
WANITAINDONESIA.CO – Menua adalah kepastian, namun tetap sehat, aktif, dan bahagia di usia senja merupakan sebuah pilihan yang harus dipersiapkan sejak dini. Berangkat dari kesadaran mendalam akan pentingnya investasi kesehatan jangka panjang tersebut, Ikatan Alumni Tarakanita (INITARKI) menggelar program inspiratif bertajuk RADIANT HER 2026 di SMA Tarakanita I Puloraya, Jakarta. Bertepatan dengan momentum Hari Lanjut Usia Nasional yang diperingati setiap bulan Mei, ajang ini menjelma menjadi ruang edukasi lintas generasi yang hangat, mempertemukan ratusan alumni, keluarga besar, guru, hingga karyawan dalam sebuah ikatan kebersamaan yang holistik.
Acara yang awalnya dirancang khusus bagi para alumni usia matang ini mengalami perkembangan konsep yang signifikan. Pihak panitia menyadari bahwa kebutuhan biologis dan fisik manusia terus berubah di setiap fase kehidupan, sehingga edukasi mengenai penuaan yang sehat (healthy aging) harus diadopsi sedini mungkin, termasuk oleh generasi muda. Melalui semangat dari alumni, oleh alumni, dan untuk alumni, atmosfer hangat langsung terasa sejak awal acara dibuka, menciptakan ruang belajar bersama yang menjembatani perbedaan usia demi kualitas hidup yang lebih baik.
Edukasi mendalam ini dikemas melalui dua sesi bincang-bincang (talkshow) kesehatan yang mengupas tuntas anatomi dan perjalanan tubuh manusia. Pada sesi pertama yang bertajuk Pemahaman Tubuh di Setiap Fase Kehidupan, pemandu acara Ary Kirana menelisik aspek krusial mulai dari kekuatan tulang, fluktuasi hormon, hingga kesehatan reproduksi. Dalam sesi ini, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG selaku Spesialis Obstetri dan Ginekologi sekaligus Chief Medical Officer Magnolia Collective Wellness Indonesia, bersama dr. I Made Yudi Mahardika, Sp.OT, Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dari Siloam Hospitals Mampang, memaparkan betapa pentingnya mengenali sinyal-sinyal perubahan tubuh sebelum memasuki fase lanjut usia.
Kesiapan dalam menghadapi pergeseran demografi dibahas lebih tajam pada sesi kedua yang bertema Menuju Lonjakan Lansia (Booming Lansia): Siapkah Kita?. Dipandu oleh Feni Rose, diskusi ini menyoroti tajam peningkatan angka harapan hidup nasional yang menuntut kesiapan mental, fisik, serta lingkungan sosial. Pemikiran komprehensif dihadirkan oleh para narasumber, mulai dari Hanny Soemadipradja yang membagikan perspektif pengalaman hidup dan pengelolaan keluarga, hingga dr. Sandra Dewi Mochtar yang membedah kesiapan dari sudut pandang medis serta layanan kesehatan khusus lansia.
Melengkapi diskusi tersebut, Yanti Djani selaku pendiri Tenteram Senior Care, memberikan pandangan strategis dari sisi komunitas dan pentingnya mempertahankan masa tua yang aktif (active aging). Yanti menekankan bahwa komunitas memiliki peran vital sebagai sistem pendukung (support system) agar para lansia tidak merasa terisolasi, melainkan tetap produktif dan berdaya dalam interaksi sosial yang positif.
“Kesehatan itu bukan sekadar tidak ada penyakit di dalam tubuh, melainkan sebuah harmoni yang utuh antara kekuatan fisik, kejernihan pikiran, dan ketenangan emosi. Ketika kita mampu menyelaraskan ketiganya sejak usia muda, maka proses menua tidak lagi menjadi momok yang menakutkan, melainkan sebuah babak baru kehidupan yang penuh dengan kebijaksanaan dan kebahagiaan,” ujar Yanti Djani dengan penuh penekanan di akhir paparannya.
Selain asupan ilmu kesehatan, acara ini juga menjadi panggung pembuktian kreativitas dan kepedulian sosial yang nyata. Area kuliner yang dikurasi ketat oleh komunitas Tarki Masak dan Icip Icip menyajikan ragam usaha mandiri alumni, seperti DOKI2 Japanese Food, Dapur Bang Fur, Dapoer Hijau, DapurMami, The Chilly Bin x Sons’ Favorites, Amy’s Kitchen, Yummy Yummy, Kopi Akoe, hingga Nutrilite. Di sudut lain, booth Korps Putri Tarakanita aktif menggalang dana melalui penjualan berbagai pernak-pernik (merchandise) resmi, yang seluruh keuntungannya akan dialokasikan untuk mendukung persiapan kompetisi korps musik (marching band) siswa Tarakanita.
Energi kebersamaan semakin bergelora saat seluruh peserta terlibat aktif dalam senam otak (brain gym) bersama Yanti Djani dan latihan fisik ringan sambil duduk (seated gentle exercise) yang dipandu oleh Adella Fauzi. Kemeriahan seni juga turut ditampilkan melalui unjuk bakat berbagai komunitas alumni, mulai dari Tarki Nari Nusantara Laras Kanita, JARIT, TarQ Line Dance Studio 51, Tarki Mahjong, hingga Tarki Drawing. Dinamika ini menegaskan bahwa ruang tumbuh dan berkarya tidak pernah dibatasi oleh angka usia.
Suasana reflektif mencapai puncaknya pada sesi musik untuk pemulihan (music for healing) bersama maestro harpa Maya Hasan. Alunan petikan harpa yang magis menghadirkan ketenangan jiwa yang mendalam bagi seluruh hadirin. Dalam momen tersebut, peserta juga diperkenalkan pada Grotto, sebuah butik pemulihan holistik (holistic healing boutique) yang menawarkan pendekatan menyeluruh bagi kesejahteraan individu. Sesi ini menjadi pengingat penting bahwa kesehatan fisik harus berjalan seiring dengan keseimbangan emosional.
Keberhasilan pelaksanaan program berskala besar ini tidak lepas dari sinergi strategis dengan para mitra. SELANGKAH oleh Siloam Hospital hadir sebagai pendukung utama, namun juga menyosialisasikan inisiatif kepedulian mereka untuk wilayah Baubau, sebagai bagian dari program perluasan akses edukasi kesehatan masyarakat di daerah terpencil. Dukungan penuh juga mengalir dari berbagai jenama mitra seperti Agewell, Bagasi, KAI Wisata, Philips, Blackmores, Young Living, Aquaviva, So Klin, Cling, Freshly, So Soft, serta GRHA KASIH Hotel dan Villa Cisarua Bogor yang turut membagikan paket buah tangan (goodie bag) eksklusif sebagai stimulus bagi peserta untuk konsisten menerapkan gaya hidup sehat di rumah.
Perjalanan menuju usia senja yang berkualitas bukanlah sebuah lompatan instan, melainkan rangkaian keputusan kecil yang kita ambil hari ini. Melalui gelaran RADIANT HER 2026, kita diingatkan kembali bahwa menjaga kesehatan tubuh dan ketenangan jiwa adalah bentuk investasi terbaik untuk masa depan. Mari mulai lebih peduli pada diri sendiri, perkuat ikatan sosial dengan sesama, dan jadikan setiap tahap kehidupan sebagai perjalanan yang penuh arti, sehat, serta berkelanjutan. Sebab pada akhirnya, menua dengan bahagia adalah hak istimewa yang bisa kita persiapkan sejak detik ini. (Gdi)




