Site icon Wanita Indonesia

Program Konservasi PLN UID Jakarta Raya di Pulau Sabira Berbuah Penghargaan

Melalui program Konservasi di Pulau Sabira, PLN UID Jakarta Raya melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove di lokasi yang sudah rawan abrasi di Pulau Sabira.

WANITAINDONESIA.CO – Di balik hembusan angin laut dan riak gelombang di ujung utara Kepulauan Seribu, Pulau Sabira pernah berjuang melintasi sunyinya keterisolasian. Pulau terluar yang membentang di batas Jakarta ini kini tak lagi sekadar menjadi titik jauh di peta, melainkan bertransformasi menjadi mercusuar harapan baru. Sentuhan inovasi yang memadukan pelestarian alam dan teknologi digital berhasil menghidupkan kembali denyut kehidupan masyarakat pesisir di sana.

Langkah nyata dalam merawat benteng pertahanan pesisir ini terukir melalui penanaman 2.000 bibit bakau (mangrove) serta penyemaian ulang 1.600 bibit terumbu karang. Tak hanya menyelamatkan habitat biota laut yang kian terancam, ruang gerak masyarakat juga diperluas melalui penyediaan fasilitas internet publik. Akses informasi yang kini mengalir tanpa batas perlahan mengikis rasa terisolasi yang puluhan tahun menyelimuti kehidupan warga pulau.

Perubahan mendasar juga menyentuh langsung denyut perekonomian para nelayan setempat. Penggunaan fasilitas rumah ikan (rumpon) berbasis konservasi terbukti memangkas pemakaian bahan bakar minyak secara signifikan saat melaut, yakni dari tiga puluh liter menjadi hanya sepuluh liter untuk satu kali melaut.

Pada saat yang sama, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tergabung di dalam Menara Sabira mendapatkan pendampingan modernisasi pengolahan hasil laut, sehingga produk olahan bahari memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual yang jauh lebih tinggi.

Dampak sosial yang berkelanjutan terpancar kuat dari lahirnya generasi muda yang berdaya. Para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna kini dibekali keahlian sebagai pemandu wisata berwawasan lingkungan (ekowisata). Melalui skema pelatihan berjenjang (trainers create trainers), para pemuda ini mampu menjadi edukator mandiri yang secara konsisten menularkan kesadaran menjaga alam kepada generasi berikutnya.

Atas komitmen panjang yang dirintis sejak tahun 2022 tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya dianugerahi Predikat Platinum (Platinum Alignment) dengan nilai 95,75 serta ditetapkan sebagai Kandidat Juara CEPI (CEPI Champion Candidate) di ajang Indonesia Green Awards 2026. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung pimpinan La Tofi School of Social Responsibility selaku penyelenggara di Jakarta pada Rabu (29/7).

General Manager PT PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa orientasi utama keberlanjutan tidak semata-mata diukur dari keandalan pasokan energi semata.

“Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga pasokan listrik tetap andal, tetapi juga memastikan kehadiran kami memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui Program Konservasi Pulau Sabira, kami berupaya menghadirkan solusi yang menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, hingga peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan,” tutur Andy Adcha.

Dia memaparkan bahwa keberhasilan tertinggi dari sebuah program pemberdayaan masyarakat tercermin dari lahirnya kemandirian penuh para pemuda Karang Taruna Pulau Sabira sebagai garda terdepan pelindung lingkungan. Model konservasi terpadu ini diharapkan dapat menjadi percontohan yang siap diterapkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia lainnya.

Inisiatif terpadu ini selaras dengan panduan standar internasional pedoman tanggung jawab sosial (ISO 26000) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta pelestarian ekosistem lautan.

Kisah sukses dari Pulau Sabira membuktikan bahwa menjaga kelestarian alam dan memajukan kesejahteraan masyarakat bukan dua hal yang saling bertolak belakang. Ketika kepedulian, teknologi, dan kemandirian lokal berpadu harmonis, pulau terluar sekalipun mampu memancarkan sinar kemajuan yang menginspirasi Nusantara. (Gdi)

Exit mobile version