zikir, dan doa sebagai persiapan menuju puncak haji.
Hari Kedua: 9 Zulhijjah – Wukuf di Arafah (Puncak Haji)
Hari kedua merupakan puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Padang Arafah. Rasulullah SAW menegaskan, “Al-Hajju Arafah” (Haji adalah Arafah), menandakan pentingnya ritual ini.
Sejak tergelincir matahari hingga magrib, jamaah berdiam diri, berdoa, berzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Setelah magrib, jamaah menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan batu kerikil untuk lempar jumrah.
Hari Ketiga: 10 Zulhijjah – Lempar Jumrah Aqabah, Tahalul, dan Tawaf Ifadah
Pada hari ketiga, jamaah melaksanakan beberapa rangkaian penting sekaligus:
Melontar Jumrah Aqabah di Mina
Tahalul, yaitu mencukur atau memotong rambut sebagai simbol penyucian diri
Tawaf Ifadah di Ka’bah
Sa’i antara Bukit Safa dan Marwah
Rangkaian ini menjadi bagian inti dari rukun haji yang wajib dilakukan secara tertib.
Hari Keempat: 11 Zulhijjah – Mabit dan Lempar Tiga Jumrah
Jamaah kembali ke Mina untuk bermalam dan melaksanakan lempar tiga jumrah, yaitu:
Jumrah Ula
Jumrah Wustha
Jumrah Aqabah
Prosesi ini melambangkan perlawanan terhadap godaan setan serta komitmen memperkuat ketakwaan.
Hari Kelima: 12–13 Zulhijjah – Penyempurnaan Hari Tasyrik
Pada hari terakhir, jamaah kembali melontar tiga jumrah. Sebagian jamaah memilih nafar awal, yakni meninggalkan Mina pada 12 Zulhijjah sebelum matahari terbenam. Sementara yang memilih nafar tsani menyempurnakan ibadah hingga 13 Zulhijjah.
Ibadah Singkat, Makna Mendalam
Meski inti ibadah haji hanya berlangsung lima hari, setiap rangkaian mengandung makna spiritual yang mendalam: kepatuhan, pengorbanan, kesabaran, serta totalitas penghambaan kepada Allah SWT.
Bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia, haji bukan sekadar perjalanan fisik ke Tanah Suci, tetapi perjalanan ruhani menuju kesempurnaan iman. (Den)

